Home > Uncategorized > Memasuki Pintu Kerajaan Langit

Memasuki Pintu Kerajaan Langit

hijaber2Sekali waktu, seorang suci, sambil mengendarai keledainya, melihat ular merayap masuk ke mulut seorang yang sedang tertidur! Ia memburu dengan cepat tapi tidak berhasil mencegah ular itu. Ia pukuli orang yang tidur itu berkali-kali dengan tongkatnya. Orang itu terbangun ketakutan dan lari ke bawah pohon apel, dengan apel-apel busuk bertebaran di atas tanah.
“Makanlah! Hai orang malang, makanlah!”
“Kenapa kau lakukan ini padaku?”
“Ayo makan lagi, kamu tolol.”
“Saya tidak pernah berjumpa dengan kamu sebelumnya! Siapakah kamu ini? Apakah dalam batinmu kamu memusuhi jiwaku?”
Orang arif itu memaksanya untuk makan dan ia mencoba lari daripadanya. Berjam-jam ia memukuli orang malang itu dan membuatnya lari. Akhirnya, di malam hari, dalam perut yang penuh dengan apel busuk, kelelahan, dan bergelimang darah, ia jatuh dan memuntahkan semuanya, yang baik dan yang buruk, apel dan ular. Ketika ia melihat ular yang buruk keluar dari dirinya, ia bersimpuh di hadapan penyiksanya.
“Apakah kamu Jibril? Apakah kamu Tuhan? Penuh berkahlah saat ketika kamu pertama melihatku. Waktu itu aku sudah mati dan tidak menyadarinya. Kau berikan kepadaku kehidupan baru. Semua yang aku katakan padamu itu memang tolol! Aku tidak menyadarinya.”
“Jika aku jelaskan apa yang aku lakukan, kamu mungkin akan panik dan mati ketakutan. Muhammad berkata: Jika aku menceritakan musuh yang tinggal dalam diri manusia, manusia yang paling berani sekali pun akan menjadi lumpuh. Tak ada yang bisa keluar atau mencari nafkah. Tak akan ada yang salat atau puasa, dan semua kekuatan untuk berubah akan menghilang dari diri manusia.
Karena itulah, aku diam ketika aku memukulimu sehingga seperti Daud aku dapat melunakkan besi, sehingga walaupun mustahil, aku dapat meletakkan kembali bulu-bulu pada sayap burung. Diamnya Tuhan diperlukan karena kelemahan hati manusia.
Jika aku tadi mengabarkan kepada kamu tentang ular itu, kamu tidak bakalan mampu makan dan sekiranya kamu mampu makan pun, kamu tidak akan memuntahkannya. Aku lihat keadaanmu dan aku dorong keledaiku ke tengah-tengahnya sambil bergumam, ‘Tuhanku, mudahkanlah urusan dia.’ Aku tidak diizinkan mengabarkan kepadamu dan aku tak diizinkan berhenti memukul kamu.’Orang yang disembuhkan itu, masih sambil berlutut, berkata, ‘Aku tidak mampu berterima kasih kepadamu atas kecepatan kearifanmu dan kekuatan petunjukmu. Semoga Tuhan membalasmu.”

Kedatangan Ramadhan adalah kedatangan orang arif dalam cerita Rumi. Ramadhan memukuli kita dengan lapar dan dahaga, agar nanti kita tidak menderita pada hari akhir. Kita dipaksa untuk memuntahkan jajanan kita, untuk kesehatan dan keselamatan kita. Nabi bersabda, “Tidak akan masuk kerajaan langit orang yang memenuhi perutnya.”
Tidak akan masuk Rumah Tuhan, orang yang setiap harinya hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya. Ular hawa nafsu sudah bersarang dalam dirimu; dan kamu tetap saja tidur lelap. Orang yang tidak sadar bahwa ia tenggelam, tidak akan berusaha menggapai pegangan. Orang yang tidak tahu bahwa rumahnya terbakar tidak akan berusaha menghubungi petugas kebakaran. Orang yang menderita gangguan psikologis tidak merasa sakit, dan karena itu tidak mencari dokter.

Ama by (Ust.JR)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: