Home > Uncategorized > Kamilah Ahlul Bait

Kamilah Ahlul Bait

pilkada

Perawi berkata: Seorang lelaki tua datang mendekati para tawanan keluarga Al-Husain as. dan berkata, “Puji syukur ke hadirat Allah yang telah membinasakan kalian, menjadikan dunia ini aman dari kekacauan yang kalian buat dan memberi kesempatan kepada Amirul Mukminin untuk menghabisi kalian.”
Ali bin Al-Husain as. bertanya kepada orang itu, “Hai syekh, apakah anda pernah membaca Al-Quran ?”
“Ya,”jawabnya.
Tahukah anda ayat ini:
.
قل لا أسألكم عليو أجرا الا المودة في القربى
.
“Katakanlah: Aku tidak meminta sesuatu upahpun dari kalian atas seruanku ini kecuali kasih sayang kalian kepada keluargaku.
“Ya, ayat ini sudah pernah aku baca,”jawabnya.
“Kamilah yang keluarga Nabi saw. yang dimaksudkan ayat itu. Hai Syekh, pernahkah kau membaca ayat yang ada di surath bani Israil ini:
.
وآت ذا القربى حقو
.
“Berikanlah kepada keluarga dekat hak-hak mereka,”tanya beliau lagi.
“Ya, aku pernah membacanya,”jawab orang tua itu.
“Kamilah keluarga yang dimaksud ayat itu. Hai Syekh pernahkah kau membaca ayat ini:
.
واعلموا أنما غنمتم من شيء فأن لله خمسو وللرسول ولذي القربى
.
“”Ketahulah bahwa sesungguhnya apa saja yang kalian dapatkan sebagai ghanimah, maka seperlimanya adalah milik Allah, Rasul, keluarga dekat Rasul …”,tanya beliau lagi.
“Ya,” sahut si syekh.
“Kamilah keluarga dekat Rasul itu. Hai Syekh, pernahkah kau membaca ayat:
.
انما يريد الله ليذىب عنكم الرجس أىل البيت ويطهركم تطهيرا
.
“Sesungguhnya Allah berkehendak untuk menghilangkan dosa kalian, wahai Ahlul bait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.
“Ya, aku pernah membacanya,” jawabnya mantap. Beliau berkata, “Kamilah Ahlul Bait yang telah Allah istimewakan dalam ayat thaharah ini, wahai Syekh.”
.
Perawi selanjutnya berkata: Pak tua itu terdiam menyesali kata-kata yang telah keluar dari mulutnya itu dan berkata, “Bersumpahlah demi Allah bahwa kalian adalah mereka yang disebutkan dalam ayat-ayat tadi !”
.
Ali bin Al-Husain as. menjawab, “Demi Allah, tanpa diragukan lagi, kami adalah mereka. Demi kakek kami Rasulullah, kamilah mereka yang dimaksudkan oleh ayat- ayat itu.”
.
Orang tadi menangis sejadi-jadinya seraya melemparkan serban yang dikenakannya. Lalu mengangkat kepala ke atas dan berkata, “Ya Allah, aku berlepas tangan dari musuh-musuh keluarga Muhammad, baik jin maupun manusia.” Kemudian ia berpaling ke Ali bin Al-Husain as. dan berkata, “Masih adakah kesempatanku untuk bertaubat ?”
.
Beliau menjawab, “Tentu, jika kau benar-benar mau bertaubat, Allah pasti akan menerimanya dan kau akan bersama kami.”
“Aku kini bertaubat,” ujarnya.
Berita mengenai orang tua tersebut sampai ke telinga Yazid bin Mu’awiyah.
Dengan perintahnya, orang tersebut dibunuh.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: