Home > Uncategorized > Semua Jadi Indah

Semua Jadi Indah

FB_IMG_1437589936936Entah apa sebabnya, suatu hari Nasrudin terus menerus mengeluhkan hidupnya yang kurang beruntung. Dari rumahnya yang tidak mewah, istrinya yang gelisah sampai mertuanya yang suka marah-marah. Mendengar jiwa gelisah seperti ini, konon Tuhan tidak bisa tidur kemudian menjumpai Nasrudin.

“Din, saya tidak bisa tidur mendengar doamu yang gelisah. Sekarang minta apa saja asal sejumlah tiga kali akan dipenuhi”, demikian Tuhan berpesan ke Nasrudin.Tentu saja Nasrudin gembira mendadak mendengar jawaban seperti ini. Sambil berbisik Nasrudin berucap: “Tolong ini hanya rahasia diantara kita saja. Besok mohon istri saya dipanggil biar meninggal”. Tatkala ditanya alasannya, Nasrudin menyebut istrinya telah membuat rumahnya jadi neraka.

Besok paginya benar saja istri Nasrudin wafat. Dan sebagaimana biasa, banyak orang kampung melayat dan memberi komentar. Orang pertama menyebut istri Nasrudin sebagai istri yang setia. Orang ke dua menyebut almarhumah ibu yang menyayangi anaknya. Yang ketiga ada yang bergumam seperti ini: “memang, orang baik cepat dipanggil Tuhan”.

Mendengar komentar orang seperti ini, Nasrudin lari ke belakang rumah menangis memanggil nama Tuhan. Dengan sabar Tuhan bertanya: “Din, saya baru tidur sebentar kamu sudah memanggil. Ada apa?”. Sambil tersedu-sedu Nasrudin memohon: “tolong hidupkan kembali istri saya”. Permintaan Nasrudin tersisa sebuah doa lagi.

Merasa hutang Tuhan tinggal satu, Nasrudin bertanya ke sana ke mari apa yang sebaiknya ia minta untuk terakhir kalinya. Tetangga pertama bilang, mintalah uang karena dengan uang bisa membeli banyak sekali hal. Tetangga ke dua berpesan, minta kesehatan karena uang berapa pun tidak ada gunanya kalau tanpa kesehatan. Tetangga ke tiga mengajarkan, minta hidup tanpa kematian.

Mendengar pesan seperti ini, Nasrudin pusing dan bingung, kemudian diam seribu bahasa. Di dalam hatinya ia merasa sedang dikerjain sama Tuhan. Maka bertahun-tahun ia tidak memanggil Tuhan. Di Tahun ke sebelas, giliran Tuhan yang datang menyapa Nasrudin: “sudah lama Anda tidak memanggil saya, kenapa?”.
Dengan muka cemberut Nasrudin menjawab: “bingung Tuhan, uang bukan, kesehatan salah, hidup tanpa kematian juga tidak benar”. Setelah kedua belah pihak diam, kemudian Nasrudin bergumam: “menyangkut permintaan yang terakhir saya serahkan saja sama Tuhan”.

Mendengar permintaan seperti itu, Tuhan tersenyum penuh permakluman, kemudian dengan lembut dan sejuk Tuhan berbisik: “Mintalah hati yang penuh dengan rasa syukur”. Tentu saja Nasrudin heran dan tidak mengerti. Lagi-lagi Tuhan berbisik sejuk dan lembut: “dengan hati yang bersyukur semua jadi berkah, semua jadi indah”.

Tetaplah SEMANGAT Tetaplah SHALAWAT

~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: