Home > Uncategorized > Imam Ja’far dan Seorang Dokter

Imam Ja’far dan Seorang Dokter

CANDUPada suatu ketika seorang dokter yang kebetulan beragama Hindu (dokter itu bekerja di istana Al-Mansur), bertanya kepada Imam Ja’far as-Sadiq (as) apakah sang Imam ingin mempelajari sesuatu tentang ilmu kedokteran dari dirinya.
Imam Ja’far (as) menjawab dengan lembut: “Tidak. Aku lebih memiliki pengetahuan yang lebih baik daripada pengetahuan anda.”

Kemudian keduanya terlibat dalam pembicaraan yang serius tentang ilmu kedokteran. Pada suatu ketika Imam Ja’far (as) bertanya kepada dokter itu beberapa buah pertanyaan seperti berikut ini:

Mengapa kepala kita itu ditutupi oleh rambut?
Mengapa dahi kita memiliki garis-garis dan keriput?
Mengapa kedua mata kita berbentu seperti biji almond?
Mengapa hidung itu terletak di tengah-tengah kedua mata kita?
Mengapa rambut dan kuku itu tidak memiliki rasa?

Pertanyaan-pertanyaan Imam Ja’far (as) itu terus berlanjut dari pertanyaan mengenai sekitar kepala hingga ke bagian tubuh lainnya, terus hingga ke kaki dimana Imam (as) bertanya, “Mengapa lutut itu tidak bisa bengkok ke belakang; mengapa satu sisi dari telapak kaki kita itu agak cekung?”
Untuk semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Imam Ja’far (as), dokter istana itu tidak bisa menjawab selain kata-kata: “Aku tidak tahu.”

Imam Ja’far kemudian berkata, “Untuk pertanyaan yang aku berikan itu aku tahu jawabannya.”

Kemudian Imam Ja’far (as) menjelaskan seluruh pertanyaan yang tadi ia lontarkan menunjukkan bahwa ia memiliki kebijaksanaan dan pengetahuan yang didapatkannya dari Sang Maha Cerdas dan Bijaksana, Allah (SWT).

Rambut itu diciptakan Allah di atas kepala kita supaya minyak (kelenjar keringat) dapat masuk melaluinya dan panas bisa lewat darinya sehingga ia dapa melindungi kepala kita dari panas dan dingin.
Di dahi kita ada garis-garis dan kerutan supaya keringat dari kepala kita tidak langsung jatuh ke mata; sehingga kita memiliki waktu yang cukup untuk menyeka keringat kita.
Kedua mata kita itu dibentuk oleh Allah menyerupai biji almond agar kita bisa dengan mudah memasukkan obat ke dalamnya dan juga mudah untuk mengeluarkan debu dan kotoran dari keduanya.
Hidung itu diletakkan di antara kedua mata kita agar hidung kita bisa membantu kita membagi cahaya kita secara merata untuk kedua mata kita.
Rambut dan kuku itu dijadikan Allah tidak memiliki rasa (padahal bagian tubuh lain dari kita memiliki rasa—atau dapat merasakan) agar kita mudah memotongnya dan atau memendekkanya. Apabila rambut dan kuku itu memiliki rasa, maka kita akan mengalami rasa sakit setiap kali kita akan memotongnya.
Kedua lutut kita itu tidak bisa ditekuk ke belakang agar kita bisa berjalan ke depan
Kedua telapak kaki kita itu memiliki sebuah sisi yang cekung supaya kita bisa bergerak dengan mudah dan cepat.
Akhirnya dokter istana yang beragama Hindu itu beralih agama atau keyakinannya menjadi seorang Muslim karena terpesona dengan keluhuran ilmu Imam Ja’far as-Sadiq (as).
Ilmu pengetahuan Imam Ja’far (as) itu melebihi jaman dimana ia hidup. Sebagian dari pengetahuannya bahkan baru bisa dibuktikan secara empiris pada jaman moderen ini.

Tetap SEMANGAT Tetap SHALAWAT

~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: