Home > Uncategorized > Bunga Cinta

Bunga Cinta

Bunga
Suatu hari seorang ilmuwan di London akan menjadi pembicara menentukan di sebuah seminar. Cuman, ia kurang beruntung hari itu karena bangun terlambat. Di pinggir jalan ia menyetop sebuah taksi, begitu duduk di taksi ia langsung memberi perintah pada supir taksi: “tolong jalan yang cepat”. Setelah taksinya berjalan cepat selama satu jam, supir taksinya bertanya balik: “tuan mau ke mana ?”.

Seperti itulah kehidupan banyak sekali manusia moderen. Di mana-mana manusia mau bergerak cepat. Dan setelah badan sakit, keluarga bubar, anak-anak celaka, bahkan ada yang masuk penjara, di sana baru seseorang mengerti, ternyata mereka berlari cepat ke arah yang tidak tepat.

Di dunia spiritual mendalam, ada pembedaan antara perjalanan ego dan perjalanan spiritual. Perjalanan ego ditandai oleh perasaan yang semakin besar dari hari ke hari. Perjalanan spiritual ditandai oleh perasaan yang semakin kecil dari hari ke hari. Karena merasa besar, jiwa kemudian berat. Di sini berlaku hukum gravitasi (ditarik ke bawah).

Sedangkan di perjalanan spiritual, karena merasa semakin kecil dari hari ke hari, maka jiwa menjadi semakin ringan dari hari ke hari. Di sini berlaku hukum levitasi (diterbangkan naik ke atas). Ini yang menerangkan kenapa pencari-pencari sejati badannya membungkuk, jiwanya merunduk. Bukan karena mau disebut rendah hati. Sekali lagi bukan. Tapi karena memang diri ini kecil sekali. Jangankan dibandingkan dengan Tuhan dan alam, di bandingkan dengan sebuah pulau saja diri ini kecil.

Puncak pencapaian diri yang mengecil inilah yang disebut hening. Di meditasi, jalan menuju ke sana ditempuh dengan menyaksikan. Yang bagus itu bukan, yang jelek itu juga bukan. Ada juga pendekatan yang menyarankan untuk merasakannya secara penuh dan utuh. Maksudnya, bila dalam menyaksikan seseorang berjarak dengan pengalaman kekinian, dalam pendekatan merasakan secara utuh seseorang masuk ke dalam perasaan atau pikiran tersebut, kemudian menyatu utuh di sana tanpa negatif-positif.

Bagaimanapun pendekatannya, jalan meditatif ini menghadirkan keadaan yang bening dan hening di dalam. Serupa air yang diendapkan dalam waktu lama, semuanya terlihat bersih dan jernih. Jangankan keluarga dan teman, bahkan musuh yang paling menyakitkan pun terlihat bersih dan jernih. Meminjam warisan seorang Guru zen: “tidak ada beda antara suara burung bernyanyi dengan suara tetangga mencaci”.

Seorang murid meditasi bertanya, di tingkat seperti ini apa mungkin seseorang terkena stres dan depresi? Depresi terjadi karena seseorang hidup di masa lalu. Andaikan dulu saya menikahi pacar pertama, andaikan dulu saya tidak memilih jurusan ini, andaikan dulu orang tua saya tidak bangkrut, itulah ciri-ciri orang depresi.

Sedangkan orang yang resah dan gelisah hidup di masa depan. Apakah nanti tua anak-anak ingat sama saya, kalau nanti tua sakit biaya pengobatan dari mana, kalau saya mati jangan-jangan saya masuk neraka, dll. Inilah jiwa-jiwa yang resah dan gelisah.

Begitu seseorang memasuki gerbang keheningan sempurna, baik masa lalu maupun masa depan hanya gambar-gambar yang lewat di layar. Dan layarnya tidak berubah warna sama sekali. Di Timur ia disebut shunya. Keadaan batin yang hening bening. Sahabat-sahabat pemuja Tuhan menyimpulkannya begini, tatkala kita tiada maka Dia jadi ada.

Di jalan meditasi kerap terdengar pendapat seperti ini: “Love is the flower of silence”. Cinta adalah bunga yang mekar di taman keheningan. Tatkala di dalam bening dan hening, secara alamiah di dalam akan mekar bunga cinta. Ia sealami madu yang manis, senatural bunga yang mengundang kupu-kupu. Kembali ke cerita awal tentang kehidupan tanpa arah, inilah arah yang dituju oleh jiwa-jiwa yang indah.

Penulis: Gede Prama

Categories: Uncategorized
  1. 5 October 2014 at 12:25 am

    Running backs should constantly practice the hand off. Remembering that you can only
    love others to the extent that you love yourself, you truly
    must love yourself unconditionally and reaching
    this state-of-being can take weeks or even months of effort.
    There is also something called associations and the mind
    forms associations around what is safe and also around
    everything that it experiences. Operating within the snow may possibly seem cool and hardcore, slip on one spot
    of ice and your season is carried out.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: