Home > Uncategorized > Lelaki Miskin di Pinggiran Kota

Lelaki Miskin di Pinggiran Kota

DwiDi antara kebiasaan Imam Hasan as di Madinah adalah dia membuka rumahnya menjadi dapur umum. Tiap hari, dia menyembelih unta kecil untuk dihidangkan kepada siapa saja, peziarah Madinah dan orang-orang miskin, seperti dapur umum, pagi, siang, malam. Siapa saja yang lapar, miskin boleh datang dan makan.

Suatu hari, seorang Badui datang dan ikut menikmati hidangannya. Usai makan, dia tidak langsung pulang. Dia duduk dan membungkus makanan, dan memasukkannya ke dalam kantung. Ada beberapa bungkus yang dia masuki hingga Imam Hasan datang menyapanya.

Imam Hasan bertanya: “Kenapa kamu membungkusnya? Bukankah lebih baik kamu datang makan di tiap pagi, siang dan malam di sini.

Orang Badui itu berkata: “Ini bukan untukku, tapi untuk orang miskin dan papa yang aku temui di pinggir kota tadi. Orang miskin dan papa itu sedang duduk di pinggir kebun kurma, wajahnya terlihat lelah, dan makan hanya dengan roti keras. Dia hanya membasahi roti itu dengan sedikit air dan garam lalu memakannya. Karena itu, aku membungkus makanan ini untuknya.

Mendengar itu, Imam Hasan langsung menangis tersedu-sedu. Badui itu heran dan bertanya: “Kenapa Tuan menangis?”

Imam Hasan as menjawab: “Ketahuilah, Demi Allah ! Lelaki miskin dan papa yang kamu jumpai itu, yang memakan roti keras, sedikit air, dan garam itu, DIA ADALAH AYAHKU: Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. Kerja kerasnya di kebun kurma itu yang membuatku bisa menjamu kamu dan semua orang setiap hari”.

Ya..Maulana..Ya Sayyidana… Ya..Imamarrahmah…
Isyfa’lanaa indallah…!

Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari

Tetap SEMANGAT Tetap SHALAWAT

~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

Categories: Uncategorized
  1. 23 May 2014 at 2:05 pm

    Yo generalmente dice mucho sobre el foro de este tipo porque es difícil saber qué decir, pero la verdad es
    que tu artículo o post que me gustó mucho
    lo que escribiste y hoy lo has dicho merece ser reconocida.
    No leo los exégesis de los demás, pero yo creo que
    tal yo. Desde en aquel lugar, recibirá un nuevo fanático.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: