Home > Uncategorized > Rumi : Do’a Berwujud Penghambaan

Rumi : Do’a Berwujud Penghambaan

NasrinTanggalkan permohonan yang kering
dan hampa makna.

Tegaknya sebatang pohon,
mestilah karena bibit telah disebar.

Tapi bahkan jika tak kau miliki benih,
karena hampanya do’amu,
Tuhan akan anugerahi engkau
sebatang pohon kurma,

seraya bersabda, “Alangkah baiknya
penghambaannya!”

Lihatlah Maryam putri Imran
–kerinduannya sampai ke dasar hati,
tapi tak dimilikinya bibit:
maka Sang Maha Indah membuat
pokok kurma kering menghijau baginya.  [1]Karena wanita mulia itu setia pada-Nya,
Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya
tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya.

Catatan:
[1]  Merujuk pada saat jelang lahirnya Isa ibn Maryam,
ketika dengan merendah Maryam berkata,
“… Wahai betapa baiknya jika aku mati sebelum ini
dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan
dan dilupakan.”
 (QS Maryam [19]: 23)

Lalu:
“Maka dia (Jibril) berseru dari tempat yang rendah,
‘jangan lah engkau bersedih hati, sesungguhnya Rabb-mu
telah jadikan anak sungai di bawahmu.

Dan goyangkan lah pangkal pokok kurma itu ke arahmu,
niscaya pohon itu akan gugurkan buah kurma masak
ke arahmu.’ ”
(QS Maryam [19]: 24 – 25)

Sumber:
Rumi: Matsnavi V: 1188 – 1191
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille
dan Kabir Helminski.
Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia
oleh Yahya Monastra.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: