Home > Uncategorized > Bacalah Puisi

Bacalah Puisi

Galuh Banjar
Bacalah sebuah puisi
, sayang, lalu bermain-mainlah di sana. Ciptakan seribu arti. Ledakkan sejuta pertanyaan.

Bacalah puisi tentang cinta yang sederhana. Tapi jangan menurutinya kecuali kamu siap menghadapi rasa sakit. Cinta yang sederhana seperti tetesan air di atas batu, butuh jutaan tetes untuk menjadi lubang. Saat lubang itu terjadi dan tetesan itu hilang, yang tertinggal hanya kekosongan. Sebuah lubang yang dalam. Sebuah lubang yang tak akan pernah bisa tertutup. Percayalah, semen tak berguna. Sebuah lubang tetap sebuah lubang. Jika ia terlihat telah tertutup, ia tetap lubang yang tidak kelihatan.

Bacalah puisi tentang hujan bulan juni. Bulir-bulir kearifan hati menetes lembut seperti gerimis. Tapi jangan lupa mandilah di hujan pertama januari, agar kamu tahu arti harapan semu yg digempitakan oleh salak kembang api dan sumbang suara terompet.

Jangan terlena, hujan januari dan suara banjir sudah seperti saudara. Adakah kau temukan gigil rumah-rumah kardus yg kedinginan?

Bacalah puisi tentang kerinduan. Lalu tanyakan padamu akan jadi apa bila besar nanti, tungku atau api? Karena kemerdekaan adalah utopia. Selama kamu masih mengaku anak turun adam, entah dengan lilit atau dengan hawa. Percayalah pada sedikit ramalan moyangmu agar hatimu tak mati sengsara di tanah tempatmu berak setiap hari.

Bacalah puisi yang dengan terus terang mengatakan padamu bahwa mencintai adalah keegoisan. Cinta menjelma aku. Karena akulah cinta. Tak perlu dipertanyakan. Kamu bisa menjadi apa saja tapi cinta tetap aku. Jangan bertanya Tuhan di mana. Tuhan sedang sibuk, Nak! Kamu ingat dialog itu? Karena dalam Tuhan pun hanya ada aku. Apalagi cinta.

Bacalah puisi tentang firasat. Langit bermula dari pandangan. Dan berakhir di ketidaktahuan. Suatu masa kamu akan mendengar dengung lebah di luar angkasa. Beberapa orang bercocok tanam dan memulai hidup di sana. Bumi tak senyaman rahim. Dan surga begitu menggiurkan. Sepotong daging yang membungkus tulang dan nafsu akan selalu menyimpan kegelisahan. Kegelisahan tertangkap. Mata yang terbuka. Manusia gelisah karena tak bisa menabung nyawa. Hidup bahagia selama-lamanya adalah lelucon paling garing yang diciptakan oleh seorang yang hidupnya paling sepi dan sengsara. Apalagi surga.

Bacalah puisi tentang telaga. Berlayarlah lalu terjunlah dari atas perahu. Di air seharusnya manusia membuang bangkainya. Agar dimakan ikan-ikan. Tidak perlu merepotkan orang, seribu pengantar dan lima penggali kuburan. Ikan-ikan senang. Kamu pun akan senang. Tak perlu memikirkan harga tanah 2 x 1,5 x 5 meter itu. Tak perlu cemas anak cucumu tak mampu bayar pajak dan tak perlu takut tengkorakmu terpajang di sangiran. Pajak bangkai, jual beli kekudusan sudah terlalu banal.

Bacalah sebuah puisi tentang penantian. Camkan baik-baik! Yang ditunggu tidak pasti datang. Sudah pernah dengarkan, bahwa yang paling pasti adalah ketidakpastian. Berapa jumlah rambut kucing? Berapa jumlah bintang? Berapa jumlah ikan di laut? Berapa jumlah daun, termasuk lembar-lembar pinus di arcapada? Apel tetap jatuh…

^__^ —from Lembang ~~~ dolobvers jago juga bikin puisi \m/  piiis aaach

Landy Uing nuju Jebol Euiiiyyyy

Tetap SEMANGAT Tetap SHALAWAT
~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

Categories: Uncategorized
  1. 9 February 2014 at 1:07 pm

    Thank you for another fantastic post. Where else may anybody get that type of info in such a perfect manner of writing?

    I have a presentation subsequent week, and I’m at the search for such info.

  2. 18 September 2014 at 9:24 pm

    Heya i’m to the most important moment below. I ran across that aboard and I believe it is actually handy & them helped me to out a lot. I’m hoping to offer you a very important factor rear and also guide people such as you forced me to be. Heya i’m to the most important moment below. I ran across that aboard and I believe it is actually handy & them helped me to out a lot. I’m hoping to offer you a very important factor rear and also guide people such as you forced me to be.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: