Home > Uncategorized > Cahaya dan Kegelapan

Cahaya dan Kegelapan

NgajiBurung Hoopoe masyhur dikalangan masyarakat Arab sebagai burung yang terkenal dengan ketajaman penglihatan matanya. Suatu kali, burung Hoopoe terbang dan tiba dilingkungan burung hantu, lalu mampir di sarang mereka. Malam itu, burung Hoopoe menghabiskan malam bersama burung-burung hantu di sarang mereka, dan mereka berbincang tentang banyak hal.

Fajarpun tiba, dan burung Hoopoe sedang berkemas untuk meninggalkan burung-burung hantu. Sebagaimana maklum burung hantu jika disiang hari menjadi buta, dan tidak mampu melihat dengan baik, menjadi terperanjat dan kemudian bertanya, “Kawanku, sungguh aneh apa yang kamu lakukan ini, bisakah kita bepergian di siang hari?”.

“Lho, apanya yang aneh, bukankah semua pekerjaan berlangsung disiang hari?” kata si Hoopoe.

“Apakah kamu gila?’ burung-burung hantu itu menyanggah, tetap dengan keheranannya, “Pada siang hari, dengan ketidakjelasan yang disebarkan matahari atas kegelapan malam, bagaimana kita bisa melihat?”

“Justru sebaliknya,’ kata si hoopoe, ‘Semua cahaya di dunia ini tergantung pada cahaya matahari, dan darinyalah segala sesuatu yang bersinar itu mendapatkan cahayanya. Karena itu ia dinamakan mata dari hari, sebab ia merupakan sumber cahaya.”

moon 1

Burung-burung hantu itu tetap menyanggah dan berupaya mengalahkan logika Hoopoe dengan memberi bukti, bahwa tidak satupun diantara mereka yang bisa melihat pada siang hari.

“Janganlah kalian beranologi lewat diri kalian sendiri, bahwa setiap orang seperti kalian. Semua yang lain, dapat melihat pada siang hari, lihatlah aku, aku dapat melihat, aku bisa terbang dan berpergian di siang hari. Dengan adanya cahaya matahari maka tersingkaplah kegelapan dan ketidakjelasan menjadi hilang. Hakikat-hakikat menjadi tersingkap bagiku”.

Mendengar argumentasi balik si Hoopoe, burung-burung hantu menjadi ribut menjerti-jerit, mereka saling bertengkar satu sama lain, antara membenarkan atau menyebut apa yang telah disampaikan Hoopoe adalah sesuatu yang mustahil sebab kebutaan disiang hari bagi mereka adalah keniscayaan dan kewajaran. Mereka berkata, “Burung ini berbicara tentang kemampuan melihat disiang hari, sementara kita semua diserang kebutaan dan tak bisa melihat apapun”. Tak bisa berargumen lagi mereka menyerang si Hoopoe dan melukainya dengan paruh dan cakar mereka. Mereka mengutuknya dan menyebutnya, ‘Si Melek Siang Hari’.

Diantara mereka mengancam, “Jika kamu tidak menarik kembali perkataanmu, kamu akan kami bunuh!”
“Jika aku tidak membuat diriku buta,” pikir si hoopoe dalam kondisi terdesak, “mereka akan membunuhku. Karena bagaimanapun argumentasi dan dalil kubangun atas mereka, toh mereka memang tetap tidak bisa melihat disiang hari.” Dan kemudian, diilhami oleh pepatah, ‘Berbicaralah dengan orang-orang sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka,” dia menutup matanya dan berteriak, “Lihat! Aku menjadi buta seperti kalian.”

Mendengar pengakuan itu, merekapun berhenti menyerang dan melukai Hoopoe yang tak berdaya. Hoopoe menyadari, bahwa mengungkap rahasia Ilahi di kalangan orang-orang yang tidak percaya sama saja dengan menyebarkan rahasia kekafiran mereka. Dan akhirnya, sampai tiba waktu perpisahan, secara susah payah Hoopoe terbang dengan sempoyongan, sengaja menabrakkan diri dirimbunnya pepohonan, sekedar memperlihatkan bahwa ia benar-benar buta.

piramid

Dalam hati ia bersyair;

Berkali-kali aku mengatakan
bahwa aku akan menyingkapkan semua rahasia di dunia yang fana ini.
Tetapi, karena takut akan pedang dan adanya
hasrat untuk menyelamatkan diriku,
aku telah mengunci bibirku dengan seribu paku.

Dia mengeluh dalam-dalam dan berkata, “Dalam diriku ada banyak pengetahuan; jika aku melepaskannya, aku akan terbunuh. Jika selubung itu diangkat, aku tidak akan menjadi lebih yakin”.

Hikayat ini, menceritakan betapa sulitnya menyampaikan hakikat kebenaran kepada mereka yang telah mengunci hati dan pikirannya untuk terbuka kepada pandangan dan pemikiran lain. (Syaikh al-Isyraqiyyah/Ama)

Tetaplah SEMANGAT Tetaplah SHALAWAT

~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari
A
khir Ramadhan 1434H
Met Lebaran …kawan..!

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: