Home > Uncategorized > Delima untuk Fatimah

Delima untuk Fatimah

Delima OK“Fathimah! Katakan apa yang kau inginkan akan kusiapkan?”

Sayidah Fathimah menutup matanya yang sakit. Hal itu dilakukannya agar hati suaminya yang lembut tidak terganggu dengan matanya yang terlihat kuning dan tidak kuyu. Fathimah memilih diam. Tapi Imam Ali as dengan penuh kelembutan kembali mengulangi ucapannya.

Ketika merasa istrinya diam, beliau berkata, “Fathimah! Demi Allah, katakanlah apa yang kau inginkan!”

Sayidah Fathimah berkata, “Wahai anak pamanku! Ayahku telah mewanti-wantiku agar tidak menuntut kepadamu sesuatu yang tidak mampu engkau penuhi. Jangan sampai engkau kemudian merasa malu tidak dapat melakukannya. Tapi karena engkau telah bersumpah, saya akan mengatakannya.”

Setelah itu Sayidah Fathimah berkata, “Saya ingin delima. Tapi saya tahu sekarang bukan musim delima. Oleh karenanya, engkau tidak perlu bersusah payah.”

Mendengar ucapan istrinya, Imam Ali as langsung keluar dari rumah. Beliau mencari dan akhirnya mendapat satu delima, lalu kembali ke rumah. Di tengah jalan beliau mendengar teriakan kesakitan seseorang yang sakit. Orang itu terpaksa tidur di sebuah sudut reruntuhan.

Imam Ali as pergi ke tempat reruntuhan itu dan menanyakan kondisi orang sakit itu. Beliau berkata, “Wahai hamba Allah! Apa yang bisa kulakukan untukmu. Katakanlah akan kulakukan!”

Orang sakit itu berteriak kesakitan lalu berkata, “Saya melihat ada delima di tanganmu. Sudah cukup lama saya tidak makan sesuatu, sementara delima sudah tidak musimnya. Engkau membuatku ingin memakan delima.”

Dengan segera Imam Ali as membelah delima itu dan memberikan sebagiannya kepada orang itu dan sebagiannya buat istrinya. Pria sakit itu memakan delima, tapi matanya tidak mau melepaskan sebagian delima yang ada di tangan Imam Ali as. Melihat itu, Imam Ali as memberikan sebagian delima yang berada di tangannya itu juga kepada pria itu. Akhirnya beliau kembali ke rumah dengan tangan kosong. Tapi kali ini dengan rasa malu karena tidak dapat memenuhi keinginan istrinya.

Ketika Imam Ali as tiba di rumah, beliau menengok dari sisi pintu apakah istrinya sudah tidur atau belum. Dengan perasaan takjub beliau menyaksikan istrinya sedang bersandar pada dinding dan beberapa buah delima berada di dekatnya.

Imam Ali as merasa gembira sekaligus takjub dan segera pergi mendekati istrinya. Beliau berkata, “Dari mana delima sebanyak ini?”

Sayidah Fathimah as berkata, “Beberapa waktu lalu ada yang mengetuk pintu rumah. Fiddhah[1]pergi ke depan dan membukakan pintu. Di balik pintu ada seorang pria yang memberikan delima ini kepada Fiddhah sambil berkata, “Ini adalah delima yang dikirimkan Ali kepada Fathimah. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Sayidah Fathimah Zahra as

Categories: Uncategorized
  1. 25 June 2013 at 3:03 pm

    Ahaa, its nice dialogue concerning this article here at
    this website, I have read all that, so at this time me also commenting at this
    place.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: