Home > Uncategorized > Rumi : Lupa Negeri Kelahiran

Rumi : Lupa Negeri Kelahiran

1 SHALATWahai insan,
kau miliki
sebuah negeri di balik lelangit,

tapi…
pada tanah dan debu
kau tujukan dirimu.
Telah kau hujamkan citra dirimu
pada permukaan bumi;
melupakan negeri yang jauh
tempat kelahiranmu.

 

Mengapa Bangkit Hasadmu
Mengapa bangkit hasadmu
di tengah lautan kepemurahan ini?
Mengapa kau tolak datangnya
kebahagiaan yang menggelombang?Tak seekor pun ikan pertahankan
secangkir air bagaikan harta karun;
ketika dia tahu, samudera luas
tak pernah tolak kehadirannya.

Catatan:
“Iri-dengki (hasad) membakar hasanah lebih cepat daripada api membakar kayu kering.” Sedangkan hasanah itu sendiri sulit didapat karena merupakan buah takwa.

Semua Tengah Bermohon

Kita semua bergantung sepenuhnya
pada kemaha-kuasaan Sang Pencipta.

Seluruh kuasa, seluruh kekayaan,
semata milik-Nya;
kita pengemis rudin.

Lalu mengapa kita mendaku,
lebih unggul satu sama lain?

Bukankah kita semua sama,
tengah bermohon di muka pintu istana-Nya?

Sumber:
A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.

Categories: Uncategorized
  1. 25 April 2013 at 6:03 pm

    Hi, Neat post. There is a problem along with your website in web explorer, would check this?
    IE still is the market chief and a large component of people will omit your magnificent
    writing due to this problem.

  2. 27 September 2013 at 2:18 am

    Hi Dear, are you really visiting this website daily, if so afterward you will absolutely take nice know-how.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: