Home > Uncategorized > Teruslah jadi Orang Baik…!

Teruslah jadi Orang Baik…!

AngkotSuatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkotnya seorang anak muda. Di dalam angkot duduk tujuh orang penumpang, termasuk saya. Masih ada lima kursi lagi yang belum terisi.

Sepanjang perjalanan, angkot-angkot saling mendahului untuk berebut penumpang. Ada pemandangan aneh yang saya lihat. Di depan angkot yang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan tiga orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu berbicara kepada sopir angkot, lalu angkot itu melaju kembali tanpa membawa mereka berempat. Kejadian ini terulang beberapa kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya, “Dik, lewat terminal bis ya ?”
Si sopir tentu saja menjawab, “Ya.”
Anehnya, ibu itu tak segera naik. Ia bilang, “Tapi, saya dan ketiga anak saya ini nggak punya ongkos.”
Sambil tersenyum, sopir angkot yang saya naiki ini menjawab, “Nggak apa-apa, Bu, naik saja !”

Ketika si ibu tampak ragu-ragu, si sopir mengulangi perkataannya, “Ayo Bu, naik saja ! Nggak pa-pa …”

Terus terang, saya terpesona dengan kebaikan sopir angkot yang masih muda itu. Bagaimana tidak ? Di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tetapi si sopir muda ini malah merelakan empat kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya.

Ketika sampai di terminal bis, empat penumpang gratisan ini turun. Si ibu mengucapkan terima kasih kepada sopir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar ongkos angkot dengan tiga lembar uang lima ribuan. Si sopir seketika mencari kembalian karena ongkos angkot hanya tiga ribu perak. Namun penumpang pria ini bilang bahwa uang lima belas ribu itu untuk ongkos dirinya dan keempat penumpang gratisan tadi.

“Teruslah jadi orang baik ya, Dik,” ujar pria tersebut kepada si sopir angkot baik hati ini.

Sore itu saya benar-benar dibuat kagum oleh kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang ibu miskin yang jujur, seorang sopir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk sebuah kebaikan …! Salam

Kenangan@ Bogor_Ujung_80-an

Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari

Mentari pagi di Penghujung Tahun 2012

30 Desember 2012

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: