Home > Uncategorized > Cinta Kaum Sufi

Cinta Kaum Sufi

Cinta TersembunyiKetika Ibn ‘Arabi, sufi besar ditanya “Apa agama Anda?”, diapun menjawab dengan penuh keyakinan, “Agama dan keimananku adalah Cinta”. Ketika ditanya apa itu “Cinta”, “..mungkin hanya selain pecinta sejati yang berani menjawabnya…” jawabnya ‘lirih”, lalu diapun berdendang ;

“Jika seorang mengaku bisa mendefinisikan cinta, jelaslah, ia masih belum mengenalnya. 
Siapa pun mendefinisikan cinta, pasti belum mengenalnya. 
Siapa pun belum pernah merasakan seteguk saja air cinta, belum pernah mengenalnya. 
Siapa pun yang merasa kenyang karena meneggak air cinta, maka ia hanyalah orang yang menghibur diri. 
Ketahuilah, cinta adalah minuman yang tak pernah memuaskan pecandunya.”

“Cinta”, sebuah sebutan yang selalu terus abadi sepanjang sejarah.  Tidak hanya  paling banyak dibicarakan tetapi juga beragam tulisan, diskusi, disyairkan, didramakan dan sekaligus difilemkan. Cobalah melayari samudra, menempuh rimba dan menembus cakrawala, kita akan temukan pustaka dunia dipenuhi ribuan buku tentang cinta, klasik hingga kontemporer, mulai dari tema-tema aksiologi Yunani, karya-karya klasik para spiritualis hingga novel-novel ternama dunia, seperti Romeo and Juliet – Shakepare,  The House of The Spirit dan  Dracula-nya Bram Stokers.

Seorang teman (yang nge-ustadz/filsuf) pernah berusaha menjelaskan hakikat cinta dengan cara sederhana membaginya menjadi dua; cinta ilahi dan cinta insani.
Dalam setiap hembusan nafas kita, dalam setiap sel darah kita, dalam setiap unsur-unsur yang terkandung dalam butiran tanah, terdapat cinta Ilahi yang acapakali tidak kita sadari. Dengan rahman-Nya, Allah SWT telah menampakkan indahnya pelangi lewat kedua mata kita; dengan kasihNya yang tiada batas, memperdengarkan merdunya gemercik air. Cinta kedua adalah cinta insani. Pada dasarnya, cinta ini juga timbul dari cinta Ilahi. Cinta laksana wujud, bahkan ia adalah wujud itu sendiri. Ia sangat terlihat gamblang, meski hakikatnya tersimpan di balik tirai misteri.

lul0Tersembunyikah cinta? Lalu mengapa cinta begitu misterius? Cinta bukanlah esensi dan kategori yang dapat diuraikan sebagai produk dari komposisi genus dan diferensia. Ia adalah frase hanya bisa diperlakukan sebagai sebuah terma ontologis dan eksistensial. Cinta hanya dapat dihayati, namun tak dapat disifati. Setiap orang mampu merasakan cinta, namun mustahil mensifati atau mendefinisikannya. (Aaaaach puching… ujar temanku yg males mikir..!)

Lalu bagaimanakah para sufi memandang “cinta”?  Kaum sufi membaginya menjadi dua; cinta natural dan cinta mistikal.
Cinta natural adalah cinta bersyarat, seperti cinta kita pada seorang sahabat karena ia bersikap baik terhadap kita. Sedang cinta mistikal tidak bersyarat. Ia cukup mencintai tapi tak butuh dicinta. Cinta ini laksana cinta ibu yang rela tidak tidur semalaman demi menemani anaknya yang sakit. Seorang ibu tak butuh balasan apakah kelak si anak membalas jerih payahnya atau tidak.

Kata Ibn al-Qayyim, “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas. Cinta adalah cinta itu sendiri.” Bukankah memperjelaskan suatu yang sangat jelas berarti mengaburkannya. Seorang penyair berpuisi:

Setiap perkataanku bicara tentang cinta
Tatkala mendatanginya, daku tersipu malu
Bahasa mulut memang bisa menerangkan
Tapi cinta lebih terang tanpa kata-kata

Para sufi menganggap Allah SWT sebagai kekasih hakiki para pecinta sejati, kekasih-kekasih selain-Nya adalah jelmaan dari tajali-Nya. Cinta kepada tajalli-Nya dianggapnya sebagai cinta majazi yang secara vertikal menuju cinta sejatinya, yaitu Allah Swt. Para sufi percaya bahwa pada hakekatnya tidak ada suatu apapun kecuali eksistensi-Nya yang maha Esa. Semua makhluk adalah huruf-huruf yang terangkai indah dalam lembar wujud-Nya. Tintanya adalah cinta.

Cinta hanya bisa dipahami lewat pengalaman personal. Namun hakikatnya mustahil direngkuh hanya dengan sekali percobaan. Manusia tak mungkin mengarungi dan menggapai cinta sejati, karena cinta merupakan jalan tak berujung. Cinta tak pernah memuaskan pencandu yang selalu dicekik dahaga.

Besarkah pengaruh cinta? Demi cinta, subjek rela meniadakan dirinya sembari menganggapnya sebagai puncak kesempurnaannya. Laron yang mati akibat tersengat api lampu yang dipujanya. Semut ternggelam dan terbenam dalam gula yang dicintainya. Bagi sebagian orang, cinta lebih dari sekedar bernyawa. Karena itulah, mereka mengutamakannya atas kehidupan. (Wooow…getoo lo!)

Ironis, insan-insan modern kini mencari cinta (baca: cinta ragawi). Demi itu, mereka memburu alat-alat kecantikan, menghamburkan uang demi mempermak hidung dan dagu atau dada, merawat kuku bahkan (maaf) merias kemaluan, mengukir tatoo, mendatangi butik-butik fashion, mengubah gaya bicara dengan ‘indolish’ dan menata bahasa tubuh. Inilah imagologi cinta yang justru mengamputasi cinta.

Belajar kembali, “menulis ulang” setelah oprek sana-sini dari sumber artikel di : Wisdom of Success 

Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari

Mentari pagi, awal Desember 2012
@Lembah AL=GHADIR Punclut_Lembang

Tetaplah SEMANGAT Tetaplah SHALAWAT
~♥~اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ~♥~

 

Categories: Uncategorized
  1. 13 December 2012 at 8:12 pm

    Greate pieces. Keep writing such kind of info on your site.
    Im really impressed by it.
    Hi there, You have done an excellent job. I’ll certainly digg it and for my part recommend to my friends. I’m confident they’ll be benefited from this website.

  2. 6 March 2014 at 1:26 pm

    Hello There. I found your blog using msn. This is an extremely well written article.
    I’ll be sure to bookmark it and come back to read more of your
    useful info. Thanks for the post. I’ll certainly return.

  3. 4 May 2014 at 5:52 am

    Ever since then, Kitchen – Aid mixers have been the gold standard in home
    mixers. 3 Speed- Even though this is the lightest hand held mixer and the one with the fewest speeds,
    this is by no means a weak mixer. You initial need to understand how every single of them works and appear into the rewards and drawbacks of every one
    of these appliances.

  4. 16 September 2014 at 11:29 pm

    Excellent blog here! Also your web site loads up fast!
    What host are you using? Can I get your affiliate link to
    your host? I wish my site loaded up as quickly as yours lol

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: