Home > Uncategorized > Pledoi Ali

Pledoi Ali

Demi Tuhan awan dan halilintar
jubahku dipakai gelandangan
puisiku dibaca orang-orang gila
rumahku dijarah penyamun sahara
tamanku dirusak kawanan srigala

Siapa rajawali, siapa kurcaci?
Siapa ksatria, siapa pecundang?
Mana samudra, mana gelembung buih?
Mana lelangit, mana lubang ular?

Perih, debu di mata
Nyeri, duri di rongga
Sesak, batu di dada
pangeran tak bermahkota
sebatang kara

Mestikah kutabuh genderang perang?
niscaya iringan keranda bersambung
Mestikah kuterjang?
maka jerit penari istana melambung
Mestikah kutari-tarikan pedang?
dan menara masjid runtuh

aku hela napas
aku tengadahkan paras
aku labuhkan marah
aku patahkan pedang sebilah
aku serahkan kepada sejarah.

(Oleh: Muhsin Labib)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: