Home > Uncategorized > Lomba Lapar ala Ali

Lomba Lapar ala Ali

Suatu ketika al-Hasan dan al-Husain jatuh sakit. Nabi menganjurkan bahwa putrinya Fatimah sa dan menantunya Ali bernazar.
Nazar merupakan sebuah janji yang kalian ikrarkan kepada Allah. Sesuatu yang kalian lakukan sebagai tambahan untuk mencari keridhaan Allah jika keinginan kalian terkabulkan. Ali dan Fatimah melakukan nazar dengan melakukan puasa selama tiga hari untuk kesembuhan putra mereka. Pembantu mereka Fizza turut melakukan nazar.

Allah mengabulkan nazar mereka. Al-Hasan dan al-Husain sembuh.

Orang tua mereka memutuskan untuk berpuasa pada hari berikutnya untuk memenuhi janji mereka. Kedua putranya juga memutuskan untuk berpuasa.

Pada malam harinya saat waktu salat tiba, mereka salat bersama lalu duduk untuk berbuka puasa.

Ketika mereka baru saja akan duduk untuk menyantap hidangan berupa roti, terdengar ketukan pintu. Di depan pintu seorang miskin berdiri dengan wajah memelas meminta untuk diberi makan.

Masing-masing bergegas berlomba memberikan roti mereka kepada si pengemis. Mereka hanya meminum air untuk berbuka puasa.

Pada hari berikutnya, mereka kembali berpuasa. Kembali mereka hendak berbuka puasa dengan sekerat roti sisa yang telah dibakar pada pagi tadi.

Ketika mereka hendak menyantap roti itu, terdengar suara bocah meminta makanan. Meski lapar karena sejak kemarin hanya berbuka dengan air, masing-masing menghadiahkan jatah roti bakar itu kepada bocah yang mengaku yatim itu. Penghuni rumah dan pembantunya pun malam itu mengulang buka puasa dengan air putih.

Pada hari ketiga, peristiwa yang sama pun terjadi. Ketika mereka ingin duduk untuk berbuka puasa, terdengar suara lelaki yang menagku tunawisma mengetuk pintu untuk meminta makanan.

Meskipun mulut mereka sejak dua hari tidak kemasukan benda padat, mereka kembali memberikan potongan roti masing-masing kepada lelaki ibnu sabil itu.

Pada hari berikutnya, Rasulullah Saw datang menengok mereka dengan membawa kabar gembira bahwa Allah telah menurunkan sebuah surah yang disebut surah ad-Dar untuk memuji pengorbanan yang dilakukan oleh keluarga suci ini.

Sumber Rujukan:

Zamakhsyari, Tafsir Kasysyaf, vol. 4, hal 169

Categories: Uncategorized
  1. Abdul Hakim
    25 June 2013 at 8:57 am

    Selama 3 hari itu tidak sahur?

  2. 5 August 2013 at 1:15 pm

    Hmm it looks like your blog ate my first comment (it
    was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I submitted and say, I’m
    thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog writer but
    I’m still new to everything. Do you have any recommendations for first-time blog writers? I’d definitely appreciate it.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: