Home > Uncategorized > Bunuh Kami! Bangsa Kami Semakin Sadar

Bunuh Kami! Bangsa Kami Semakin Sadar

Setiap kali kezaliman semakin meluas, agama keadilan semakin diakui. Orang zalim dengan kezalimannya membuktikan kebenaran agama keadilan dan selamanya akan demikian. Firaun dengan kefiraunan dan penentangannya justru mengakui agama Musa. Abu Sufyan dengan penentangannya malah membuktikan kebenaran agama Rasulullah Saw. Mohammad Reza dengan penentangan, kemaksiatan dan kezalimannya justru membenarkan agama Islam.

Sebagaimana Allah membenarkan agama Islam lewat ulama dan cendekiawan, maka begitu juga agama Islam dibenarkan lewat orang-orang fasid dan fajir. Maknanya seperti yang telah saya katakan. Bukan membuktikan tapi terbukti. “Laa Yazaalu Yuayyidu Haadzad Diinu Bir Rajulil Fajir” (Agama ini senantiasa dibuktikan lewat orang fajir).

Bunuh kami! Bangsa kami semakin sadar.

Pelaku kezaliman yang menumpahkan darah orang tercinta kita ke atas bumi dengan sendirinya telah membenarkan agama Allah. Artinya, Allah menetapkan agamanya lewat orang itu. Dengan menumpahkan darah orang-orang kami yang tercinta, maka revolusi terbukti kebenarannya.

Revolusi ini harus tetap hidup!

Kebangkitan ini harus tetap hidup!

Kehidupannya bergantung pada tumpahnya darah orang-orang tercinta kami.

Tumpahkan darah kami!

Kami akan semakin abadi.

Bunuh kami! Bangsa kami akan semakin sadar.

Kami tidak takut akan kematian!

Kalian juga tidak mendapat manfaat dari kematian kami.

Bukti kelemahan kalian adalah membunuh para pemikir kami di kegelapan malam. Karena kalian tidak punya logika. Bila kalian dapat berpikir logis, maka sudah pasti kalian akan berdialog dan membahas. Karena kalian tidak berlogika, maka cara berpikir kalian adalah teror. Logika Islam menolak teror. Islam memiliki logika. Akan tetapi dengan meneror pribadi-pribadi besar kami, maka Islam terbukti kebenarannya.

Kebangkitan kami tetap hidup. Seluruh kalangan masyarakat Iran akan kembali memulai kehidupannya. Bila sebelumnya mereka terlihat lemah, maka sekarang mereka telah hidup kembali. Bila pribadi besar ini meninggal biasa saja di atas tempat tidurnya, maka kebenaran agama Allah tidak terbukti. Bila bukan karena syahadah pribadi besar ini, maka tidak akan muncul gelombang kebangkitan seperti ini. Sekarang gelombang kebangkitan telah menyebar di seluruh dunia. Di seluruh dunia yang mencintai Islam.

Saudara-saudaraku jangan takut mati!

Seseorang yang menganggap kematian sebagai sebuah kebinasaan, maka ia harus menjadikan “Laa Tulquu…” sebagai pedomannya.

Kematian bukan kebinasaan, tapi kehidupan. Alam yang di sana itulah kehidupan, sementara alam ini adalah kematian.

Jangan takut mati dan kita tidak takut akan kematian!

Mereka yang seharusnya merasa takut. Karena kematian menurut mereka adalah kebinasaan dan kehancuran. Mengapa seorang Muslim harus takut akan kematian? Mengapa ulama takut akan kematian? Agama dan ajaran ini abadi. Agama Islam akan tetap abadi. Kebangkitan ini akan tetap ada selamanya, sehingga tercerabut akar-akar busuk yang berada di dalam tanah. Sehingga semua akar kebusukan itu putus. Sehingga gagal semua konspirasi lemah.

Semoga Allah menerima kalian! Yaa Allah! Terimalah saudara dan saudari kami yang bermanfaat bagi Islam dan memajukan kebangkitan ini. Sekarang kita semua harus bergerak maju!

(Sahifah Imam, jilid 7, hal 183-184. Pidato Imam Khomeini ra memperingati syahadah Murtadha Muthahhari)

(IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: