Home > Uncategorized > Jangan Salah Berdoa

Jangan Salah Berdoa

Jangan Salah Berdoa, Bisa-Bisa Anda Mengharapkan Bencana

روی عن ابی الحسن الرِّضَا علیه السلام قال:
رَأَى عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ علیه السلام
رَجُلًا يَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ وَ هُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الصَّبْرَ قَالَ فَضَرَبَ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ علیه السلام عَلَى كَتِفِهِ قَالَ سَأَلْتَ الْبَلَاءَ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ وَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ‏فَإِنَّ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ خَيْرٌ مِنَ الصَّبْرِ عَلَى الْبَلَاء  [*]

Diriwayatkan Imam Ali al-Ridha as berkata; “[Imam] Ali Zainal Abidin as melihat seorang yang tengah  bertawaf di Ka’bah sambil berdoa ya Allah aku memohon kesabaran dari-Mu, maka [Imam] Ali Zainal Abidin menepuk pundak orang itu dan berkata: sesungguhnya kau telah meminta bencana (bala’)dari Allah Swt. Katakan,”Ya Allah!Aku memohon keselamatan dan syukur atas keselamatan dari-Mu, karena sesungguhnya mensyukuri keselamatan lebih baik dari kesabaran menghadapi bencana.”

Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan hadis tersebut dan mengatakan, “Ada tiga jenis kesabaran. Kesabaran dalam ketaatan, kesabaran dalam maksiat, dan kesabaran dalam musibah. Permohonan kesabaran berarti agar hati dapat menghadapi bencana yang datang menimpa. Berarti doa diberi kesabaran pada hakikatnya adalah doa yang mengharapkan bencana. Oleh karena itu Imam Ali Zainal Abidin menilai orang itu sedang meminta bencana pada dirinya.”

“Doa yang harus dibaca adalah agar Allah Swt memberikan kita keselamatan dan pensyukuran nikmat keselamatan tersebut. Doa ini adalah kebalikan doa yang meminta mengharapkan bencana itu.”

“Ini adalah riwayat yang dalam maknanya. Penyukuran atas nikmat keselamatan yang diberikan oleh Allah Swt lebih baik dari kesabaran menghadapi bencana. Karena ketika menghadapi bencana, seseorang tidak memiliki pilihan lain. Bencana itu menimpa, lalu apa yang harus ia lakukan? Kesabaran menghadapi bencana tidak memiliki nilai tinggi [karena faktor keterpaksaan]. Nilainya juga sekadar pada tidak bingung dan kalut saja. Akan tetapi ketika Allah Swt memberikan nikmat keselamatan kepada kita dan pensyukuran atas nikmat tersebut ada di tangan kita, maka nilai syukur tersebut lebih tinggi dari kesabaran menghadapi bencana.”

“Kita harus belajar cara berdoa dengan benar dari para wali Allah. Kita tidak tahu bagaimana kita harus berdoa. Para wali Allah akan menilai kita dari sisi keimanan dan mereka yang akan mengajarkan kepada kita bagaimana cara berdoa.” (IRIB Indonesia/MZ)

[*]بحارالانوار ج92 ص 285 و ص

Proudly Powered by Ama Salman

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: