Home > Uncategorized > Perempuan Licik

Perempuan Licik

Seorang perempuan jatuh cinta kepada seorang pemuda yang berasal dari warga Anshar. Tapi setiap usaha yang dilakukan ternyata tidak mampu menarik perhatian pemuda yang bertakwa itu. Oleh karenanya, ia tengah menyusun rencana memfitnah untuk membalas sakit hatinya.

Suatu hari ini memecahkan sebuah telur dan putih telur dioleskan ke pakaiannya, tepat berada di antara pahanya. Dengan cara ini ia akan menuduh pemuda itu telah melakukan tindakan tidak terpuji atasnya. Ia lalu mendatangi Khalifah Umar bin Khattab. Kepada Khalifah ia berkata, “Wahai Khalifah! Pemuda ini telah menistakan aku!” 

Mendengar pengaduan perempuan itu, Khalifah Umar memutuskan untuk menjatuhkan hukuman terhadap pemuda Anshar itu. Sementara sang pemuda senantiasa bersumpah bahwa ia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan perempuan itu. Ia meminta Khalifah Umar untuk meneliti lebih lanjut tuduhan perempuan itu. Kebetulan Imam Ali sa ikut hadir dalam peradilan kasus itu. Khalifah Umar kemudian melihat beliau dan berkata kepadanya, “Wahai Ali! Apa pendapatmu terkait pengaduan perempuan ini?”

Imam Ali melihat dengan seksama pada bekas berwarna putih di pakaian perempuan itu dan berkata, “Ambilkan aku air panas yang baru mendidih dan tuangkan di atas pakaian perempuan ini, tepat di atas bekas warna putih!”

Ketika mereka membawa air panas dan menuangkannya di atas pakaian perempuan tadi, Imam Ali kembali memperhatikan pakaian perempuan itu yang ada bekas putih tadi, lalu memandang wajah perempuan itu. Imam Ali mencela perempuan itu, sehingga kemudian ia mengakui perbuatannya. Dengan cara yang dilakukan oleh Imam Ali, segala makar yang direncanakan oleh perempuan licik itu terbongkar. Berkat Imam Ali  pemuda Anshar itu terbebaskan dari hukuman yang telah dijatuhkan oleh Khalifah Umar.

(Furu’ al-Kafi, Kitab al-Qadha wa al-Ahkam, Bab al-Nawadir, Hadis ke-4. Tahdzib, Bab al-Ziayarat fi al-Qadhaya wa al-ahkam, Hadir ke-55)

Proudly Powered by Ama Salman al-Banjari

Categories: Uncategorized
  1. Ammar Dalil Gisting
    22 March 2012 at 4:16 pm

    Ooh.. Btp bijak dan adilnya Imam Ali as…., sblm mmtskan suatu prkara, bliau mlkukan pnyldikan trlbih dahulu…
    Tapi anehnya, mengapa ummat saat itu brpaling kpd orang2 tdk mmliki kebijaksanaan… dan mninggalkan Imam Ali as, orang yg tlh dipilih Nabi Saww sbg penerus risalah kenabian..?? Syukron wa Salam…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: