Home > Uncategorized > Dialog Cinta Guru dan Murid

Dialog Cinta Guru dan Murid

“Aku mencintaimu, wahai Malik,” kata Imam Ja’far ash-Shadiq (sa) setelah tamunya itu duduk di atas permadani seraya bersandar dengan nyaman di bantal yang menempel ke dinding. Sebenarnya, sang tamu, Imam Malik, adalah murid dari Imam Shadiq (sa). Tapi, penghormatan yang sangat besar Imam Shadiq kepada muridnya itu membuatnya memperlakukan sang murid layaknya seorang tamu agung.   Peristiwa sambutan itu sangat berkesan bagi Imam Malik. Apalagi selama kunjungan ilmiahnya ke Madinah dan Mekkah itu, Imam Malik juga menyaksikan hal-hal yang luar biasa dari sang guru (Imam Shadiq).

Inilah penuturan Imam Malik,  “Demi Allah, aku tidak pernah sekalipun menemuinya kecuali beliau sedang salat, puasa, atau sedang membaca Al-Qur’an.

Suatu hari, aku berhaji bersamanya. Ketika tiba saatnya berihram dan mengucapkan talbiah, bergetarlah seluruh tubuhnya. Lidahnya kelu dan tak mampu mengucap kalimat apapun. Aku katakan kepadanya, ‘Ya Aba Abdillah, setelah berihram anda harus mengatakan ‘Labbayka Allahumma Labbayka -kupenuhi panggilan-MU Ya Allah.’ Mendengar kata-kataku, ia menjawab, ‘Wahai Malik, aku sungguh takut, ketika kukatakan ‘Labbayka Allahumma Labbayka,’ Allah lalu menjawab seruanku dengan jawaban, ‘La Labbayka wa La Sa’dayka – tak ada sambutan dan tak ada kebahagiaan bagimu.   ‘Itulah sepenggal cerita dari Imam Malik sebagaimana yang tercantum dalam kitab Al-Khisal: 167.

Kaum Muslimin dunia kemudian mengenal Imam Malik sebagai Imam salah satu madzhab besar dunia, yaitu Mazhab Maliki. Sedangkan sang guru, Imam Shadiq, punya pengikut yang dikenal sebagai kelompok Syi’ah. Keduanya memiliki identitas masing-masing yang berbeda satu sama lain. Berabad-abad kemudian, ada di antara para pengikut kedua madzhab itu yang sedemikian fanatik terhadap perbedaan itu, untuk kemudian menjadikannya sebagai sumber perpecahan. Penghormatan Imam Shadiq (sa) terhadap Imam Malik, dan juga kekaguman Imam Malik kepada Imam Shadiq tidak pernah lagi diingat apalagi diceritakan.

SALAM BAHAGIA

Tetap SEMANGAT Tetap SHALAWAT…!

Powered by Ama Salman al-Banjari

Categories: Uncategorized
  1. ismangil
    24 February 2012 at 7:23 pm

    ijin copy akhi…syukron

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: