Home > Uncategorized > Kebaikan & Kecintaan

Kebaikan & Kecintaan

Seseorang mendatangi Imam Husein as dan berkata, “Wahai Husein! Aku mendengar dari kakekmu berkata, “Setiap kali engkau membutuhkan sesuatu, maka sampaikanlah itu hanya kepada empat orang; orang Arab terhormat, tuan yang dermawan, pengamal al-Quran dan orang yang wajahnya enak dipandang…”
Imam Husein as langsung memahami bahwa orang itu punya kebutuhan, namun beliau memilih diam sambil menanti apa kesimpulan yang akan diambil dari ucapan Rasulullah Saw.

Orang itu kemudian melanjutkan ucapannya, “Adapun orang Arab yang menjadi mulia karena Rasulullah Saw, maka saya melihat kemuliaan itu ada pada Anda. Al-Quran juga diturunkan di rumahmu dan wajahmu enak dipandang. Karena saya mendengar dari Rasulullah, “Setiap kali engkau ingin melihat wajahku, maka lihatlah Hasan dan Husein…”
Imam Husein as yang dari tadi hanya terdiam menampakkan senyumnya dan berkata, “Katakan apa kebutuhanmu!”
Orang itu menuliskan apa yang diinginkannya di atas tanah dengan jarinya.

Imam Husein as berkata, “Kakekku Rasulullah Saw bersabda, “Kebaikan dan Kecintaan kepada seseorang harus sesuai dengan pemahaman dan pengetahuannya.” Oleh karena itu, saya akan bertanya kepadamu tiga pertanyaan. Setiap jawaban yang benar, maka sepertiga dari uang yang akan kuberikan kepadamu menjadi milikmu.”

Orang itu berkata, “Tanyalah aku! Bila mampu, maka aku akan menjawab pertanyaanmu dan bila tidak mampu, maka jawabannya akan aku dengar sendiri dari lisanmu.”

Imam berkata, “Apa amal yang paling baik?”
Orang itu menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Imam bertanya kembali, “Apa jalan yang dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran?”
Dijawab oleh orang itu, “Kepercayaan dan tawakal kepada Allah Swt.”
Untuk ketiga kalinya Imam Husein as bertanya, “Apa hiasan manusia?”
“Ilmu yang disertai kesabaran,” Jawabnya.
Imam kemudian bertanya, “Bila tidak ada orang alim?”
Orang itu berkata, “Kekayaan yang disertai kedermawanan.”

Sambil tersenyum Imam bertanya kembali, “Bila tidak ada kekayaan?”
Dijawabnya, “Kemiskinan yang disertai kesabaran.”
Imam kembali bertanya, “Bila tidak ada kesabaran?”
Orang itu menjawab, “Api akan turun dari langit dan membakarnya.”

Imam Husein as begitu senang akan pemahaman yang dimiliki orang itu. Kemudian beliau kembali tersenyum dan memberikan sebuah kantong berisi uang kepada orang itu ditambah cincin beliau.
Setelah itu Imam Husein as berkata, “Dalam kantong ini ada 1000 dinar yang dapat engkau pakai untuk membayar utang-utangmu dan utang saudaramu. Sementara cincin yang aku berikan kepadamu dapat engkau jual untuk membeli makanan untuk keluargamu.”
Gembira mendapati kedermawanan Imam Husein as, orang itu berkata, “Allah Maha Mengetahui untuk meletakkan risalah-Nya kepada keluarga yang mana.”

Sumber: “Sad Pand va Hekayat” Husein (IRIB Indonesia)…

Categories: Uncategorized
  1. ammar dalil
    27 December 2011 at 11:58 am

    “Subhanallah…! Lur biasa…. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad wa ‘ajjil farajahum…!”

  2. 8 January 2012 at 12:42 am

    Alhamdulillah.. bertambah lagi kecintaan kepada imam husain as.

  3. lailasayang
    23 October 2012 at 8:45 am

    Subahanallah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: