Home > Uncategorized > Mengapa Doa Kita tidak Dikabulkan?

Mengapa Doa Kita tidak Dikabulkan?

Ketika Imam ‘Ali bin Abî Thâlib sa. hendak mengakhiri khotbah Jumatnya dengan mengajak kaum muslim untuk berlindung kepada Allah ‘azza wa jalla dari tujuh musibah besar dengan menyerukan, “Wahai manusia, ada tujuh musibah besar yang kita mesti berlindung darinya: (1) âlimin zalla (ulama yang tergelincir), (2) ‘âbidin malla (ahli ibadah yang menjadi bosan dengan ibadahnya), (3) mu`minin khalla (orang beriman yang menjadi tidak setia kepada Allah), (4) mu`taminin ghalla (orang yang terpercaya kemudian berkhianat), (5) ghaniyyin aqalla (orang kaya yang jatuh miskin), (6) ‘azizin dzalla (orang mulia yang menjadi hina) dan (7) faqîrin i‘talla (orang miskin yang sakit-sakitan).”

Setelah beliau menyebutkan tujuh musibah besar itu, tiba-tiba ada orang yang bertanya kepada beliau, “Kamu benar wahai Amîrul Mu`minîn, kamu adalah kiblat pada saat kami tersesat, dan kamu adalah cahaya ketika kami dalam gelap gulita, namun kami ingin menanyakan kepadamu tentang firman Allah yang maha tinggi, Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Aku kabulkan doa kamu. Kami ini sering berdoa, tetapi mengapakah doa-doa kami tidak dikabulkan?”

Beliau berkata, “Doa-doa kamu tidak dikabulkan, karena hati-hati kamu telah berkhianat dengan delapan perkara:

Pertama, bahwa kamu telah mengenal (ma’rifat) kepada Allah, tetapi kamu tidak menunaikan hak-hak-Nya sebagaimana yang Dia wajibkan atas kamu, oleh karena itu ma’rifat kamu tidak berguna.

Kedua, bahwa kamu telah mengatakan beriman kepada Rasul-nya, tetapi kemudian kamu berpaling dari sunnahnya dan mematikan syari’ahnya, maka mana buah dari keimananmu itu?

Ketiga, bahwa kamu telah menbaca kitab-Nya yang Dia turunkan kepada kamu, tetapi kamu tidak mengamalkannya. Kamu telah mengatakan: Sami’nâ wa atha’nâ (kami mendengar dan kami taat), tetapi kemudian kamu berpaling.

Keempat, bahwa kamu takut kepada api neraka, namun kamu setiap waktu mendekatinya dengan berbagai kemaksiatan kamu, mana buktinya rasa takut kamu kepada api neraka itu?

Kelima, bahwa kamu mengharapkan surga, namun kamu pada setiap saat melakukan amal yang menjauhkan diri kamu darinya, mana buktinya keinginan kamu masuk ke dalam surga itu?

Keenam, bahwa kamu sering memakan nikmat Maulâ (Allah yang memberikan karunia), namun kamu tidak pandai mensyukuri-Nya.

Ketujuh, bahwa Allah telah menyuruh kamu untuk memusuhi syaithan sebagaimana firman-Nya, Sesungguhnya syaithan itu musuh kamu, maka jadikanlah dia itu musuh. Ternyata kamu hanya memusuhinya dengan kata-kata kamu saja padahal sebenarnya kamu itu pengikut syaithan, karena kamu berpaling (dari Al-Quran dan Ahlulbait Nabi)

Kedelapan, bahwa kamu telah menjadikan aib-aib orang lain di depan matamu, sementara aib-aib kamu sendiri kamu tempatkan di belakang punggungmu, kamu cela orang lain padahal kamulah orang yang lebih patut untuk mendapatkan celaan. Jika keadaan kamu demikian, maka doa yang mana saja yang kamu sampaikan tentu tidak akan dikabulkan, sebab kamu sendiri yang telah menutup pintu-pintu pengkabulannya serta jalan-jalannya.

Agar doa kamu dikabulkan, maka lakukan lima perkara ini: (1) hendaklah kamu ber-taqwâ kepada Allah, (2) perbaikilah amal perbuatan kamu, (3) Sucikanlah hati-hati kamu, (4) suruhlah (orang lain) dengan kebaikan dan (5) cegahlah (manusia) dari melakukan kemungkaran.” []

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: