Home > Uncategorized > Pemimpin Hingga Kiamat

Pemimpin Hingga Kiamat

Jibril al-Amin berkata, ‘Ya Muhammad, selamat, atas apa yang telah Allah anugerahkan untukmu tentang saudaramu.’

Rasulullah saw bertanya, ‘Apa itu, ya Jibril?’

Jibril menjawab, ‘Allah SWT telah memerintahkan umatmu untuk menjadikannnya sebagai pemimpin hingga hari kiamat, dan menurunkan kepadamu,  ‘Sesungguhnya wali (pemimpin) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat dalam keadaan ruku.'”

Imam Ali bin Abi Thalib (as) Dalam Pandangan Non Muslim

Thomas Carlyle  (1795-1881)   Sejarawan Skotlandia, krtikus, dan penulis sosiologi.

“Sebagai seorang Ali yang masih muda, seorang pun tidak dapat bisa seperti dia. Seorang makhluk cendekia terhormat, seperti yang dia tunjukan pada dirinya, sekarang dan setelahnya; penuh dengan kasih sayang, keberanian yang membara. Kesopanan dalam dirinya, berani seperti singa; tetapi  penuh dengan kelembutan, kebenaran dengan kasih sayang; dan kasih sayang layaknya seorang  ksatria kristen .”[On Heroes, Hero-Worship, And The Heroic In History, 1841, Lecture 2: The Hero as Prophet. Mahomet: Islam., 8 Mei 1840)]

Edward Gibbon (1737-1794)  Sejarawan Inggris  terbesar di masanya.

“Semangat dan kebesaran nama Ali tidak akan pernah dilampaui oleh pengikut agama manapun. Dia menggabungkan kecakapan seorang penyair, tentara, dan orang suci. Kebijakannya akan senantiasa hidup dalam sebuah koleksi moral dan ucapan-ucapan religius; dan setiap musuh dalam pertempuran. Lidah maupun pendang tertundukkan oleh kefasihan dan keberaniannya. Dari detik pertama kerasulan sampai saat terakhir pemakaman, Rasulullah tidak pernah dilupakan oleh teman yang dermawan, yang kepadanya, Nabi dengan senang menunjukkannya sebagai saudara, walinya, seperti kesetiaan Harun terhadap Musa.” [The Decline and Fall of the Roman Empire, London, 1911, jil. 5, hal. 381-2]

Philip Khuri Hitti (1886-1978)   Profesor bahasa Semit di Universitas Princeton

“Berani dalam bertempur, bijak dalam nasihat, fasih dalam berbicara, murah hati pada setiap musuh, ia menjadi teladan terbaik bangsawan Muslim dan Ksatria dan Solomon dlm tradisi bahasa Arab, diantara nama-nama puisi dan peribahasa, sermonet dan anekdot yg tak terhitung banyaknya.” [History of the Arabs, London, 1964, hal 183]

Sir William Muir (1819 – 1905) Cendikiawan & negarawan Skotlandia.  Pejabat Menteri Luar negeri utk pemerintahan India dan juga Letnan Gubernur Provinsi Northwestern.

“Diberkahi dengan kecerdasan yang bening (cemerlang), hangat dalam kasih sayang, dan sahabat yang dapat dipercaya, sejak usia dini dia telah mengabdikan diri dan hatinya pada Nabi saw. Sederhana, tenang tidak berambisi; ketika dia menguasai setengah dunia Islam, itu karena dorongan bukan pencarian.”[The Life of Mahomet, London, 1877, hal. 250]

Dr. Henry Stubbe (1632-1676)  Ahli klasik, ahli polemik sastra, dokter, dan  filosof.q

“Dia sangat menjauhi dunia, yang gemerlap dan penuh hiasan, dia sangat takut pada Allah, memberi banyak sedekah, semua itulah perbuatannya, yang sangat rendah hati dan ramah; kecerdasannya sangat jauh melebihi kepandaian orang pada umumnya, dia cepat menangkap pelajaran, bukan ilmu pengetahuan yang berakhir dalam spekulasi tetapi yang bertahan karena dipraktikkan.”[An Account of the Rise and Progress of Mahometanism, 1705, hal. 83]

Gerald de Gaury (1897 – 1984) Tentara terpandang dan diplomat.

“Dia adalah penasehat yang bijaksana dan berani di medan perang, jujur pada teman-temannya dan murah hati kepada musuh-musuhnya. Dia adalah teladan sepanjang masa kaum muslim dan para ksatria.”[Rulers of Mecca, London, 1951, hal. 49]

Wilferd Madelung  Profesor bahasa Arab di Universitas Oxford

“Di hadapan kemunafikan klaim Bani Umayah akan legitimasi kemerdekaan dalam Islam sebagai khalifah Allah di bumi ini, dan dalam pandangan pengkhianatan Umayah, pemerintahan yang sewenang-wenang dan pemecah belah, dan pendendam yang jahat, mereka tetap mengapresiasi kejujurannya (Ali), pengabdiannya yang kokoh untuk kemenangan Islam, kesetiaannya yang mendalam, perilaku yang adil terhadap pengikutnya, dan kemurahan hatinya dalam memaafkan musuh-musuhnya.” [The succession to Muhammad: a study of the early caliphate, Cambridge, 1997,   hal. 309-310]

Charles Mills (1788 – 1826)  Penulis sejarah terkemuka di masanya

“Sebagai kepala keluarga Bani Hasyim, sepupu serta menantu pribadi yang dihormati bangsa Arab (Nabi Muhammad saw.)…, nampak indah bahwa Ali tidak langsung menjabat sbg khalifah setelah wafatnya Muhammad.  Kelebihan dalam kelahirannya dan pernikahannya menambah kedekatannya kepada Nabi saw. Putra Abu Thalib ini  ialah salah satu pemeluk agama Islam yang pertama dan sebutan populer Muhammad baginya adalah Harun bagi Musa kedua. Bakatnya sebagai orator, dan tak kenal takut sebagai panglima perang, dikagumi bangsanya atas keputusan beraninya dan perkataan fasihnya yang bijaksana.”[An History of Muhammedanism, London, 1818, hal. 89]

Simon Ockley (1678-1720)  Profesor bahasa Arab di Universitas Cambrige.

“Satu hal yang sangat patut di perhatikan adalah bahwa ibunya melahirkan dia di Mekah, di Baitullah itu sendiri, yang tidak pernah terjadi pada siapapun.”[History of the Saracens, London, 1894, hal. 331]

Washington Irving (1783-1859)  Dikenal sebagai “Sastrawan Amerika pertama”

“Dia berasal dari cabang mulia suku Quraisy. Dia memiliki tiga kualitas paling berharga bangsa Arab: keberanian, kefasihan, dan rendah hati. Jiwa pemberaninya telah mendapatkan gelar dari Nabi saw.—Sang Singa Allah, ciri khas kefasihannya masih tersimpan dalam beberapa ayat dan perkataannya diantara bangsa Arab; dan kerendahanhatinya termanifestasikan dlm berbagi di antara sesama, setiap Jumat, apa yg masih tersisa dlm perbendaharaannya. Dari kerendahanhatinya, kita sudah diberikan berulang kali tentang suri teladannya; kemuliaannya menolak semua kesalahan dan kejahatan, dan tidak ada perilakunya yang berbau egoisme.”[Lives of the Successors of Mahomet, London, 1850, hal. 165]

“Dia adalah salah satu yang terakhir dan paling berharga dalam masa awal muslim, di mana penyerapan antusias agamanya sebagai sahabat dari Nabi saw sendiri, dan mengikutinya hingga contoh yang paling sederhana sekalipun. Dia adalah pembicara yang dimuliakan ketika khalifah pertama menyetujui beberapa perlindungan untuk “Sastra Indah”. Dia menyukai puisi yang dia sendiri sangat berbakat. Banyak pepatah dan peribahasa yang di gubahnya sudah di terjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Kemahirannya telah melahirkan karya: “Kerajaan Milik Tuhan”. Satu dari perkataannya menunjukkan nilai kecil yang dia tetapkan dalam kemuliaan fana dunia ini, ‘Hidup hanyalah bayangan sebuah awan -mimpi seorang penidur’.”[Lives of the Successors of Mahomet, London, 1850, hal. 187-8]

Robert Durey Osborn (1835-1889) Mayor  Bengal Staff Corps.

“Sepeninggalannya– muslim yang hatinya penuh dengan kebenaran dan sebaik-baiknya muslim di mana sejarah Muhammad telah menyimpan dan mengingatnya.”[Islam Under the Arabs, 1876, hal. 120]

Salam bagimu Ya Amiral Mukminin…!

@Bandoeng, 19 Ramadhan 1432H

Powered by Ama Salman al-Banjari

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: