Home > Uncategorized > Economic Hit-men : Perampok Ekonomi

Economic Hit-men : Perampok Ekonomi

“Secara jujur saya katakan bahwa kami para economic hit men (perampok ekonomi) telah berhasil menciptakan imperium global pertama di dunia; yang sebenarnya sebuah imperium rahasia.” – John Perkins, ‘mantan economic hit-man‘.

Kami melakukannya dalam berbagai cara, tapi prinsipnya, kami mengidentifikasi sebuah negara yang memiliki sumber daya yang diidamkan para perusahaan, seperti minyak; mengatur pinjaman yang besar untuk negara itu dari Bank Dunia atau salah satu saudaranya. Uang itu sebenarnya tidak pernah diterima negara; tapi pergi ke perusahaan kami sendiri untuk membangun proyek infrastruktur di negara itu yang membantu sedikit orang kaya, tapi tidak menguntungkan mayoritas rakyat, yang terlalu miskin untuk membeli listrik atau memiliki mobil untuk berkendara di jalan raya. Tapi, mereka meninggalkan utang yang sangat besar yang tidak bisa mereka bayar.

Jadi ada saatnya kami kembali dan mengatakan, “Kamu tahu, kamu tidak bisa membayar utang. Beri kami setengah kilo daging. Jual minyak kamu yang sangat murah itu kepada perusahaan kami. Pilih kami di pemilihan penting PBB nanti. Izinkan kami untuk membangun pangkalan militer di halaman kamu.” Sesuatu semacam itu.

Ketika kami gagal… serigala (jakal) masuk dan menggulingkan atau membunuh para pemimpin ini. Jika serigala juga gagal, seperti di Irak, maka kami kirim pasukan militer.

Saya kira ini bukan kegagalannya kapitalisme. Saya kira ini jenis khusus dari kapitalisme yang kami kembangkan dalam tiga puluh atau empat puluh tahun terakhir. Bentuk mutan dari kapitalisme ini, yang saya pikir sebuah bentuk predator dari kapitalisme, telah menciptakan sebuah dunia yang sangat tidak stabil berkepanjangan, tidak adil, dan sangat-sangat berbahaya.

Kita harus memahami bahwa salah satu akar penyebab terorisme—saya sendiri tidak suka dengan kata “terorisme”, karena saya pikir itu bukan yang sebenarnya—ia sejumlah kelompok beraneka ragam di seluruh dunia. Tapi dalam setiap—hampir setiap kasus, ia muncul dari rasa lapar, dari rasa putus asa. Saya bertemu banyak teroris. Saya wawancarai mereka untuk sejumlah buku. Saya tidak pernah bertemu seseorang yang ingin menjadi teroris.

Saya belum pernah bertemu siapapun yang ingin menjadi seorang teroris. Mereka orang-orang yang kehilangan harapan. Kalau kita ingin menyingkirkan terorisme, kita harus menyingkirkan akar penyebab, yaitu kanker yang menghancurkan seluruh sistem kita.

Saya pikir sangat penting bahwa kita memahami hari ini; kita tidak bisa memiliki tanah air yang aman kecuali kita memahami bahwa seluruh bumi ini adalah tanah air kita.

Ama @Posted by

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: