Home > Uncategorized > Jangan Jadi Budak Cinta Yang Sementara

Jangan Jadi Budak Cinta Yang Sementara

Setelah burung Hudhud selesai bercerita, burung-burung yang lain mulai bersemangat membahas kebesaran Sang Raja, dan dipenuhi kerinduan untuk menerimanya sebagai penguasa mereka. Semuanya tidak sabar untuk segera berangkat. Mereka memutuskan untuk pergi bersama; masing-masing ingin menjadi sahabat yang lainnya dan menjadi musuh untuk dirinya. Tetapi, ketika mereka menyadari betapa  jauhnya perjalanan dan betapa beratnya menempuh perjalanan itu, mereka mulai ragu.

Walaupun setiap burung sudah berniat untuk menempuh perjalanan , masing-masing mengajukan keberatan. Burung Bulbul yang sedang kasmaran , maju kedepan dengan penuh perasaan. Ia mencurahkan gelora hatinya pada ribuan nada lagu-lagunya. Pada setiap nada ada satu alam rahasia. Ketika ia menyanyikan seluruh misteri ini, burung-burung menjadi bungkam . “Rahasia cinta sudah aku ketahui”, kata dia. “Sepanjang malam, aku ulang  lagu-lagu cintaku. Tidak adakah Dawud  yang malang  supaya aku dendangkan baginya mazmur  cinta yang penuh kerinduan ? Rintihan seruling yang manis terjadi karenaku, begitu pula jeritan suara biola. Kuciptakan goncangan di antara bunga mawar dan juga hati para pecinta. Selalu ku ajarkan misteri baru. Setiap saat  aku ulangi lagu-lagu derita yang baru. Ketika cinta menguasai jiwaku, nyanyianku seperti lautan yang mendesah. Siapa saja yang mendengarku, meninggalkan akal sehatnya walaupun ia termasuk orang bijak.                                          

 evy

Jika aku berpisah dari mawar kesayanganku, aku berduka cita. Kuhentikan nyanyianku  dan tidak kuceritakan rahasiaku kepada siapapun . Rahasiaku tidak diketahui siapapun, hanya sang Mawar  yang tahu dengan pasti. Begitu dalamnya aku mencintai sang Mawar, aku tidak pernah memikirkan wujudku sendiri. Aku hanya memikirkan sang Mawar dengan putik sarinya. Perjalanan menuju Simorgh  di luar kemampuanku. Cinta sang Mawar  sudah cukup bagi burung bulbul. Utuk dakulah  sang Mawar berbunga dengan ratusan putiknya; apalagi yang aku inginkan! Sang mawar  merekah hari ini  penuh dengan kerinduan dan ia tersenyum bahagia buatku. Ketika menampakkan wajahnya di balik kelambu, aku tahu itu dia lakukan untukku. Bagaimana mungkin sang bulbul  melewatkan satu malam pun tanpa kecintaan pesona ini ?”

Burung Hudhud menjawab : ” Hai Bulbul  yang terpesona oleh bentuk luar , berhentilah dalam kebahagiaan karena keterikatan kepada hal yang menipu . Kecintaan sang Mawar mengandung banyak duri ; Ia telah mengganggu dan mengusaimu . Walaupun Mawar itu indah , keindahannya akan segera hilang . Siapa saja yang mengejar kesempurnaan diri, tidak boleh menjadi budak bagi cinta yang segera berlalu. Jika senyum bunga Mawar membangkitkan gairahmu, senyum itu akan mengisi siang malammu hanya dengan rintihan . Tinggalkan Mawar , karena pada setiap musim semi yang baru , ia mentertawakanmu. Setelah itu , ia tidak pernah tersenyum lagi .Malulah kamu pada dirimu![]

Antapani-Bandung, 16 April 2011/ 12 Jumadil Awwal 1432 H

Sumber Tulisan: Diketik ulang Kokom Komariah dari Tafsir Sufi Al-Fatihah, KH Jalaluddin Rakhmat, Penerbit Rosda, Bandung, 2000.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: