Home > Uncategorized > Kecantikan

Kecantikan

Prolog buku KECANTIKAN, BENCANA ATAU KARUNIA

Kecantikan –yang dimanifestasikan dalam sosok perempuan– selalu menjadi bahan perbincangan, pusat perhatian, tema diskusi, syair, lirik dengan segala impactnya sepanjang garis sejarah. Ia telah menjadi sumber inspirasi seniman mulai dari pelukis, penari, pemahat, sampai sastrawan. Tidak hanya itu, kecantikan telah menjadi sumber konflik antar bangsa dan alasan perseturuan dari hilir hingga hulu. Berbagai kisah kejahatan dan misteri bermuara kepadanya. Wanita kadang dilukiskan sebagai tokoh antagonis hanya karena kecantikannya yang menyilaukan dan meliburkan daya kritis para penyidik. Intrik dan konspirasi dalam sejarah spionase tidak pernah sepi dari kecantikan sebagai salah satu bagian penting. Badai kecantikan menabrak semua kisi dan sekat, bahkan dalam kisah-kisah horor dan mistik. Vampire-vanmpire dan para mutan selalu dilukiskan sebagai makhluk estetis yang menyimpan keganasan di balik kemolekan. Singkatnya, kecantikan adalah spektrum nilai dan salah satu elemen peradaban umat manusia dengan segala makna afirmatif dan negatifnya.

Sebenarnya pesona kecantikan (wanita) sejak dulu hingga kini tidak pernah berkurang atau bertambah. Hanya saja pada jaman sekarang peran wanita yang lebih bervariasi diatas pentas kehidupan masyarakat, membuat wanita semakin menonjol untuk dibicarakan dan dibahas, terutama oleh kaum lelaki, dari afinitasnya sebagai sosok penggoda dan romantis sampai kedudukannya dalam roda perputaran ekonomi-kapitalisme.

Membicarakan kecantikan wanita tidak bisa terlepas dari bentuk tubuh, seksualitas, dan intelektualitasnya. Akan terlihat aneh apabila menggambarkan seorang wanita tanpa tambahan komentar khusus mengenai bentuk tubuh ataupun parasnya. Dari abad ke abad, dari jaman kecantikan khas Nefertiti (permaisuri “Fir’aun”, raja Mesir) hingga jaman yang sering dianggap sebagai abad microchip ini, kecantikan wanita selalu dianggap sebagai sumber “persoalan”. Ia dicari namun ditakuti, disenangi tapi kadang dibenci. Banyak yang bersyukur karena kecantikan, namun tak sedikit yang tersungkur karenanya.

Sebagai makhluk yang dilahirkan memiliki kemampuan kodrati memahami nilai logika (kebenaran), etika (kebaikan) dan estetika (keindahan), menjadi sangat wajar jika manusia kemudian menjadi makhluk yang sangat mendambakan dan menyukai kecantikan dan keindahan dirinya sebagai subjek dan lainnya sebagai objek. Berbeda dengan makhluk lain semisal tumbuhan atau hewan –yang secara alamiah juga lahir dengan kecantikannya masing-masing tapi tak mempunyai ikhtiar untuk mengembangkan dan meningkatkan kecantikannya– manusia selalu berusaha untuk tampil cantik dan terus-menerus mempercantik dirinya dan mempertahankannya dengan segala macam cara yang kadang mengakibatkan kenyerian dan kematian. Ini laksana kitab suci yang tak pernah berubah.

Usaha-usaha memperindah manusia mengalami dinamika dengan akselarasi yang unik. Tercatat dalam sejarah, mulai dari filosof, agamawan, sampai ahli ekonomi berusaha mendefinisikannya. Sebagian memandang kecantikan sebagai sekadar pencitraan ragawi yang bisa dibongkar-pasang sesuai kepentingan pasar. Sebagian lain beranggapan bahwa kecantikan adalah objek pemujaan dan sumber inspirasi yang tak akan pernah kering. Ada pula yang menafsirkan kecantikan sebagai manifstasi suprantural kemahindahan Tuhan yang tidak bersifat ragawi dan abadi.

Muhsin Labib on Tuesday, March 22, 2011 at 1:13am

Categories: Uncategorized
  1. 14 June 2014 at 6:30 pm

    We stumbled over here by a different website and thought I should check things out.
    I like what I see so now i’m following you. Look forward to checking out your web page
    for a second time.

    • kampoengsufi
      15 June 2014 at 6:02 pm

      Thank You

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: