Home > Uncategorized > Hakim Agung

Hakim Agung

Abu Hanifah hidup pada masa kekuasaan Khalifah Al-Mantsur, dari Dinasti Abbasiyah. Pada suatu saat, khalifah bermaksud untuk mengangkat seseorang sebagai Hakim Agung, waktu itu disebut dengan gelaran Qadi. Sezaman dengan Abu Hanifah, hidup pula tiga orang ulama besar lain; Sofyan Al-Tsauri, Mis’ar bin Qidam, dan Syuraih. Khalifah Al-Mantsur ingin memilih salah satu dari para ulama ahli fikih di kerajaannya untuk dijadikan sang Qadi.

Mereka pun dipanggil ke istana. Ketika keempat ulama itu berjalan bersama ke istana untuk memenuhi undangan khalifah, Abu Hanifah berpikir untuk menyusun sebuah rencana yang sungguh menarik. Keempat ulama itu memutuskan untuk menolak permintaan khalifah. Mereka membicarakan bagaimana caranya menolak permohonan itu tanpa menyinggung perasaan khalifah. Mau tidak mau, salah seorang di antara mereka harus menjadi hakim agung. Bila semua menolak, bencana akan mengancam mereka karena khalifah Al-Mantsur terkenal sebagai penguasa tiran yang amat keras. Kepada ketiga ulama lain, Abu Hanifah mengemukakan rencananya, “Aku akan menolak jabatan itu dengan caraku sendiri. Aku minta Mis’ar untuk berpura-pura gila; Sofyan untuk melarikan diri; dan Syuraih-lah yang akan dijadikan Qadi.”

Sofyan Al-Tsauri pun kabur ke sebuah pelabuhan dan bersembunyi di bawah kapal yang akan berlayar. Ketiga ulama lainnya berangkat menuju istana khalifah. Sesampainya di tempat itu, Al-Mantsur berkata kepada Abu Hanifah, “Engkaulah yang harus menjadi hakim agung!” Abu Hanifah menjawab, “Wahai Amiral Mukminin, aku bukanlah seorang Arab melainkan hanya sahabat orang-orang Arab. Pemimpin-pemimpin Arab tidak akan menerima keputusan hakim agung seperti aku.” Abu Hanifah berkata demikian karena ia berasal dari Persia sementara Al-Mantsur adalah keturunan dari Abbas, paman Rasulullah saw. Dengan mengemukakan alasan itu, ia meminta agar Al-Mantsur tidak mengangkatnya sebagai Qadi.

Al-Mantsur berkata, “Jabatan ini tidak ada hubungannya dengan garis keturunan. Yang dibutuhkan dalam jabatan ini adalah ilmu dan engkau adalah ulama paling terkemuka di zaman ini.” Abu Hanifah tetap mempertahankan alasannya dan berkata bahwa ia tidak cocok untuk jabatan setinggi itu. Al-Mantsur menjawab bahwa keberatan Abu Hanifah itu tak lain hanyalah kebohongan untuk menutupi ketidak-sediaannya. Abu Hanifah berkata, “Jika kukatakan bahwa aku tidak cocok untuk jabatan itu dan engkau mengatakan bahwa ucapanku adalah sebuah kebohongan, tentu tidak dibenarkan seorang hakim agung dari kaum muslimin untuk berbohong. Tidak benar pula mempercayakan kepada seseorang yang kau sebut sebagai pembohong, kehidupan, kekayaan, dan kehormatan yang kau miliki.” Dengan begitu Abu Hanifah berhasil mengelak dari jabatan hakim agung.

Setelah itu, Mis’ar bin Qidam tampil ke muka dan menjabat tangan Khalifah Al-Mantsur, seraya berkata, “Apa kabarmu dan kabar anak-anak serta hewan ternak piaraanmu?” Ulama itu mengatakan hal ini kepada sang penguasa tanpa sopan santun sama sekali. Ia menampakkan bahwa perbuatannya itu dilakukan di luar kesadarannya. “Keluarkan orang ini!” teriak Al-Mantsur, “ia sudah gila!”

Tinggallah seorang ulama lagi. Syuraih pun diberitahu bahwa ialah yang harus mengisi kekosongan jabatan Qadi. Seperti dua orang temannya yang lain, ia pun mengajukan keberatannya sendiri, “Aku ini mudah sedih dan senang melucu. Orang yang penyedih dan suka bercanda tidak layak menjadi hakim agung.” Khalifah Al-Mantsur meminta ia untuk meminum obat agar pikirannya pulih kembali. Akhirnya Syuraih diangkat menjadi Qadi.

Sejak Syuraih menjadi Qadi, Abu Hanifah tak pernah lagi berbicara kepadanya sepatah kata pun dan tak pernah berkunjung ke rumahnya sekali pun.

Keheningan Malam Bandoeng_Utara

Salam Bahagia (20 Maret 2011)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: