Home > Uncategorized > Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad

Ketika berhaji dan memeluk Hajar Aswad, Umar bin Khaththab berkata, “Kutahu demi Allah, bahwa engkau (hanyalah) sebongkah batu yang tak memberi mudharat maupun manfaat, dan jika tidak kulihat Rasulullah memelukmu, aku pun tak akan memelukmu.”

Akan tetapi, Imam Ali bin Abi Thalib ~salam baginya~ berkata, “Hai Abu Hafshah, janganlah berkata demikian, sebab Rasulullah tidak memeluknya (Hajar Aswad) kecuali karena hikmah yang diketahuinya, dan jika engkau telah membaca al-Quran dan memahami maknanya, sebagaimana orang-orang lain, engkau akan mengerti bahwa batu ini dapat membawa mudharat dan memberi manfaat bagimu. Batu ini bermata dua dan berbibir dua dan memiliki lidah tajam yang bersaksi bagi mereka yang telah memenuhi kewajiban terhadapnya.”

Umar lalu berkata, “Tunjukilah aku hal itu di dalam Kitabullah, wahai Abul Hasan.” Imam Ali as berkata, “Allah Yang Maha Agung berfirman, ‘Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengembil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Benar (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’”

Jadi, ketika mereka memastikan ketaatan mereka kepada-Nya, Dia membuat perjanjian dengan mereka bahwa mereka akan berziarah ke Rumah Suci-Nya. Dia lalu menciptakan perkamen (kertas dari kulit) yang lebih halus daripada air dan mengatakan kepada sang Pena, ‘Tulislah pemenuhan kewajiban berziarah makhluk-Ku di atas perkamen ini,’ lalu dikatakan kepada Hajar (Aswad), ‘Bukalah mulutmu,’ batu (itu) membuka dan kertas (perkamen) dimasukkan ke dalamnya.

Allah lalu berfirman, ‘Simpanlah dan bersaksilah untuk para hamba-Ku atas pemenuhan mereka (akan kewajiban berhaji).’

Batu itu lalu turun dalam ketaatan kepada Allah.

Imam Ali as berkata, “Wahai Umar, tidakkah engkau mengatakan ketika memeluk batu ini, ‘Aku telah memenuhi kesaksianku, dan menjaga sumpahku dalam ketaatan kepada Allah?”

Umar berkata, “Ya, demi Allah.”

Imam Ali as lalu berkata, “Karena alasan inilah engkau berbuat demikian (mencium Hajar Aswad).”

Ama Salman (Salam Bahagia..)

Tetaplah SEMANGAT Tetaplah SHALAWAT..!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad

Categories: Uncategorized
  1. Syahdan
    6 April 2011 at 11:18 am

    subhanaullah. maha suci Allah. semoga orang-orang yang telah mencum hajar aswad akan mentataati semua perintah dan larangannya. Batu itu aan menjadi saksi mana yang menciumnya dengan ikhlad dan mana yang tidak….Amin

  2. 5 October 2011 at 12:57 am

    kutipan diatas dari kitab mana akhi? Bukhari? Muslim? tolong referensinnya ya? apa lagi wajib nya dalil berziarah ke batu ini. NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    “Tidak boleh mengadakan perjalanan jauh (untuk iba dah) kecuali menuju 3 masjid, masjidil haram, masjid Nabawi, dan masjidil Aqsho.” (HR. Bukhori 1189).

    • 23 August 2012 at 11:07 am

      ilmu2 semacam ini tak kan ditemukan dikedua kitib itu, tetapi akan ditemui dikitab-kitab yg mengutamakan sumber ilmu dari Ahlul Bait as…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: