Home > Uncategorized > Ayoo Kita Merampok Uang Rakyat…!

Ayoo Kita Merampok Uang Rakyat…!

Ketika Imam ‘Ali ~salam baginya~ menjadi khalifah, pernah saudaranya, ‘Uqail datang kapadanya. Lalu berkatalah Imam ‘Ali kepada anaknya, al-Hasan : “Berilah pamanmu ini pakaian.” Al-Hasan pun memberinya selembar baju dan mantel, pakaian khusus Imam ‘Ali.

Ketika hidangan makanan telah disiapkan, ternyata makanan itu berupa roti dan garam, dan berkatalah ‘Uqail: “Apa ini?” Imam ‘Ali menjawab: “Bukankah ini termasuk nikmat Allah, dan bagi Allah jua segala puji?”

‘Uqail berkata: “Berilah aku uang untuk membayar utangku, dan biarkanlah aku pergi.”

“Berapa utangmu?”, tanya Imam ‘Ali.

“Seratus ribu dirham.”

Lalu Imam ‘Ali pun berkata: “Tidak demi Allah. Uang sebanyak itu tidak ada padaku. Aku tidak memilikinya. Akan tetapi, tunggulah besok, sampai gajiku keluar. Biarlah aku berikan kepadamu. Sekiranya keluargaku tidak perlu, tentu seluruhnya aku berikan kepadamu.”

‘Uqail berkata: “Baitul Mal ada pada tanganmu tetapi engkau hendak memberikan gajimu kepadaku. Berapakah gajimu? Dan berapakah pula, sekiranya seluruhnya diberikan kepadaku?”

Jawab Imam ‘Ali : “Mengenai Baitul Mal itu, saya maupun engkau sama kedudukannya dengan seorang muslim mana saja.”

Padahal, di waktu itu al-Imam ‘Ali dan ‘Uqail tengah menduduki singgasana pemerintahan, dan mengatur peti-peti milik para pedagang di pasar.

Lalu berkatalah Imam ‘Ali kepada saudaranya itu: “Jika engkau enggan terhadap kata-kataku tadi, maka hampirilah salah satu peti itu, lalu bongkarlah dan ambil isinya.”

‘Uqail menjawab: “Apa isi peti-peti itu?”  “Isinya harta dagangan,” jawab Imam ‘Ali.

‘Uqail pun berkata: “Apakah engkau menyuruh saya membongkar peti dari orang-orang yang bertawakkal kepada Allah, dan menaruh harta benda mereka dalam peti itu?”

Imam ‘Ali pun menjawab: “Apakah engkau menyuruh aku membuka Baitul Mal dari kaum muslimin, lalu aku berikan kepadamu harta benda mereka,  padahal mereka bertawakkal kepada Allah mengenai harta tersebut?

Kemudian Imam ‘Ali melanjutkan kata-katanya: “Kalau kamu mau, maka ambillah pedangmu,dan aku pun akan mengambil pedangku pula, lalu marilah kita keluar bersama ke kampung itu. Di sana banyak para pedagang kaya. Masuklah kamu ke rumah salah seorang di antara mereka, lalu kita ambil hartanya.”

Dengan terheran-heran ‘Uqail berkata: “Apakah aku harus menjadi seorang pencuri, sehingga perbuatan seperti itu harus aku lakukan?”

Imam ‘Ali menjawab: “Mencuri harta seseorang, adalah lebih baik daripada kita mencuri harta seluruh kaum muslimin.”

Categories: Uncategorized
  1. 25 January 2011 at 2:59 pm

    Sekiranya tulisan ini dibaca oleh Presiden RI kita, tentunya dia tak akan bicara apa-apa soal gaji di depan publik. Oh, alangkah jauhnya perjalanan wahai Imam…

  2. 26 January 2011 at 4:01 pm

    Cerita Rasul dan Para sahabat seperti ini sangat perlu untuk dipopulerkan kepada anak-anak sampai remaja, sehingga mereka bisa ambil pelajaran untuk masa depan negeri ini. Cerita memang mengajari tanpa menggurui.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: