Home > Uncategorized > Surat Terakhir Kaisar Muawiyah

Surat Terakhir Kaisar Muawiyah

Kepada putraku, Yazid

Tak pelak, kematian adalah peristiwa yang sungguh menyeramkan dan sangat merugikan bagi seorang lelaki (berkuasa) seperti ayahmu. Namun, biarkanlah, semua peran telah kumainkan. Semua impianku telah kuukirkan pada kening sejarah, dan semuanya telah terjadi. Aku sangat bangga telah berjaya membangun kekuasaan atas nama para leluhur Umayyah.

Namun, yang kini membuatku gundah dan tak nyenyak tidur adalah nasib dan kelanggengannya pada masa-masa mendatang. Maka camkanlah, putraku, meski tubuh ayahmu telah terbujur dalam perut bumi, kekuasan ini, sebagaimana yang diinginkan Abu Sufyan dan seluruh orang, haruslah menjadi hak abadi putra-putra dan keturunanku.

Demi mempertahankannya, beberapa langkah mesti kau ambil. Berikan perhatian istimewa kepada warga Syam. Penuhi seluruh kebutuhan dan saran-saran mereka. Kelak mereka dapat kau jadikan sebagai tumbal dan perisai. Mereka akan menjadi serdadu-serdadu berdarah dingin yang setia padamu.

Namun, ketahuilah, kedudukan dan kekuasaan ini adalah incaran banyak orang bak seekor kelinci manis di tengah segerombolan serigala lapar. Maka, waspadalah terhadap empat tokoh masyarakat yang kusebutkan di bawah ini:

Pertama adalah ‘Abdurrahman putra Abubakar. Pesanku, jangan terlalu khawatir menghadapinya. Ia mudah dibius dengan harta dan gemerlap pesta. Benamkan dia dalam kesenangan, dan seketika ia menjadi dungu, bahkan menjadi pendukungmu.

Kedua adalah ‘Abdullah putra ‘Umar bin al-Khaththab. Ia, menurut pengakuannya, hanya peduli pada agama dan akhirat, seperti mendalami dan mengajarkan al-Qur’an dan mengurung diri dalam mihrab masjid. Aku meramalkan, ia tidaklah terlalu berbahaya bagi kedudukanmu, karena dunia di matanya adalah kotor, sedangkan janji-janji Muhammad adalah harapan pertama dan terakhir. Biarkan putra rekanku ini larut dalam komat-kamitnya!

Ketiga adalah ‘Abdullah putra Zubair. Ia seperti ayahnya. Bisa memainkan dua peran, serigala dan harimau. Pantaulah selalu gerak-geriknya. Jika berperan sebagai serigala, ia hanya melahap sisa-sisa makanan harimau dan tidak mengusikmu. Apabila memperlihatkan sikap lunak, sertakanlah cucu Al-’Awam ini dalam rapat-rapat pemerintahanmu. Namun, jika ia berperan sebagai harimau, yaitu berambisi merebut kekuasaanmu, maka janganlah mengulur-ulur waktu untuk mengemasnya dalam keranda. Ia adalah bangsawan yang cukup berani dan cerdik.

Keempat adalah al-Husain putra ‘Ali bin Abi Thalib. Nasib kekuasaanmu sangat ditentukan oleh sikap dan caramu dalam menghadapinya. Bila kuingat namanya, aku ingat pada kakek, ayah, ibu dan saudara-saudaranya. Bila semua itu teringat, maka serasa sebongkah kayu menghantam kepalaku dan jilatan api cemburu membakar jiwaku. Putra kedua musuh abadiku ini akan menjadi pusat perhatian dan tumpuan harapan masyarakat.

Pesanku, sementara, bersikaplah lembut padanya, karena, sebagaimana Kau sendiri ketahui, darah Muhammad mengalir di tubuhnya. Ia pria satria, putra pangeran jawara, cucu penghulu para satria. Ia pandai, berpenampilan sangat menarik, dan gagah. Ia mempunyai semua alasan untuk disegani, dihormati, dan ditaati.

Namun, bila sikap tegas dibutuhkan dan keadaan telah mendesak, Kau harus mempertahankan kekuasaan yang telah kuperoleh dengan susah payah ini, apapun akibatnya, tak terkecuali menebas batang leher al-Husain dan menyediakan sebidang tanah untuk menanam seluruh keluarga dan pengikutnya.

Demikianlah surat pesan ayahmu yang ditulis dalam keadaan sakit. Harapanku, Kau siap melaksanakan pesan-pesanku tersebut. 

(dikutip dari buku “Husain, Sang Ksatria langit”, Penerbit Zahra)

Categories: Uncategorized
  1. Andre Herlambang
    10 December 2010 at 9:27 am

    Salam,
    Ini hadits/kisah karangan siapa ya, riwayatnya mana? Begitu sederhananya menggambarkan Kaisar Mu’awiyah? Seorang sahabat Rasulullah SAW yang saleh. Saya yakin, genderang dendam inilah yang tetap akan menabuh perang dan antitoleransi kepada para pengikut yang diyakini oleh ‘penulis’ sebagai pengikut Kaisar Mu’awiyah.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: