Home > Uncategorized > Rumi : Satu dalam Cinta

Rumi : Satu dalam Cinta

Sejak berpisah dari Laila, Majnun jatuh sakit. Tubuhnya melemah, sementara suhu badannya meninggi. Para tabib pun segera menyarankan bedah, “Sebagian darahnya harus dikeluarkan, agar suhu badannya menurun.”

Majnun seketika menolak, “Jangan lakukan itu kepadaku.”

Para tabib menjadi bingung, “Mengapa engkau menjadi sedemikian takut? Padahal selama ini engkau kerap masuk keluar hutan seorang diri. Tak takut akan serangan macan atau binatang buas lainnya. Mengapa sekarang engkau takut pada sebuah pisau bedah?”

“Tidak. Bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.

“Lalu apa yang kau takutkan?”

“Aku takut jika pisau bedah itu menyakiti Laila.”

“Menyakiti Laila? Mana mungkin? Yang dibedah kan tubuhmu.”

Justru itulah. Laila berada di segenap tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Laila.”

~ Maulawi Rumi ~

Salam Bahagia, Ama Salman al-Banjari

Categories: Uncategorized
  1. KANG RUSLAN
    28 November 2010 at 3:40 pm

    Waahh… ini baru urusan cinta… cinta sejati yg mndarah daging….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: