Home > Uncategorized > Kalung yang Penuh Berkah

Kalung yang Penuh Berkah

Seorang Arab Baduwi datang kepada Nabi saw dan berkata, ” Wahai Nabi Allah, aku sedang lapar maka berilah aku makanan dan aku telanjang maka berilah aku pakaian dan aku adalah orang fakir maka bantulah aku.”

Lalu Nabi saw berkata kepadanya, “Aku tidak memiliki sesuatu yang dapat aku berikan padamu, namun orang yang menjadi pembimbing atas kebaikan sama dengan pelaku kebaikan tersebut. Pergilah kamu ke rumah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya!

Saat itu Imam Ali, Fatimah dan Rasulullah saw belum makan selama tiga hari. Kemudian orang Arab Baduwi tersebut datang kepada Fatimah dan meminta bantuan padanya. Fatimah memberinya kalung yang tergantung di lehernya dimana kalung tersebut merupakan hadiah dari putri pamannya Fatimah binti Hamzah bin Abdul Muthhalib.

Fatimah berkata kepada orang tersebut, “Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah menggantimu dengan apa yang terbaik darinya.”

Orang fakir itu datang kepada Nabi saw sambil membawa apa yang didapatinya dari Fatimah lalu beliau menangis.

Kemudian Ammar bin Yasir membeli kalung itu seharga dua puluh Dinar dan dua ratus Dirham dan ia menggenyangkan orang fakir itu dengan roti dan daging.

Ammar melipat kalung itu di bawah kain dan berkata kepada budaknya, Saham, ” Ambillah kalung ini dan serahkanlah kepada Nabi saw dan engkau pun menjadi miliknya.”

Budak itu mengambil kalung tersebut dan menyerahkannya kepada Nabi saw serta memberitahukan perkataan Ammar tersebut pada beliau.

Beliau berkata, “Pergilah ke rumah Fatimah dan serahkanlah kepadanya serta kau pun aku serahkan padanya.” Lalu budak itu datang ke Fatimah dan memberitahukan perkataan Nabi saw padanya.

Fatimah mengambil kalung tersebut dan membebaskan budak itu. Kemudian budak itu tertawa. Fatimah bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu tertawa?”

Ia menjawab, “Aku tertawa melihat betapa besarnya keberkahan kalung ini; Ia menggenyangkan orang yang lapar, menutupi orang yang telanjang, memampukan orang yang miskin dan memerdekakan budak dan kembali lagi ke empunya.”

Salam Bahagia Kawan, tetaplah SHALAWAT….!

Allahumma shalli wasallim wabaarik alaa Muhammad wa Aali Muhammad wa’ajjil faraja Al Qa’im min Aali Muhammad…

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: