Home > Uncategorized > Ahlul Bayt Seperti Bahtera Nuh, Pembawa Keselamatan Dunia Akhirat

Ahlul Bayt Seperti Bahtera Nuh, Pembawa Keselamatan Dunia Akhirat

Hadis Safinah atau Bahtera Nuh menjelaskan kalau Ahlul Bait adalah pintu keselamatan bagi umat islam. Ahlul Bait layaknya bahtera Nuh bagi umat barang siapa yang menaikinya maka ia akan selamat. 

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُعَلَّى بْنِ مَنْصُورٍ ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ ، عَنْ أَبِي الأَسْوَدِ ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مَثَلُ سَفِينَةِ نُوحٍ ، مَنْ رَكِبَهَا سَلِمَ وَمَنْ تَرَكَهَا غَرِقَ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Mu’alla bin Manshur yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Maryam yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahii’ah dari Abul Aswad dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari ayahnya bahwa Nabi SAW bersabda “Ahlul Baitku seperti bahtera Nuh barang siapa yang menaikinya akan selamat dan barangsiapa yang meninggalkannya akan celaka [Kasyf Al Astar Zawaid Musnad Al Bazzar 3/222 no 2613]

Hadis Abdullah bin Zubair yang diriwayatkan Ibnu Lahii’ah dikuatkan oleh hadis Abdullah bin Abbas riwayat Hasan bin Abi Ja’far berikut

حدثنا علي بن عبد العزيز حدثنا مسلم بن إبراهيم ثنا الحسن بن أبي جعفر عن أبي الصهباء عن سعيد بن جبير عن ابن عباس رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مثل أهل بيتي مثل سفينة نوح من ركب فيها نجا ومن تخلف عنها غرق

 

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdul ‘Aziz yang berkata telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim yang berkata telah menceritakan kepada kami Hasan bin Abi Ja’far dari Abu Shahba’ dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas RA yang berkata Rasulullah SAW bersabda “Ahlul Baitku seperti bahtera Nuh barang siapa yang menaikinya akan selamat dan barangsiapa yang meninggalkannya akan celaka” [Mu’jam Al Kabir Ath Thabrani 3/46 no 2638]

Sebagian orang yang dengki kepada kemuliaan Ahlul Bait telah menolak hadis ini dan menyatakan kalau hadis Safinah palsu. Alhamdulillah Imam Ali sendiri sebagai Ahlul Bait Nabi SAW telah mengakui bahwa kedudukannya bagi umat seperti bahtera Nuh dan pintu pengampunan bani Israil.

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَمَّارٌ عَنِ الأَعْمَشِ عَنِ الْمِنْهَالِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ إنَّمَا مَثَلُنَا فِي هَذِهِ الأُمَّةِ كَسَفِينَةِ نُوحٍ وَكِتَابِ حِطَّةٍ فِي بَنِي إسْرَائِيلَ

 

Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Hisyaam yang berkata telah menceritakan kepada kami Ammar dari Al A’masy dari Minhal dari Abdullah bin Al Harits dari Ali yang berkata “Sesungguhnya kedudukan kami bagi umat ini seperti bahtera Nuh dan pintu pengampunan bani Israil” [Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah no 32110]

Categories: Uncategorized
  1. elfan
    5 January 2011 at 4:31 pm

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya jadi mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu hanya ruang lingkup keluarga rumah tangga MUHAMMAD RASULULLAH SAW. Rumah tangga Nabi Muhammad SAW itu yang bagaimana?

    Dan jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka ruang lingkup ahlul bait tersebut sifatnya universal menjadi:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, ada anak lelaki pula, wah ini masalah pewaris tahta ‘ahlul bait’ akan semakin seru. Mungkin inilah salah satu mukjizat atau hikmah, mengapa Saidina Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai dewasa dan berketurunan?. Pasti, perebutan tahta ahlul baitnya akan semakin dahsyat jadinya.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam. Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita nasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah, ya jika merujuk pada Al Quran tidak bisalah.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka ya seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya. Jadi sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari kembali ke nasab laki-laki.

  2. abunabiel
    13 December 2011 at 1:55 pm

    elfaaan…. elfan! belajar bahasa arab dulu yang benerrrr! baru komen! dalam QS. 33:33 yaitu: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” terdapat penggunaan kata ganti kum (kata ganti untuk kamu laki-laki dalam jumlah banyak. Kata ganti laki-laki juga bisa digunakan untuk orang-orang yang terdiri dari pria dan wanita. merujuk ayat ini coba sekali lagi ente baca hadits-hadits yang terkait dengan turunnya ayat itu dari kalangan ente (ahlussunnah)! baru deh, kite dengerin lagi tuh ente ngejeplak! Pikiran ente sendiri tuh yang zig zag gak keruan, ente dustain sendiri hadits-hadits ahlussunnah yang ente bilang soheh! trus ente liar berpendapat dengan cara ente!

  3. abunabiel
    13 December 2011 at 2:07 pm
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: