Home > Uncategorized > Begadang bersama Iblis

Begadang bersama Iblis

Cerita ini saya rangkum dari kisah seorang penyair dari irak dalam sebuah pidatonya, bahwa sekitar awal bulan sya’ban setiap malam dia menulis beberapa karangan prosa, terkadang ia sendiri hingga tengah malam dan tertidur dalam keheningan malam. Hingga pada suatu malam – dari arah kegelapan datang seorang dengan wajah buruk dan unik hingga dekat dan mengagetkannya dan terjadilah dialog sbb : Penyair (P) : Siapa kamu !! Iblis(I) : diam… P : siapa kamu !! I : Bolehkah saya begadang bersamamu ? ( dengan wajah hendak menunujukan sikap persahabatan ) P : siapa kamu !! I : Saya adalah Iblis… Mendengar jawaban tersebut spontan P ( sambil berdiri ) : Hai pergi kamu…kutukan Allah atasmu wahai iblis pergilah… I ( Wajah marah ) : Kenapa kamu selalu mengutuk saya .., saya datang untuk kita sama-2 begadang membahas dosaku dan dosa kalian wahai manusia…, Jelas aku punya dosa hanya 1, aku di perintah sujud pada Nabi Adam — tetapi aku menolaknya – sedang kalian wahai manusia mari kita diskusikan dosa-dosa kalian P ( menyimak dan berkata ) : Silahkan ! I : – Apa yang dilakukan habil Qabil — keduanya saling membunuh – sedang mereka bersaudara ? – Apa yang mereka lakukan terhadap Yusuf padahal itu saudaranya hingga semangat membunuhnya dalam sumur ? – Apa juga dosa Zakaria — sehingga di bunuh ? – Lihatlah bagaimana Hindun memakan jantung Hamzah paman nabi… – Apa yang dapat aku katakan dengan yang terjadi di Karbala’ – yang membantai satu persatu keluarga Nabi, memberi anak panah pada bayi yang di gendong Al-Husein saat meminta air… dan menempelkan ke tombok kepala-kepala keluarga suci nabi ini wahai manusia ini hanya sebagian kecil dari dosa-dosa manusia yang tidak seluruhnya ku sebutkan.., wahai penyair.. Aku ( Iblis ) bersyukur pada Allah di jadikan sebagai Iblis bukan di jadikan salah satu dari keturunan bani umayyah yang tragis itu… P ( merenung dan berkata ) : Wahai iblis… sudahlah itu masa silam, kita sekarang hidup di tahun 2010 dimana zaman sudah berubah dan tak ada kisah-2 itu lagi, hidup lebih toleransi dan perdamaian mulai nampak di tengah manusia dewasa ini I : apa kamu bilang ? apa kamu tak melihat dengan Israel mencaplok dan membantai hingga saat ini – apa kamu tak melihat orang sholat di mesjid di bantai oleh kaum wahabi karena mereka syiah dan di anggap musuhnya, apa kamu tak melihat bagaimana di irak di aneksasi hingga saat ini menimbulkan malapetaka…. wahai manusia dengarlah … kamu ini bagaimana — aku ini iblis dosaku hanya 1 yaitu disuruh sujud pada Adam padahal dia seorang nabi, sedang apa yang kalian lakukan hari ini ? bahwa setiap saat kalian sujud dan rukuk di hadapan Amerika .. P ( merenung terdiam ) : hmmm… I : apa kamu tetap mau mengutuk diriku ?, okelah .. kutuklah saya tetapi saya mau meninggalkanmu dengan 1 pesan dan renungkanlah … bila kamu masih hendak mengutuk aku sebagai iblis — hendaknya kalian mengutuk lebih dahulu diri kalian… — Renungan bagi mereka yang membanggakan bani ummayah renungan bagi mereka yang menganggap besar Amerika by Ali Assegaf on Thursday, August 12, 2010 at 5:57am
Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: