Home > Uncategorized > GHIBAH : Penyebab & Akibatnya

GHIBAH : Penyebab & Akibatnya

Bismillah
Bi Muhammad wa Aali Muhammad

Rasulullah Saww bersabda kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian apakah Ghibah itu?…mereka menjawab :” Allah dan RasulNya yang lebih tahu”
Nabi Saww melanjutkan : ” Ghibah adalah menyebutkan sesuatu tentang saudara kalian yang dia akan merasa jijik ( ternistakan )” ( Al Fayd Al Kasyani, Al Mahaajjat Al Baydha’ v.256)

Imam Khomeini qs berkata : Sungguh Ghibah adalah dosa yang sangat mengerikan dan fatal akibatnya,kehancuran moral dan iman dhahir maupun batin dengan aib yang menyertai di dunia dan akhirat, ingatlah sabda Nabi saaw, “Derajat Kufr yang rendah adalah mendengar sesuatu dari saudaranya lalu mengingat-ingatnya dengan maksud membuatnya terhina, orang-orang seperti itu sungguh tak memiliki bagian (kelak diakhirat)” (Al Kafi,Kitab Al Iman wal Kufr )
Kebinasaan bagi pelakunya bahkan sebelum ia binasa, perhatikan keadaanmu wahai diri-diri malang yang nyaman terlena oleh perilakumu sendiri.

Dengan dalih menjaga kehormatan kalian berpindah dari majlis satu ke majlis yang lain, kalian tebar berita buruk tentang saudaramu, betapa malang dan jahilnya kalian ketika benarnya beritamu berakhir neraka dan murka sementara salahnya beritamu adalah fitnah yang menghancur lumatkan seluruh amalmu, satu dari keduanya cukuplah mengekalkanmu dalam ApiNYA, apakah Ujb’ penyebab kebodohanmu ataukah jahil memang hidupmu? Segeralah sirami dan semai akar-akar keikhlasan dalam hatimu”

Salah satu penyebab dasar ghibah adalah keadaan hasad dan dengki…

Imam Ali Hadi as berkata: “Rasa dengki akan menghancurkan kebaikan dan menciptakan kebohongan dan permusuhan. Sikap egois akan menghalangi pencarian ilmu, dan kekikiran adalah seburuk-buruknya sifat.”

,  juga terkadang disebabkan benih benih ujub yang telah menuai hasilnya setelah selama beberapa waktu rapi tersembunyi dalam batin Anak Manusia, serentak bergolak keluar ketika merasa tersaingi, ataupun ternodai harkat serta nilai-nilai pemujaan dirinya, tertampar keras oleh sentuhan dari luar,.

Ketika seseorang merasa ternodai nama baiknya lalu berontak terhadap asumsi dan opini buruk yang tersiar ttg pribadi dan amal perbuatannya, sesungguhnya ia sedang berperang dengan pasukan iblis dalam batinnya, jika kalah maka segala upaya dhahir dengan dalih klarifikasi pun di upayakan, resiko ghibah bahkan fitnah dengan dalih klarifikasi nama baik bisa terjadi.. lalu iblispun tersenyum”

Sesungguhnya tugas akal adalah mendorong kemarahan dengan penundukan sabu’iyyah oleh syahwiyyah, merusak pagar syahwat dengan menundukkannya dan menolak tipuan serta makar syaithan dengan menyingkap penyamarannya menggunakan pandangan batin yang terbuka dan nurani yang cemerlang…jika akal menang maka semua terkendali dan tunduk dibawah kuasa serta petunjuk akal, semua yang dikalahkan akal berjalan dijalur pertengahan hingga muncullah keadilan dalam kerajaan badan.., sebaliknya jika akal kalah, maka akal menjadi budak, jiwa diselimuti existensi kebinatangan dengan ruhani iblis hingga disembahlah syahwatnya, daging tubuhnya, kenikmatan kedzaliman mewarnai ruhnya apapun kemasan dhahirnya hingga kebinasaan yang abadi serta kekalnya kesengsaraan menimpanya, kecuali RahmatNYA yang azali serta pertolongan Ilahi datang padanya.

Kenalilah dirimu dan sisi gelapmu lalu perangilah, masuklah dalam arena jihad an nafs yang akan memuliakanmu, lakukan setiap saat dan jangan sekali kali terpesona dengan jutaan alasan akan “waktu nanti kemudian hari” dan khayal kosong dan panjang angan seolah waktu usia dalam kendalimu..bersegeralah saudaraku.

Perhatikanlah diri-diri kalian bagaimana kalian sibuk memperbincangkan orang lain, kalian nilai dan bahas serta hakimi amal dan ibadah serta perilaku orang lain sementara kalian lupa keadaanmu sendiri, cukuplah bagimu sebagai si jahil ketika kalian berkata kepada selainmu bahwa si fulan adalah buruk dan sebagainya sementara yang baru saja kalian lakukan adalah jauh lebih buruk dari buruknya si fulan bahkan seandainya si fulan adalah pezina, tidakkah kalian tahu bahwa Nabi Muhammad SAWW telah bersabda kepada Abu Dzar (ra):

“Ghibah merupakan dosa yang LEBIH berat dari pada BERZINA ” ..Abu Dzar pun bertanya : ” Bagaimana bisa begitu ya Rasulullah ? ” maka Nabi SAWW menjawab :

“Itu karena seseorang dan bertobat kepada Allah, Allah menerima Tobatnya, namun ghibah takkan diampuni oleh Allah hingga diampuni oleh korbannya” lalu Nabi SAWW melanjutkan lagi : “Memakan bangkai adalah merupakan dosa terhadap Allah” – Washa’il asy syi’ah vii hadis 16312

Bahkan gerakan serta isyarat yang melecehkan untuk menunjukkan niatmu menyampaikan kekurangan orang lain adalah tergolong Ghibah, sungguh ghibah dimungkinkan karena Ujb’ dalam diri-diri kalian hingga ketika menyeruak kepermukaan dhahir selama tidak menyentuh selainmu itu masih berbentuk KIBR’ yang selanjutnya ketika terlontar keluar dari lisan dan badanmu dalam bentuk isyarat ataupun ungkapan yang melecehkan, menistakan atau menodai harga diri makhlukNYA maka itu adalah GHIBAH…sungguh dosa berantai yang seringkali dilakukan anak manusia namun dianggap BIASA,dan sungguh malang kalian wahai diri-diri lalai yang salah satu dari rangkaian dosa dhahir ataupun batin diatas telah amat CUKUP mengekalkan seorang manusia dalam murka-NYA…

Kalian wahai saudaraku, masihkah merasa aman HANYA karena kalian banyak menyebutNYA dan para KekasihNYA serta berharap Rahmat juga ampunan serta syafaa’atNya.

Sungguh SAUDARAKU … kalian memohon ampunanNYA tapi tak menghargai makhlukNYA dan merampas haknya, kalian mengharap syafa’at kekasihNya dan para pemimpinmu juga bertingkah bak Pecinta yang taat namun tak berperilaku layaknya akhlaq orang yang kalian teriakkan cinta padanya dan taat padanya…

Sungguh ghibah adalah HAL YANG BESAR .. firmanNya SWT :

“JANGANLAH KALIAN SALING MENGGUNJING…MAUKAH DIANTARA KALIAN MEMAKAN DAGING SAUDARANYA YANG TELAH MENINGGAL ? TENTU KALIAN AMAT TIDAK MENYUKAINYA ”
{ QS.49:12 }

Rasulullah Saww dengan keras memperingatkan :

” WAHAI YANG TELAH MEMELUK ISLAM DENGAN LIDAH NAMUN IMAN BELUM MEMASUKI HATINYA, JANGANLAH MENGHINA ORANG-ORANG MUSLIM DAN JANGANLAH MEMBUKA CACAT-CACAT MEREKA…SESUNGGUHNYA ALLAH AKAN MEMBUKA CACAT MEREKA YANG MEMBUKA CACAT,DAN SIAPAPUN YANG DIBUKA CACAT-NYA OLEH ALLAH MAKA IA AKAN TERHINAKAN WALAUPUN DI DALAM RUMAHNYA SENDIRI ” { Al Kafi, Kitab al Iman wal Kufr,bab man athalaba atsarat al mu’minin hadits no.2 }

Imam Ja’far shadiq as berkata bahwa Nabi Saww bersabda : ” Barangsiapa melakukan GHIBAH terhadap orang lain ( yg ia pun menyembunyikan cacatnya dari perilaku lahir serta tak tampak sebagai pendosa ) maka ia keluar dari wilayah Allah Ta’ala dan memasuki wilayah Setan”
{ Al Majlisi,Biharul Anwar lxxx,Bab Al Ghibah Hadit no.12 dari Al Amali Ashaduq }

Sungguh jika kalian meninggalkan dunia ini dengan berkalungkan hak-hak manusia maka masa persinggahan dalam qubur-qubur akan menjadi luar biasa mengerikan dan sulit, dosa ini lebih berat dan memiliki konsequensi yang jauh melebihi dosa-dosa terhadaNya, karena pelanggaran kalian berkaitan dengan haHak Manusia dan Allah takkan mengampunimu kecuali korbanmu meridahi dan mengampunimu.

Wahai saudaraku…perhatikanlah dirimu dan masalah ini dengan baik, sungguh teramat banyak peringatan Nabi Muhammad SAWW bagi umat ini berkaitan dengan GHIBAH dan KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN..

Dalam sebuah khotbahnya Nabi Saww bersabda tentang riba’ dan akibat buruknya :

“Sesungguhnya satu DIRHAM yang diperoleh seseorang melalui riba’ adalah lebih besar dosanya dibanding 36 kali berbuat zina… dan sesungguhnya yang lebih mengerikan daripada riba’ adalah melanggar kehormatan seorang muslim”

(Ibid, 264 )

Wahai Saudaraku…Imam Shadiq as berpesan : ” Kembangkanlah saling berhubungan, berbaik hati dan pengasihlah satu sama lain dan bersaudaralah seperti kamu diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla ” (Ibid, Hadits no 3 )

Wahai saudaraku.. sesungguhnya akhlaq penuh cinta dan keramahan terhadap saudara muslimmu adalah akhlaq yang diminta mereka para KekasihNYA untuk kita teladani, memperkuat saling Cinta adalah sangat diperlukan dan apapun yang merusak persaudaraan dan menciptakan perpecahan dibenci olehNya Sang PEMBERI HUKUM … Sungguh dosa besar yang diabaikan dan dianggap biasa telah berkembang, maka permusuhan , kebencian dan kecemburuan timbul dalam skala yang lebih besar dikarenakan diri-diri yang terlena dalam dosa, ghibah juga adalah salah satu akar dari akar-akar permusuhan dalam masyarakat.

Wahai saudaraku.. berhentilah berulah buruk bagi jiwa-jiwa kalian dan hak saudaramu, sungguh apapun bentuk alasanmu Dosa Besar ini tak menjadi kebal bagimu, benarnya berita dan kejelekan saudarmu yang kalian lontarkan adalah Ghibah dan Salahnya persangkaanmu atas nista yang kalian tebarkan adalah FITNAH…Sungguh Allah SWT membenci ucapan buruk kecuali yang keluar dari lisan mereka yang teraniaya.. itu adalah garis TEGASNYA dalam firmanNya .

Apakah yang kalian dapatkan dari dosa ini ketika kalian lakukan selain puas hawa nafsu iblismu selama beberapa menit yakni ketika menyebut-nyebut kelemahan, keburukan orang dan membeberkan rahasianya, atau duduk- duduk bergerombol seraya mengolok-olok ataupun menyebar fitnah yang jelas di-ilhami dari daya-daya syaithoni yang bertujuan memuaskan dahaga hati yang menyimpan DENDAM serta BENCI ataupun kesombongan juga hasad dan dengki ?…Sungguh jahil jika beberapa menit atau pun jam berbuah kekal dalam murkaNya serta kengerian kubur setelah sebelumnya kalian akan dihinakan bahkan dalam rumah-rumah kalian sendiri.

Imam Ali as berkata : “ BETAPA BANYAK ORANG BER-AKAL YANG TERTAWAN DIBAWAH KENDALI HAWA NAFSUNYA ” ( Nahjul balaghah, Hikmah 211 )

==============oooooooooo00000oooooooooo===========

“YA RABBANA..QAD DZALAMNA ANFUSANA..FAGHFIRLANA DHAAHIRAN WA BAATHINAN WARKHAMNA ANTA MAWLANA FANSHURNA ALAL QAUMIL KAAFIRIN, BIMUHAMMAD WA AALI MUHAMMAD YA KARIM… ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM WA BAARIK ALAA MUHAMMAD WA AALI MUHAMMAD ADADA RAHMATIKA HATTA TARDHA WA SAHHILLANA MANAAHIJAL WUSHLATI WAL WUSHUUL WA ALBISNA KHILA’AL IZZATI WAL QABUUL WA’AJJIL FARAJA AL QA’IM MIN AALI MUHAMMAD ”

Main Source : Syarah 40 Hadits Akhlaq Imam Khomeini , S.Ibnu Mustafa Al Husayni

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: