Home > Uncategorized > Teori Kebutuhan

Teori Kebutuhan

Nashruddin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja.

Hakim memulai, “Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, …”

Nashruddin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukumlah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.”

Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?” 

Nashruddin menjawab seketika, “Tentu, saya memilih kekayaan.!”

Hakim membalas sinis, “Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”

Nashruddin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.”

Dan Nashruddin menutup, “Terbukti sudah! Siapapun memilih untuk mendapatkan apa yang belum dimilikinya.”

Salam Sufi, Salam Bahagia…!

Categories: Uncategorized
  1. Kang Ruslan
    1 July 2010 at 6:11 am

    …memang hampir pada umumnya manusia, akan memilih sesuatu yang belum dia miliki…. salam bahagia ThinkMania

  2. 7 July 2010 at 9:14 am

    ….😀
    saya milih keduanya dong… :))

  3. jufry
    31 August 2013 at 12:59 pm

    ^_^

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: