Home > Uncategorized > Ingin Celaka? Cintailah Dunia dan Ta’atilah Ahli Maksiat.!

Ingin Celaka? Cintailah Dunia dan Ta’atilah Ahli Maksiat.!

Adakah kehidupan selepas kematian? Bagi banyak orang masih menjadi misteri, kecuali dapat kabar dari kitab suci, hadits Nabi saww, kisah orang2 suci & para ulama maka  keberadaan barzah sulit dibuktikan tapi geloranya selalu dirasakan bagi siapapun yang masih meyakini adanya ‘hari akhir’.  Bagi kawan yang berusia kepala empat atau lima  & tak percaya..? Cobalah sering2 mengantarkan jenazah kekuburan!  Kisah di bawah ini adalah sebagian kecil yang dapat menjadi ‘ibrah’ bagi yang ingin ‘baik’ dalam menjalani kehidupan… Keep Shalawat kawan.! Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajjil faraja aali Muhammad.

Di riwayatkan bahwa Imam Ja’far Shadiq (salam baginya) berkisah, “Suatu waktu Isa putera Maryam as memasuki sebuah dusun yang semua penduduknya mati, termasuk burung-burung dan binatang-bintang melata.

Isa as pun berkata, “Mereka ini tidak mati kecuali karena kemurkaan (Allah). Walaupun mereka mati berserakan, hendaklah kalian menguburkannya”. Para pengikut setianya (al-hawariyyun) berkata, “Wahai Ruhullah dan kalimat-Nya, berdoalah kepada Allah agar Dia menghidupkan mereka sehingga mereka dapat menceritakan kepada kita apa yang telah mereka perbuat (sehingga mereka mendapat ‘azab sedemikian rupa), sehingga kami dapat menjauhi perbuatan seperti itu” Isa as pun berdo’a kepada Tuhan, lalu beliau menyingkir dari (mayat) yang sudah berbau busuk itu.

Di malam harinya Isa as berdiri di suatu tempat yang tinggi, kemudian beliau berseru, “Wahai penduduk dusun!”

Maka menjawab salah seorang dari mereka, “Kupenuhi panggilanmu wahai Ruhullah dan firman-Nya!”

Isa as berkata, “Celaka kamu! Apa yang telah kalian perbuat (sehingga kalian seperti ini)?

“Kami menyembah thaghut dan mencintai dunia dengan disertai rasa takut (kepada Tuhan) yang sedikit, angan-angan yang jauh dan lalai dalam permainan dan senda gurau”

“Bagaimana kecintaan kalian kepada dunia?” tanya Isa as.

“Seperti bayi yang mencintai (sangat bergantung kepada) ibunya. Jika dunia menghadap kami, kami pun merasa senang dan gembira, namun jika dunia membelakangi kami, kami menangis dan sedih”

“Bagaimana bentuk penyembahan (ibadah) kalian kepada thaghut itu?” tanya Isa as.

“Kami mentaati ahli maksiat”

“Bagaimana akibat dari perbuatan kalian itu?” tanya Isa as lagi.

“Di malam hari kami berada dalam keadaan sehat, namun di pagi hari kami berada di dalam al-Hawiyah”

“Apa itu al-Hawiyah?” tanya Isa as.

“Al-Sijjin”

“Apa itu al-Sijjin?”

“Sebuah gunung dari bara api yang membelenggu kami sampai Hari Qiyamat”

“Apa yang kalian katakan dan apa yang dikatakan kepada kalian?”

“Kami telah mengatakan, “Kembalikanlah kami ke dunia, pasti kami akan berlaku zuhud terhadap dunia” Lalu dikatakan kepada kami, “Kalian berdusta!”, cerita laki-laki itu.

“Celaka kalian! Lalu bagaimana yang lainnya tidak ikut berbicara kepadaku?” tanya Isa as.

“Wahai Ruhullah, sesungguhnya mereka di kekang dengan tali dari api neraka oleh tangan para malaikat yang kasar lagi kejam. Sesungguhnya aku berada di antara mereka, tapi aku bukan salah seorang dari mereka, namun ketika ‘azab turun meliputi mereka, aku pun tersangkut, sehingga rambutku berada di tepi neraka Jahannam. Aku tak tahu apakah aku terus terikat dan terbelenggu di dalamnya ataukah nanti aku dapat terbebaskan daripadanya” Akhirnya Isa as berpaling darinya”. [ Bihar al-Anwar 72 : 221 ]

Di dalam kitab al-Kafi, thaghut bermakna : ahli maksiat yang ditaati. Ketaatan kepada mereka merupakan bentuk peribadatan atau penyembahan. (Naudzu billahi min dzalik)

 Didedikasikan untuk seorang sahabatku yang lebih dulu berpulang ke-hadirat-Nya… (Salam)

@Ama Salman al-Banjari ( Urang Karang Jawa Kandangan…!)

Categories: Uncategorized
  1. ira
    4 July 2010 at 12:50 pm

    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajjil farajah..

  2. yayat cimahi
    27 January 2011 at 8:53 am

    syukran pencerahannya ku tersadar betapa lalainnya aku akan kehidupan akhirat wahai dunia lepaskan belengu mu dari hidupku….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: