Home > Uncategorized > Listen to the Tree

Listen to the Tree

Seorang murid bertanya kepada Sang Guru, “Di tingkat mana saya berada kini?”

Guru berkata, “Benih mustilah ditanam tepat waktunya. Tatkala ia mulai tumbuh, akar-akarnya menjulur perlahan ke dalam tanah, merambah ke segala arah. Tanaman itu pun berkembang menjadi sebuah pohon, dan pohon itu tumbuh membesar, menghasilkan bunga dan buah-buahan. Tatkala berbuah, buah-buahan itu terpisah dengan tanah. Meski sebuah pohon terhubung dengan tanah di bawahnya, namun buah-buah itu hanya terhubung dengan manusia dan semua makhluk yang memanfaatkannya. 

“Anakku, seperti itu jualah kehidupanmu. Engkau telah tumbuh tinggi, seperti pohon, hubungan dan keterikatan dalam pikiranmu, perhatianmu, dan keinginanmu tertuju pada tanah dan dunia ini. Seperti itulah tingkatanmu sekarang.

“Meski demikian, anakku, engkau memiliki suatu keterhubungan di dalam qalb-mu, hatimu, yang berpikir dan mencari Tuhan.

Ijinkan aku menjelaskan bagaimana membangun keterhubungan itu. Camkan dan ikuti dengan baik.

“Betapa pun banyaknya perhatian dan keterhubunganmu pada dunia ini, jika engkau ingin mencari Tuhan, jika engkau hendak mengarungi jalan menuju Tuhan ini, maka dirimu, seluruh doa dan sujudmu haruslah bak sebuah pohon: meski tertancap ke tanah, ia menyerahkan buah-buahnya kepada semua makhluk.

Meski engkau terhubung ke dunia ini seperti pohon, perhatianmu mustilah seperti buah-buahan itu: doa-doamu, pengabdianmu, ibadah dan sujudmu, sifat-sifat dan tidakanmu musti terhubung dengan Tuhan, dan engkau harus melakukan tugas tanpa mementingkan dirimu sendiri, yang bermanfaat bagi seluruh kehidupan. Maka engkau akan selamat dalam perjalanan menuju Tuhanmu.”

Diterjemahkan dari A Seed Must Be Planted At The Correct Time, buku The Golden Words of a Sufi Sheikh, oleh Bawa Muhaiyaddeen. * * *

So dear friends, do you remember quotes from Quran ?

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” QS [14]:24 – 25

Salaam. May 2010

Ama Salman @Amasufi

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: