Home > Uncategorized > Ibuku Buta Dan Beragama Nasrani

Ibuku Buta Dan Beragama Nasrani

Zakariya bin Ibrahim adalah salah seorang yang berpindah agama, dari Nasrani ke Islam (muallaf). Dia datang menemui Imam Ja’far al-Shadiq (salam atasnya) di Kufah dan berkata, “Saya punya seorang ibu yang sudah tua dan beragama Nasrani.”

Beliau berkata, “Perhatikanlah ibumu dan berbuat baiklah padanya, dan jika dia meninggal dunia, janganlah kau serahkan jenazahnya kepada orang lain dan engkau sendiri yang harus memandikan, mengafani, dan menguburkannya.”

Ketika kembali dari Kufah dan berjumpa dengan ibunya, Zakariya berusaha menjalankan perintah Imam Ja’far al-Shadiq dan menampakkan kecintaannya yang sangat luar biasa kepada ibunya. Melihat perhatian putranya yang berlebihan itu, dia bertanya kepada Zakariya, “Anakku, saat masih dalam agama Nasrani, engkau tidak memperlakukanku seperti ini. Apa yang membuatmu begitu berkorban seperti ini?”

Zakariya berkata, “Imamku yang termasuk keturunan Rasulullah saw telah memerintahkanku untuk berkhidmat kepada ibu.”

Ibunya bertanya, “Apakah orang ini nabi, sehingga berwasiat kepadamu seperti ini?”

Zakariya menjawab, “Kenabian telah berakhir pada Nabi Muhammad saw dan tidak ada lagi nabi setelah beliau; yang memerintahku itu adalah salah seorang di antara keturunannya dan salah seorang di antara imam-imam kami, kaum Syiah.”

Ibu Zakariya berkata, “Putraku, Islam adalah sebaik-baik agama yang telah kau anut, karena itu ajarkanlah agama itu padaku agar aku bisa memeluk agama yang kau anut itu.”

Zakariya menjelaskan dua kalimat syahadat dan meminta ibunya mengucapkan dua kalimat tersebut. Setelah itu, dia mengajarkan kepada ibunya seluruh keyakinan keagamaan serta tuntunan-tuntunan praktisnya.

Setelah menunaikan shalat Zuhur dan Asar, serta beberapa saat setelah menunaikan shalat Maghrib dan Isya, ibu Zakariya malam itu juga menghadapi sakaratul maut. Dalam kondisi itu, dia berkata kepada anaknya, “Ulangilah sekali lagi apa yang telah kau ajarkan padaku.”

Zakariya menuruti kemauan ibunya hingga sang ibu menemui ajalnya. []

_____

Dikutip Ama dari : Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh, Kisah Ayah & Ibu, Qorina, Cetakan Pertama, Jakarta, 2005

Categories: Uncategorized
  1. Slamet YP
    29 April 2010 at 9:15 am

    Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa Aali Muhammad…

  2. 13 March 2012 at 11:08 pm

    🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: