Home > Uncategorized > Muhammad Rasulullah Teladan Yang Terbaik

Muhammad Rasulullah Teladan Yang Terbaik

Baru saja dimulai sebuah hari dan keberadaan yang lain dari biasanya. Kala itu mentari terbit di ufuk sana. Masyarakat mulai menyaksikan cahaya mentari dari atap rumahnya. Iya, mentari itu muncul dari rumah Aminah as dan menyinari langit. Masyarakat saling memberitahu soal tanda kelahiran ini.

Benar, kelahiran Muhammad saw seiring dengan sejumlah kejadian aneh. Tiang-tiang tinggi kezaliman roboh dan hancur, sementara api-api yang berkobar dari fitnah padam seketika. Semua itu terjadi saat terbitnya secercah kasih sayang yang menyelimuti alam. Rumah sederhana itu adalah tempat bagi mereka yang tertindas dan menggantungkan harapannya menemukan sang juru selamat. Rumah itu kini telah bersinar dan musim semi kembali tiba.

Namanya adalah Muhammad, berarti yang terpuji. Ia adalah kebaikan yang memungkasi risalah kenabian ilahi dan pemberi kabar gembira yang terakhir. Ia menyimpan seluruh rahasia alam semesta dalam dadanya. Ia memberikan tuntunan bagi hati-hati yang dipenuhi kebencian dan kedengkian.

Allah yang mengangkatnya sebagai utusan-Nya berfirman, “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang mukmin.”

Disebutkan juga dalam ayat 121 surat An-Nahl, “(lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.” Sementara itu dalam surat Al-Hasyr ayat 7 Allah berfirman, “… Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…”

Ciri khas nabi kembali pada keutamaan, kesucian batin dan hubungan mereka dengan Allah Yang Maha Esa lewat wahyu. Dalam sejarah kehidupan para tokoh besar yang mengobarkan panji-panji kenabian, mereka dikenal akan kejujurannya. Masyarakat mengenal mereka dengan kesucian dan sifat amanahnya. Fondasi seruan mereka bersambung dengan mata air wahyu. Oleh karenanya, apa yang mereka bawa penuh dengan hakikat dan keindahan, tidak ada penyelewengan di dalamnya.

Allah SWT dalam Al-Quran surat An-Najm ayat 1 hingga 4 berfirman, “Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Rasulullah saw memiliki akhlak yang tinggi dan luar biasa. Sifat demikian itu membuat Allah memujinya dalam surat Al-Qalam ayat 4, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Rasulullah saw sendiri bersabda, “Aku diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia.” Itulah mengapa ajaran-ajaran beliau berdasarkan akhlak yang mulia. Rasulullah juga pernah bersabda, “Allah itu mulia dan mencintai nilai-nilai akhlak yang mulia. Sebaliknya, Allah membenci perbuatan yang hina dan buruk.” Di tempat lain beliau bersabda, “Akhlak yang baik adalah sesuatu yang paling berat dalam timbangan amal perbuatan seorang mukmin di Hari Kiamat.”

Suatu hari, sama seperti hari-hari sebelumnya, Rasulullah melalui sebuah gang. Tiba-tiba beliau bertanya, “Ada seorang teman yang setiap kali kami melewati rumahnya, ia pasti mengguyur kami dengan tanah. Namun sudah beberapa hari ini sepertinya tidak ada kabar tentangnya. Apakah ada yang tahu ia di mana? Para sahabat menjawab, “Ia sakit!”. Rasulullah saw kemudian memutuskan untuk menjenguknya dengan sejumlah sahabat. Orang tersebut dengan rasa malu kepada ibunya berkata, “Tutup wajahku! Ketika Rasulullah saw memasuki rumahnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah! Langkah pertama yang harus engkau lakukan adalah menjadikan aku muslim, baru aku mau melihatmu.” Pria Yahudi yang menyaksikan perilaku terpuji Rasulullah langsung berubah dan memeluk Islam.

Rasulullah saw ternyata senantiasa mengingat umatnya, sekalipun itu adalah orang yang paling lemah. Di Madinah ada seorang wanita berkulit hitam yang senantiasa mengerjakan tugasnya di masjid. Beberapa waktu tiada berita tentangnya. Rasulullah saw bertanya tentang wanita itu. Para sahabat menjawab, “Ia telah meninggal dunia.” Rasulullah berkata, “Dengan tidak mengabarkan aku perihal kematian perempuan ini, sejatinya kalian telah melukai hatiku.” Setelah itu beliau berkata, “Sekarang tunjukkan aku di mana kuburannya! Nabi Muhammad saw kemudian menziarahi kuburan wanita itu dan mengucapkan salam kepadanya lalu berkata, “Kuburan ini sangat gelap. Dengan shalawat dan salam kita kepadanya, kuburan ini kembali bersinar.”

Nabi Muhammad saw dalam kehidupannya senantiasa bersandar kepada Allah. Di pelbagai kesempatan, sekalipun telah menyusun strategi perang yang hebat, beliau masih menjatuhkan lututnya di medan perang dan mengangkat tangannya ke langit. Saat itu beliau mulai memuji keagungan dan kebesaran Allah kemudian meminta pertolongan-Nya. Allah sendiri adalah penolong yang baik.

Rasulullah saw adalah contoh indah akan ketegaran dalam menghadapi kebatilan. Di masa kenabian beliau, banyak para tokoh dan pembesar Arab yang despotik menentang seruan tauhid dan kebenaran risalahnya. Namun Rasulullah tidak berlepas tangan dari menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada masyarakat. Beliau tetap menyampaikan ucapan yang benar dan teguh di jalannya. Utusan Allah yang terkenal akan sifat penyayangnya, ternyata mengusir klan Bani Nazhir dan Qainuqa. Nabi Muhammad saw mengambil keputusan ini setelah menilai mereka sebagai musuh yang berbahaya dan tidak berhenti melakukan konspirasi dan permusuhan.

Rasulullah mengusir mereka dari Madinah lalu menguasai benteng Khaibar. Beliau saat melakukan haji, meneriakkan kebenciannya terhadap para pelaku zalim dan kelompok-kelompok batil. Hal ini dilakukan beliau agar setiap manusia kapan saja dan di mana saja menjauhkan dirinya dari kefasadan dan kehancuran. Nabi Muhammad saw dengan perjuangan dan usaha keras berhasil membuka simpul buta dalam kehidupan manusia dan menuntun mereka kepada kebenaran dan hakikat.

Bila ingin berbicara tentang masalah pemerintahan dan politik secara transparan, sudah selayaknya menjadikan metode politik pemerintahan Rasulullah sebagai contohnya. Saat ini dunia telah mengambil jarak dengan akhlak, spiritualitas dan keadilan. Oleh karenanya, tepat sekali bila mengkaji sekilas tentang kapasitas dan langkah-langkah yang diambil Rasulullah saw dalam memimpin masyarakat.

Doktor Yazdani mengatakan, “Hakikat ilahi datang untuk seluruh umat manusia dan tidak untuk kelompok tertentu. Metode hidayah agama juga logis dan harus dapat diakses oleh seluruh manusia. Poin lain yang patut dicermati, seluruh ajaran agama dapat diterapkan dalam masyarakat. Ini adalah kekhususannya yang dapat disaksikan dari agama Islam dan perilaku Rasulullah saw.

Nabi Muhammad saw dalam kehidupannya berhasil menyatukan masyarakat muslim dari pelbagai kalangan tanpa ada yang tertinggal. Beliau berhasil meletakkan pondasi penting akal. Rasulullah saw bersabda, “Kami melakukan interaksi dengan setiap orang sesuai dengan akalnya dan ini menciptakan kesempurnaan.” Rasulullah berhasil mengaktualisasikan segala potensi manusia yang ada sesuai dengan sunnah ilahi. Memperhatikan tuntutan ruang dan waktu, prinsip musyawarah merupakan langkah-langkah teknis dan prinsip yang diterapkan beliau.

Namun menurut kebanyakan ilmuwan, ciri khas paling menonjol dalam perilaku politik dan pemerintahan Rasulullah adalah menjadikan manusia sebagai inti segala bentuk keutamaan. Seluruh perilaku politik Rasulullah saw mengarah pada penghormatan, pertumbuhan dan kesempurnaan manusia. Keutamaan akhlak dalam pandangan politik Rasulullah saw adalah rahmat, lapang dada, komitmen, menerapkan kebenaran dan keadilan. Semua ini dapat ditemukan dalam surat-surat politik yang beliau kirimkan kepada para penguasa waktu itu. Surat-surat beliau berisikan perdamaian, persahabatan dan ajaran-ajaran akhlak, keadilan dan kasih sayang.

www.wilayah.org… // edited by Ama Salman

Categories: Uncategorized
  1. 19 March 2010 at 12:17 pm

    Salamun ‘alaykum.
    Sukses ya blognya. Semoga banyak mendatangkan manfaat keilmuan dan keberkahan spiritual.
    – amuli

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: