Home > Uncategorized > Cinta dan Simbol

Cinta dan Simbol

Jilbab Iran 2Allah Swt. Mahaindah dan mencintai keindahan. Sebelum mencipatakan alam semesta, Allah telah mengetahui kesederhanaan Dzat, Asma dan kesempurnaan yang tersimpan dalam diri-Nya. Barangsiapa mencintai sesuatu, niscaya akan mencintai akibat-akibatnya. (al-hadits). Allah Swt juga ingin melihat keindahan diri-Nya menjelma dalam Dzat, Asma, Sifat, bahkan juga dalam perbuatan-Nya. Terkait dengan ini, Ibnu Arabi berkata: Cinta adalah penyebab utama terjadinya penciptaan ini dan nafas rahmani yang memunculkan alam ini.

Karena tasawuf dan irfan mengandalkan dzauq atau emosi sebagai landasan epistemologisnya, maka para sufi, berkat kelembutan budi dan kejernihan hati, lebih mampu mengekspresikan pengalaman esoterisnya melalui puisi dan mengartikulasikan kecamuk sanubarinya yang sarat cinta melalui simbol-simbol.
Menurut Rumi, simbol memberi peluang kepada pembaca untuk meningkatkan perenungan dari ‘renungan keindahan dunia” menjadi ‘renungan keindahan ilahi”. Seseorang tidak akan dapat memasuki api ketuhanan tanpa perantara, tamsil dan kiasan yang dapat membantu mereka merasakan panasnya api bagi orang yang berada di dekat api.

Menurut Haidar Bagir, dalam sufisme, puisi lebih sering lahir dari kecintaan (’isyq) yang meluap-luap kepada Tuhan. Cinta platonik. Akibatnya, di Turki, puisi-puisi seperti ini disebut kesusastraan ’asyiq (pecinta). Dalam kesusastraan sufi-Arab, cinta platonik seperti ini disebut sebagai cinta ’Udzri. Ia merujuk kepada sebuah suku Arab bernama Banu ’Udzrah di Wadi al-Qura, Hijaz Utara. Puisi-puisi yang bermuatan cinta ’Udzri ini menonjol pada Rabi’ah al-’Adawiyah juga ’Aisyah, putra Imam Ja’far al-Shadiq.

Menurut Al-Qusyairi, simbol merupakan metode para sufi untuk menuliskan rahasia yang tujuannya menyatakan sesuatu yang tak dapat dipahami dengan cara lain kecuali melalui simbol itu sendiri.

Penggunaan simbol dalam prosa dan puisi maupun syathahat para sufi acap kali menimbulkan kesalahfaham dan kontroversi yang terkadang berimplikasi negatif, seperti burung khayalan simurgh , anggur, kedai arak, api dan sebagainya. Karena itulah, sebagian besar mutakkallimin dan fuqaha, terutama yang beraliran konservatif, sangat membenci bahkan mengkafirkan mereka.

Dalam tradisi sufi, pengalaman keagamaan biasanya diekspresikan lewat kategori “cinta” dan “makrifah”. Bahasa cinta memungkinkan kita menjelaskan pengalaman ruhaniah, tanpa harus berkonflik dengan kalangan teolog (mutakallimin).

Bayangkan keadaan tersingkap ini, lewat puisi panjang Imam Abu Turab Ali bin Abi Thalib, mata rantai awal silsilah para sufi:

Cukuplah suatu kebanggaan, daku menjadi hambaMu
Cukuplah suatu kemuliaan, Kau menjadi Tuhanku

Dengan sejenak memperhatikan karya para urafa’ dan hukama, kita akan segera menyimpulkan bahwa mereka semua tanpa kecuali berbicara, bersyair, dan bersenandung bahkan menari tentang cinta Ilahi. Berkat cinta inilah, mereka mencapai maqam-maqam (kedudukan) tinggi dalam irfan dan makrifat, membakar diri dalam kobaran api cinta Ilahi, dan melucuti raganya, menghayutkan eksistensinya dalam gelombang samudera hakikat, serta menggelinjang dalam asmara ilahi, meraih fana’ abadi, dan menjadi Dia.

Manusia adalah simbol. Jadi merupakan sebuah sasaran, atau gambaran. Merasuk ke bawah sisi luar pesan dari simbol, atau engkau akan membuat dirimu tidur. Di dalam simbol terdapat rancangan yang bergerak. Ketahuilah rancangan ini. Untuk itu engkau perlu Pembimbing. Tetapi sebelum ia dapat membantumu, engkau harus bersiap-siap dengan melatih kejujuran terhadap tujuan penelitianmu. Jika engkau mencari kebenaran dan pengetahuan, engkau akan memperolehnya. Apabila engkau mencari sesuatu untuk dirimu sendiri, engkau mungkin memperolehnya, dan kehilangan semua kemungkinan lebih tinggi untuk dirimu sendiri.(Khwaja Pulad dari Erivan).(Dikutip dari buku JATUH CINTA, Lenter, 2005)

Ama @Labib

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: