Home > Uncategorized > Asal Api Neraka

Asal Api Neraka

Api 1Bahlul, sufi pandir tapi bijaksana, suatu hari bertemu dengan khalifah Harun Al-Rasyid, raja akbar Dinasti Abbassiyah.”Habis dari mana kau, Bahlul?” tanya sang penguasa dengan nada selidik.
“Dari neraka,!” jawab sufi cuek ini dengan enteng.
“Apa yang kau lakukan disana?”, tanya khalifah dengan penuh keheranan, “Cepat jelaskan padaku!” desak Harun memaksa.
Bahlul dengan ringan kemudian menjelaskan, “Saya sedang membutuhkan api, tuan. Jadi saya pikir lebih baik saya pergi ke neraka untuk meminta sedikit percikan api.

Tapi hampir semua penjaga neraka berkata: “Kami tak punya api disini.!”

Tentu saja saya bertanya: “Lho, kok begitu? Bukankah neraka tempat yang penuh dengan api?”
Penjaga neraka menjawab, “Begini, sebenarnya disini tak ada api sedikitpun. Setiap orang yang datang kesini membawa apinya masing-masing.”

Menurut Sayyid Haidar Amuli dan para ulama ruhani, bahwa segala ‘amal (baik atau buruk) kita di dunia ini kelak di alam kubur akan mewujud menjadi nyata. Amal baik akan berubah menjadi seorang pemuda tampan yang menemani dan menghibur kita sambil menunggu hingga hari kebangkitan, sedangkan amal buruk akan menjadi seorang yang berwajak buruk, berbau busuk, penyiksa serta memberi kesengsaraan, serta di akhirat menjadi api yang membakar diri kita sendiri. Jadi api neraka (an-nar) bukan tempat yang sudah disediakan akan tetapi sebenarnya adalah wujud dari segala perbuatan dosa kita sendiri yang kita lakukan di dunia ini.

Jadi jangan bawa api ke neraka..!

Salam , Ama Salman@1998

Penghujung Ramadhan 1430H, Wallahu a’lam.

Met Mudik Lebaran

Categories: Uncategorized
  1. Makmun Jamaludin
    2 October 2009 at 6:59 am

    Dikisahkan ada tiga orang anak manusia pendurhaka. Yang pertama, dia suka berzina, yang kedua dia sangat suka meminum minuman keras, yang ketiga dia perokok berat.
    pada suatu hari mereka mendapatkan kesempatan untuk melampiaskan kesukaannya (sesuka hati) selama satu tahun di dalam gua. Di gua pertama disediakan seratus perempuan cantik. maka masuklah si laki2 penzina ke dalamnya, untuk bersenang2 selama satu tahun. Di gua kedua disediakan berbagai macam minuman keras. Masuklah si peminum ke dalamnya untuk mereguk semua minuman itu selama setahun. Di gua yang ketiga disediakan berbagai rokok yang nikmat. Maka masuklah si perokok kedalamnya untuk menghisap semua rokok yang tersedia.

    setelah setahun berlalu, dibukalah pintu gua itu. Dari gua pertama keluar seorang laki2 yang sudah sangat kepayahan karena menggauli seratus perempuan selama satu tahun, hampir2 dia tidak bisa berdiri. Dari gua yang kedua keluarlah seorang laki2 yang juga kepayahan karena dia mabuk berat sekali. Dari pintu gua yang ketiga muncul seorang laki2 yang sehat dan kuat malah dia berlari kesana kemari sambil memaki-maki. Dialah si perokok. Anehnya lagi tak ada satupun rokok yang dia hisap selama dia menghuni gua tadi. Orang2 yang menyaksikannya merasa heran, “mengapa kamu biarkan rokok2 kesukaanmu itu?”
    “Kurang ajar”. kata si perokok, “kalian sekap aku di dalam gua selama setahun dengan rokok2 kesukaanku, tapi kalian lupa berikan aku korek api”.

    Pada suatu saat ketiga orang pendurhaka tadi bertobat. Tuhan menerima tobatnya. Lalu semua masuk surga.
    Si tukang zina ketika masuk surga dia berbisik kepada malaikat, apakah ada bidadari surga yang diperuntukkan baginya. Tentu, kata malaikat. Dan kemudian orang itu ditemani seribu bidadari. Si pemabuk ketika masuk surga, dia bertanya kepada malaikat, apakah ada minuman keras di surga. Tentu, kata malaikat di surga pasti segala ada. Lalu diberikan kepada dia segudang minuman. Si perokok ketika masuk surga, dia bertanya kepada malaikat, apakah di surga ada rokok? Pasti, kata malaikat. Lalu diberikan segudang rokok kesukaan dia. setelah dia keluarkan sebatang rokok untuk dihisap, lagi2 dia tidak temukan api untuk menyulutnya. Lalu dia bertanya lagi pada malaikat. “Tuan di surga ini segala ada”. kata malaikat, “kecuali satu, yaitu api”. “Sial, kata si perokok. “Lalu dimana yang ada api?”…….”Begini tuan, kalau Anda perlu api. Anda keluar dari pintu surga ini, nanti di luar Anda menyebrang jalan. Disitu ada pintu lagi, lalu masuklah kedalamnya, pasti Anda akan dapatkan api…….” Konon si perokok itu tidak pernah balik lagi ke surga. Surga baginya bukan tempat yang menyenangkan karena tidak ada api.

  2. Edward Salim
    20 October 2010 at 9:59 pm

    ijin copas ya, lucu hAHAHAHA

  3. bolanjack
    24 March 2011 at 1:14 am

    izin copas Gus.. syukron..

  4. 23 March 2012 at 6:26 pm

    sebuah pelajaran yg sungguh berharga…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: