Beranda > Uncategorized > Doa Nabi Khidir as : Doa Kumayl

Doa Nabi Khidir as : Doa Kumayl

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اَللّهُمَّ اِنّى اَسْئَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ وَ بِقُوَّتِكَ الَّتى قَهَرْتَ بِها كُلَّ شَىْءٍ

Ya Allah, aku memohon demi rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu; dan demi kekuatan-Mu yang menundukkan segalanya;

وَ خَضَعَ لَها كُلُّ شَىْءٍ وَ ذَلَّ لَها كُلُّ شَىْءٍ وَ بِجَبَرُوتِكَ الَّتى غَلَبْتَ بِها

dan segalanya tunduk dan hina di hadapannya (kekuatan-Mu); dan dengan jabarut-Mu yang mana Engkau memenangkan

كُلَّ شَىْءٍ وَ بِعِزَّتِكَ الَّتى لا يَقُومُ لَها شَىْءٌ وَ بِعَظَمَتِكَ الَّتى مَلاَتْ كُلَّ

segala sesuatu dengannya; dan dengan kemuliaan-Mu yang mana tidak ada satupun yang bisa berdiri menandinginya; dan dengan keagungan-Mu yang telah memenuhi segala sesuati;

شَىْءٍ وَ بِسُلْطانِكَ الَّذى عَلا كُلَّشَىْءٍ وَ بِوَجْهِكَ الْباقى بَعْدَ فَناَّءِ

dan dengan kekuasaan-Mu yang lebih tinggi dari segala sesuatu; dan demi wajah-Mu yang kekal setelah fananya

كُلِّ شَىْءٍ وَ بِأَسْمائِكَ الَّتى مَلاَتْ اَرْكانَ كُلِّشَىْءٍ وَ بِعِلْمِكَ الَّذى اَحاطَ

segala sesuatu; dan dengan nama-nama-Mu yang telah memenuhi rukun segala sesuatu (menjadi pondasi dan asas segala sesuatu); dan dengan ilmu-Mu yang meliputi

بِكُلِّ شَىْءٍ وَ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذى اَضاَّءَ لَهُ كُلُّشىْءٍ يا نُورُ يا قُدُّوسُ يا

segala sesuatu; dan dengan cahaya wajah-Mu yang karenanya segala sesuatu tersinari. Wahai Cahaya, wahai Yang Maha Suci, wahai

اَوَّلَ الاْوَّلِينَ وَ يا اخِرَ الاْ خِرينَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتى تَهْتِكُ

dzat Yang Lebih Awal dari segala yang awal, dan Lebih Akhir dari segala yang akhir. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah mengoyak

الْعِصَمَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتى تُنْزِلُ النِّقَمَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ

tirai penjaga. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah menurunkan amarah-Mu. Ya Allah, ampunilah

الذُّنُوبَ الَّتى تُغَيِّرُ النِّعَمَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لىَ الذُّنُوبَ الَّتى تَحْبِسُ

dosa-dosaku yang telah merubah nikmat-nikmat. Ampunilah dosa-dosakuyang telah menghalangi

الدُّعاَّءَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتى تُنْزِلُ الْبَلاَّءَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلى

naiknya doa (kepada-Mu). Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah menurunkan bencana. Ya Allah ampunilah

كُلَّ ذَنْبٍ اَذْنَبْتُهُ وَ كُلَّ خَطَّيئَةٍ اَخْطَاْتُها اَللّهُمَّ اِنّى اَتَقَرَّبُ اِلَيْكَ

segala dosa yang telah aku kerjakan dan segala kesalahan yang telah daku lakukan. Ya Allah, sungguh aku mendekatkan diri pada-Mu

بِذِكْرِكَ وَ اَسْتَشْفِعُ بِكَ اِلى نَفْسِكَ وَ اَسْئَلُكَ بِجُودِكَ اَنْ تُدْنِيَنى مِنْ

dengan cara mengingat-Mu (berdzikir pada-Mu), dan aku meminta pertolongan (syafa’at) dari diri-Mu untuk meraih-Mu, dan aku memohon kedermawaan-Mu agar mendekatkan diri ini

قُرْبِكَ وَ اَنْ تُوزِعَنى شُكْرَكَ وَ اَنْ تُلْهِمَنى ذِكْرَكَ اَللّهُمَّ اِنّى اَسْئَلُكَ

padamu. Lalu Kau karuniakan aku syukur, mengilhamkanku dzikir. Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu

سُؤ الَ خاضِعٍ مُتَذَلِّلٍ خاشِعٍ اَنْ تُسامِحَنى وَ تَرْحَمَنى وَ تَجْعَلَنى

dengan permohonan orang yang rendah, hina, khusyu’, agar Kau memaafkan aku, merahmatiku, dan menjadikanku

بِقَِسْمِكَ راضِياً قانِعاً وَ فى جَميعِ الاْحْوالِ مُتَواضِعاً اَللّهُمَّ وَ اَسْئَلُكَ

ridha dan merasa cukup dengan pemberian-Mu. Juga jadikan aku senantiasa rendah hati dalam setiap keadaan. Ya Tuhanku, aku meminta dari-Mu

سُؤالَ مَنِ اشْتَدَّتْ فاقَتُهُ وَ اَنْزَلَ بِكَ عِنْدَ الشَّدآئِدِ حاجَتَهُ وَ عَظُمَ

dengan permintaan orang yang begitu besar kebutuhannya, yang telah meluapkan segala kebutuhannya pada-Mu saat terdesak, yang juga besar

فيما عِنْدَكَ رَغْبَتُهُ اَللّهُمَّ عَظُمَ سُلْطانُكَ وَ عَلا مَكانُكَ وَ خَفِىَ

harapannya terhadap apa yang ada di sisi-Mu. Ya Allah, begitu agung kuasa-Mu dan tinggi tahta-Mu. Sungguh samar

مَكْرُكَ وَ ظَهَرَ اَمْرُكَ وَ غَلَبَ قَهْرُكَ وَ جَرَتْ قُدْرَتُكَ وَ لا يُمْكِنُ الْفِرارُ

makar-Mu, dan nampak perkara-Mu. Kekuatan-Mu selalu menang dan juga kudrat-Mu. Tak mungkin (ada yang bisa) lari

مِنْ حُكُومَتِكَ اَللّهُمَّ لا اَجِدُ لِذُنُوبى غافِراً وَ لا لِقَبائِحى ساتِراً وَ لا

dari kekuasaan-Mu. Ya Allah Tuhanku, aku tidak menemukan selain Engkau yang dapat memaafkan dosa-dosaku, dan tidak pula yang dapat menutupi keburukan-keburukanku. Juga tiada lagi selain-Mu

لِشَىْءٍ مِنْ عَمَلِىَ الْقَبيحِ بِالْحَسَنِ مُبَدِّلاً غَيْرَكَ لا اِلهَ اِلاّ اَنْتَ

yang bersedia membalas dengan kebaikan atas keburukan yang telah kulakukan. Benar tiada Tuhan selain Engkau.

سُبْحانَكَ وَ بِحَمْدِكَ ظَلَمْتُ نَفْسى وَ تَجَرَّأتُ بِجَهْلى وَ سَكَنْتُ اِلى

Maha suci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku telah zalim pada diriku sendiri. Telah lancang karena kebodohanku. Aku lalai karena merasa nyaman

قَديمِ ذِكْرِكَ لى وَ مَنِّكَ عَلَىَّ اَللّهُمَّ مَوْلاىَ كَمْ مِنْ قَبيحٍ سَتَرْتَهُ وَ كَمْ

karena Engkau selalu mengingatku dan mengasihiku. Ya Rabbi ya Tuhan, betapa banyak keburukanku yang telah kau tutupi? Betapa banyak

مِنْ فادِحٍ مِنَ الْبَلاَّءِ اَقَلْتَهُ وَ كَمْ مِنْ عِثارٍ وَقَيْتَهُ وَ كَمْ مِنْ مَكْرُوهٍ

bala dan bencana yang telah Kau hindarkan dariku? Betapa sering Engkau mencegahku tergelincir? Betapa Engkau

دَفَعْتَهُ وَ كَمْ مِنْ ثَناَّءٍ جَميلٍ لَسْتُ اَهْلاً لَهُ نَشَرْتَهُ اَللّهُمَّ عَظُمَ بَلاَّئى

menjagaku dari keburukan? Betapa sering pula Engkau menebar pujian-pujian untukku yang padahal aku tidak pantas mendapatkannya? Ya Allah, betapa besar balaku ini,

وَ اَفْرَطَ بى سُوَّءُ حالى وَ قَصُرَتْ بى اَعْمالى وَ قَعَدَتْ بى اَغْلالى

keterlaluan sudah buruknya keadaan hamba-Mu, sedikit sekali amalku, keterikatanku pada dunia telah mengekangku di sini,

وَ حَبَسَنى عَنْ نَفْعى بُعْدُ اَمَلى وَ خَدَعَتْنِى الدُّنْيا بِغُرُورِها وَ نَفْسى

angan-angan panjangku telah menahanku dari apa-apa yang dapat menguntungkanku. Dunia telah menipuku dengan tipuan-tipuannya! Dan diriku

بِجِنايَتِها وَ مِطالى يا سَيِّدى فَاَسْئَلُكَ بِعِزَّتِكَ اَنْ لا يَحْجُبَ عَنْكَ

terlumuri dosa dan keburukannya, lalu tinggal cukup lama di dalamnya. Wahai Tuhanku, kini aku memohon pada-Mu demi kemuliaan-Mu  jangan Kau biarkan doaku tertutupi (agar Engkau tidak berpaling dari doaku)

دُعاَّئى سُوَّءُ عَمَلى وَ فِعالى وَ لا تَفْضَحْنى بِخَفِىِّ مَا اطَّلَعْتَ عَلَيْهِ مِنْ

dikarenakan buruknya amal perbuatanku. Jangan pula Kau buka aib yang telah kulakukan

سِرّى وَلا تُعاجِلْنى بِالْعُقُوبَةِ عَلى ما عَمِلْتُهُ فى خَلَواتى مِنْ سُوَّءِ

saat aku sendiri. Jangan terburu-buru menurunkan hukuman padaku atas apa yang telah kulakukan di saat sepi,

فِعْلى وَ اِساَّئَتى وَ دَوامِ تَفْريطى وَ جَهالَتى وَ كَثْرَةِ شَهَواتى وَ غَفْلَتى

termasuk perbuatan-perbuatan burukku, keterlaluanku dan kebodohanku, tingginya syahwatku dan kelalaianku.

وَ كُنِ اللّهُمَّ بِعِزَّتِكَ لى فى كُلِّ الاْحْوالِ رَؤُفاً وَ عَلَىَّ فى جَميعِ

Tetaplah selalu sayang padaku demi kemuliaan-Mu dalam setiap keadaan, dan juga mengasihiku dakan segala

الاُْمُورِ عَطُوفاً اِلهى وَرَبّى مَنْ لى غَيْرُكَ اَسْئَلُهُ كَشْفَ ضُرّى

perkara. Ya Ilahi wahai Tuhanku, siapa lagi untukku selain-Mu? Yang dapat kuminta agar menyingkirkan keburukanku

وَالنَّظَرَ فى اَمْرى اِلهى وَ مَوْلاىَ اَجْرَيْتَ عَلَىَّ حُكْماً اِتَّبَعْتُ فيهِ

dan menoleh pada masalah-masalahku. Ilahi, engkau telah memberlakukan atasku hukum orang yang telah mengikuti

هَوى نَفْسى وَ لَمْ اَحْتَرِسْ فيهِ مِنْ تَزْيينِ عَدُوّى فَغَرَّنى بِما اَهْوى

hawa nafsu, dan aku benar-benar tidak berhat-hati dengan buaian musuhku yang kemudian menipuku sesuka hatinya

وَ اَسْعَدَهُ عَلى ذلِكَ الْقَضاَّءُ فَتَجاوَزْتُ بِما جَرى عَلَىَّ مِنْ ذلِكَ بَعْضَ

dan Qadha serta Qadar telah mendukungnya. Lalu dengan keadaan ini aku melangkahi

حُدُودِكَ وَ خالَفْتُ بَعْضَ اَوامِرِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَىَّ فى جَميعِ ذلِكَ

batasan-batasan yang seharusnya tak boleh kulangkahi; membangkang terhadap sebagian perintah-perintah-Mu. Maka segala puji bagi-Mu atas semua itu.

وَ لا حُجَّةَ لى فيما جَرى عَلَىَّ فيهِ قَضاَّؤُكَ وَ اَلْزَمَنى حُكْمُكَ

Aku tidak bisa berkata apa-apa atas hukuman yang Kau putuskan untukku karenanya, yang telah Kau pastikan dari hukuman

وَ بَلاؤُكَ وَ قَدْ اَتَيْتُكَ يا اِلهى بَعْدَ تَقْصيرى وَ اِسْرافى عَلى نَفْسى

dan bala-mu. Aku mendatangi-Mu wahai Tuhanku setelah segala kesalahan dan keterlaluanku atas diriku ini

مُعْتَذِراً نادِماً مُنْكَسِراً مُسْتَقيلاً مُسْتَغْفِراً مُنيباً مُقِرّاً مُذْعِناً مُعْتَرِفاً لا

dengan meminta maaf, menyesal, patah hati, beristighfar, bertaubat, mengaku atas dosaku…

اَجِدُ مَفَرّاً مِمّا كانَ مِنّى وَ لا مَفْزَعاً اَتَوَجَّهُ اِلَيْهِ فى اَمْرى غَيْرَ قَبُولِكَ

Aku tidak menemukan jalan untuk lari dan berlindung ketakutan. Aku menuju-Mu dalam masalah ini

عُذْرى وَ اِدْخالِكَ اِيّاىَ فى سَعَةِ رَحْمَتِكَ اَللّهُمَّ فَاقْبَلْ عُذْرى

agar Kau menerima uzurku, memasukkanku ke dalam rahmat-Mu. Ya Allah, terimalah maaf ini

وَارْحَمْ شِدَّةَ ضُرّى وَ فُكَّنى مِنْ شَدِّ وَ ثاقى يا رَبِّ ارْحَمْ ضَعْفَ

kasihanilah hamba yang sangat buruk ini. Bebaskan aku dari belenggu dosaku. Ya Rabbi, kasihani tubuhku

بَدَنى وَ رِقَّةَ جِلْدى وَ دِقَّةَ عَظْمى يا مَنْ بَدَءَ خَلْقى وَ ذِكْرى وَ تَرْبِيَتى

yang lemah ini, kulitnya yang tipis, dan tulangnya yang rapuh. Wahai yang memulai penciptaanku dan mendidikku,

وَ بِرّى وَ تَغْذِيَتى هَبْنى لاِبْتِدآءِ كَرَمِكَ وَ سالِفِ بِرِّكَ بى يا اِلهى

lalu berbuat baik padaku dan menghidupiku, berilah kembali kebaikan-Mu itu sebagaimana yang lalu. Ya Ilahi

وَ سَيِّدى وَ رَبّى اَتُراكَ مُعَذِّبى بِنارِكَ بَعْدَ تَوْحيدِكَ وَ بَعْدَ مَا انْطَوى

wahai Tuhanku, apakah benar Kau akan membiarkanku diadzab di neraka-Mu setelah aku mengakui keesaan-Mu? Setelah hati ini

عَلَيْهِ قَلْبى مِنْ مَعْرِفَتِكَ وَ لَهِجَ بِهِ لِسانى مِنْ ذِكْرِكَ وَاعْتَقَدَهُ

menyadari keagungan-Mu? dan lidahku bergetar saat mengingat-Mu? sampai-sampai lidahku lancar berdzikir menyebut nama-Mu,

ضَميرى مِنْ حُبِّكَ وَ بَعْدَ صِدْقِ اعْتِرافى وَ دُعاَّئى خاضِعاً لِرُبُوبِيَّتِكَ

dan jiwaku telah terikat dengan kecintaan pada-Mu. Apa benar Kau akan menyiksaku setelah kuakui Engkau secara jujur, berdoa pada-Mu secara tulus, tunduk akan rububiyah-Mu?

هَيْهاتَ اَنْتَ اَكْرَمُ مِنْ اَنْ تُضَيِّعَ مَنْ رَبَّيْتَهُ اَوْ تُبْعِدَ مَنْ اَدْنَيْتَهُ اَوْ

Tidak… Engkau tidak mungkin menghempaskan begitu saja hamba yang telah Kau didik. Maha Mulia Engkau untuk menjauhkan hamba yang pernah Kau dekatkan dan Kau sayangi,

تُشَرِّدَ مَنْ اوَيْتَهُ اَوْ تُسَلِّمَ اِلَى الْبَلاءِ مَنْ كَفَيْتَهُ وَ رَحِمْتَهُ وَ لَيْتَ

dan menceburkannya dalam bala dan bencana padahal Engkau telah mencukupinya dan merahmatinya.

شِعْرى يا سَيِّدى وَ اِلهى وَ مَوْلاىَ اَتُسَلِّطُ النّارَ عَلى وُجُوهٍ خَرَّتْ

Aku ingin tahu, wahai Tuhanku… Apakah Kau akan membakar wajah-wajah yang telah tunduk

لِعَظَمَتِكَ ساجِدَةً وَ عَلى اَلْسُنٍ نَطَقَتْ بِتَوْحيدِكَ صادِقَةً وَ بِشُكْرِكَ

karena keagungan-Mu dalam sujud, Lidah yang mengucap tulus akan keesaan-Mu; hamba yang

مادِحَةً وَ عَلى قُلُوبٍ اعْتَرَفَتْ بِاِلهِيَّتِكَ مُحَقِّقَةً وَ عَلى ضَماَّئِرَ حَوَتْ

telah memuji-Mu karena mensyukuri-Mu; hamba yang mengaku di hatinya bahwa Engkau benar-benar Tuhannya; hamba yang

مِنَ الْعِلْمِ بِكَ حَتّى صارَتْ خاشِعَةً وَ عَلى جَوارِحَ سَعَتْ اِلى اَوْطانِ

hatinya penuh pengetahuan tentang-Mu hingga merasa takut; hamba yang tubuhnya bergegas dihantarkan menuju tempat ibadah-Mu

تَعَبُّدِكَ طاَّئِعَةً وَ اَشارَتْ بِاسْتِغْفارِكَ مُذْعِنَةً ما هكَذَا الظَّنُّ بِكَ وَ لا

dengan penuh kerinduan; dan mengisyarahkan istighfarnya dengan penuh harapan pengampunan. Sunggah tidak seperti itu prasangkaku

اُخْبِرْنا بِفَضْلِكَ عَنْكَ يا كَريمُ يا رَبِّ وَ اَنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفى عَنْ قَليلٍ

Aku sering sekali mendengar tentang kemurahan-Mu. Wahai Yang Maha Pemurah waha Rabb-ku. Engkau tahu jelas betapa lemahnya aku

مِنْ بَلاَّءِ الدُّنْيا وَ عُقُوباتِها وَ ما يَجْرى فيها مِنَ الْمَكارِهِ عَلى اَهْلِها

yang tidak mampu bertahan atas bala di dunia dan hukuman yang sedikit ini, atas segala yang menimpa penduduknya dari kesusahan-kesusahan.

عَلى اَنَّ ذلِكَ بَلاَّءٌ وَ مَكْرُوهٌ قَليلٌ مَكْثُهُ يَسيرٌ بَقاَّئُهُ قَصيرٌ مُدَّتُهُ

Padahal bala dan kesusahan itu hanya sedikit, sebentar, dan pendek masanya.

فَكَيْفَ احْتِمالى لِبَلاَّءِ الاْخِرَةِ وَ جَليلِ وُقُوعِ الْمَكارِهِ فيها وَهُوَ بَلاَّءٌ

Lalu bagaimana mungkin daku bertahan dalam bala dan siksa akhirat dan segala hukuman yang ada di sana?

تَطُولُ مُدَّتُهُ وَ يَدُومُ مَقامُهُ وَ لا يُخَفَّفُ عَنْ اَهْلِهِ لاِنَّهُ لا يَكُونُ اِلاّ

Yang berlangsung lama dan tidak ada keringanan bagi penghuninya karena amarah-Mu…

عَنْ غَضَبِكَ وَاْنتِقامِكَ وَ سَخَطِكَ وَ هذا ما لا تَقُومُ لَهُ السَّمواتُ

Karena murka-Mu. Bahkan langit dan bumi pun tak mampu menahan siksa hukuman itu.

وَالاَْرْضُ يا سَيِّدِى فَكَيْفَ لى وَ اَنَا عَبْدُكَ الضَّعيفُ الذَّليلُ

Apa lagi aku? Aku hambamu yang lemah, hina,

الْحَقيرُ الْمِسْكينُ الْمُسْتَكينُ يا اِلهى وَ رَبّى وَ سَيِّدِى وَ مَوْلاىَ

malang, papa. Ya Tuhanku,

لاِىِّ الاُْمُورِ اِلَيْكَ اَشْكُو وَ لِما مِنْها اَضِجُّ وَ اَبْكى لاِليمِ الْعَذابِ

apa yang akan kuadukan pada-Mu di sana nanti? Karena apa kelak aku akan menangis di sana? Apakah karena pedihnya siksaan,

وَ شِدَّتِهِ اَمْ لِطُولِ الْبَلاَّءِ وَ مُدَّتِهِ فَلَئِنْ صَيَّرْتَنى لِلْعُقُوباتِ مَعَ

atau karena lamanya aku akan disiksa? Jika seandainya Kau akan mengumpulkanku bersama

اَعْدآئِكَ وَ جَمَعْتَ بَيْنى وَ بَيْنَ اَهْلِ بَلاَّئِكَ وَ فَرَّقْتَ بَيْنى وَ بَيْنَ

musuh-musuh-Mu, bersama penduduk neraka-Mu, dan Kau pisah aku dari

اَحِبّاَّئِكَ وَ اَوْلياَّئِكَ فَهَبْنى يا اِلهى وَ سَيِّدِى وَ مَوْلاىَ وَ رَبّى

hamba-hamba kecintaan-Mu, maka ya Tuhan,

صَبَرْتُ عَلى عَذابِكَ فَكَيْفَ اَصْبِرُ عَلى فِراقِكَ وَ هَبْنى صَبَرْتُ عَلى

aku mungkin masih bisa bersabar atas siksaan itu. Namun bagaimana aku bisa bersabar atas perpisahan dari-Mu? Anggaplah aku tahan dengan

حَرِّ نارِكَ فَكَيْفَ اَصْبِرُ عَنِ النَّظَرِ اِلى كَرامَتِكَ اَمْ كَيْفَ اَسْكُنُ فِى

panasnya api neraka-Mu, lalu bagaimana aku bisa bersabar untuk ingin merasakan kasih-Mu. Bagaimana aku tinggal di neraka?

النّارِ وَ رَجاَّئى عَفْوُكَ فَبِعِزَّتِكَ يا سَيِّدى وَ مَوْلاىَ اُقْسِمُ صادِقاً لَئِنْ

Sedang harapanku adalah maaf-Mu. Maka demi kemuliaan-Mu, wahai Tuhanku, aku bersumpah,

تَرَكْتَنى ناطِقاً لاَضِجَّنَّ اِلَيْكَ بَيْنَ اَهْلِها ضَجيجَ الاْ مِلينَ وَ لاَصْرُخَنَّ

jika engkau membiarkanku dapat berbicara di sana, aku akan berteriak

اِلَيْكَ صُراخَ الْمَسْتَصْرِخينَ وَ لاََبْكِيَنَّ عَلَيْكَ بُكاَّءَ الْفاقِدينَ

di tengah-tengah mereka memanggil-Mu, menangis karena kehilangan-Mu,

وَ لاَُنادِيَنَّكَ اَيْنَ كُنْتَ يا وَلِىَّ الْمُؤْمِنينَ يا غايَةَ امالِ الْعارِفينَ يا

akan kupanggil nama-Mu: di manakah Engkau wahai pengayom orang-orang yang beriman!? Wahai harapan orang-orang arif, wahai

غِياثَ الْمُسْتَغيثينَ يا حَبيبَ قُلُوبِ الصّادِقينَ وَ يا اِلهَ الْعالَمينَ

pertolongan hamba-hamba yang memohon pertolongan, wahai kecintaan hati-hati yang tulus, wahai Tuhan semesta alam.

اَفَتُراكَ سُبْحانَكَ يا اِلهى وَ بِحَمْدِكَ تَسْمَعُ فيها صَوْتَ عَبْدٍ مُسْلِمٍ

Tegakah Engkau wahai Tuhanku yang kupuji, mendengar suara hamba-Mu di sana

سُجِنَ فيها بِمُخالَفَتِهِ وَ ذاقَ طَعْمَ عَذابِها بِمَعْصِيَتِهِ وَ حُبِسَ بَيْنَ

yang kesakitan terkurung api neraka-Mu karena pertentangannya, merasakan siksa-Mu karena maksiatnya, terperangkap di antara lapisan-lapisannya

اَطْباقِها بِجُرْمِهِ وَ جَريرَتِهِ وَ هُوَ يَضِجُّ اِلَيْكَ ضَجيجَ مُؤَمِّلٍ لِرَحْمَتِكَ

karena kejahatannya, sedang ia memelas dan memohon rahmat-Mu,

وَ يُناديكَ بِلِسانِ اَهْلِ تَوْحيدِكَ وَ يَتَوَسَّلُ اِلَيْكَ بِرُبُوبِيَّتِكَ يا مَوْلاىَ

memanggilmu dengan lidah ahli Tauhid, bertawasul pada-Mu dengan rububiyah-Mu. Ya Rabbi,

فَكَيْفَ يَبْقى فِى الْعَذابِ وَ هُوَ يَرْجُوا ما سَلَفَ مِنْ حِلْمِكَ اَمْ كَيْفَ

bagaimana ia tetap berada dalam siksa sedang ia memohon apa yang ia dengar sebelumnya tentang ampun-Mu? Bagaimana

تُؤْلِمُهُ النّارُ وَ هُوَ يَأمُلُ فَضْلَكَ وَ رَحْمَتَكَ اَمْ كَيْفَ يُحْرِقُهُ لَهيبُها

api menyakitinya sedang ia senantiasa merenungi karunia dan rahmat-Mu?

وَ اَنْتَ تَسْمَعُ صَوْتَهُ وَ تَرى مَكانَهُ اَمْ كَيْفَ يَشْتَمِلُ عَلَيْهِ زَفيرُها

Engkau sendiri sedang mendengar suaranya, melihat di mana ia berada, yang sedemikian rupa disambar kobaran api

وَ اَنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفَهُ اَمْ كَيْفَ يَتَقَلْقَلُ بَيْنَ اَطْباقِها وَ اَنْتَ تَعْلَمُ صِدْقَهُ اَمْ

padahal Kau tahu betapa ia lemah. Bagimana ia jatuh bangun di sana sedang Kau tahu ketulusannya?

كَيْفَ تَزْجُرُهُ زَبانِيَتُها وَ هُوَ يُناديكَ يا رَبَّهُ اَمْ كَيْفَ يَرْجُو فَضْلَكَ فى

Bangaimana para penjaga neraka menggiringnya dengan kasar sedang ia selalu merintih, “Ya Tuhanku…” Bagaimana ia mengharap kemurahan-Mu

عِتْقِهِ مِنْها فَتَتْرُكُهُ فيها هَيْهاتَ ما ذلِكَ الظَّنُ بِكَ وَ لاَالْمَعْرُوفُ مِنْ

namun Engkau meninggalkannya? Tidak, sungguh aku tidak menyangka Engkau akan seperti itu. Bukan seperti itu apa yang sering aku dengar

فَضْلِكَ وَ لا مُشْبِهٌ لِما عامَلْتَ بِهِ الْمُوَحِّدينَ مِنْ بِرِّكَ وَ اِحْسانِكَ

tentang kemurahan-Mu. Sama sekali tidak seperti bagaimana Engkau memperlakukan hamba-hamba yang mengesakan-Mu

فَبِالْيَقينِ اَقْطَعُ لَوْ لا ما حَكَمْتَ بِهِ مِنْ تَعْذيبِ جاحِديكَ وَ قَضَيْتَ

Dengan penuh yakin, jika seandainya Engkau tidak berjanji untuk menyiksa para pendosa-Mu, jika sebelumnya Engkau tidak

بِهِ مِنْ اِخْلادِ مُعانِديكَ لَجَعَلْتَ النّارَ كُلَّها بَرْداً وَ سَلاماً وَ ما كانَ

bertekat untuk mengekalkan musuh-musuh-Mu di sana, Engkau pasti telah menjadikan api neraka seluruhnya dingin dan tentram;

لاِحَدٍ فيها مَقَرّاً وَ لا مُقاماً لكِنَّكَ تَقَدَّسَتْ اَسْماَّؤُكَ اَقْسَمْتَ اَنْ

tidak akan ada satupun yang akan tinggal di sana. Namun amat suci nama-Mu. Engkau telah berjanji

تَمْلاَها مِنَ الْكافِرينَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنّاسِ اَجْمَعينَ وَ اَنْ تُخَلِّدَ فيهَا

untuk memenuhinya dengan orang-orang kafir, baik dari jin maupun manusia, dan mengkekalkan di dalamnya

الْمُعانِدينَ وَ اَنْتَ جَلَّ ثَناؤُكَ قُلْتَ مُبْتَدِئاً وَ تَطَوَّلْتَ بِالاِْنْعامِ مُتَكَرِّماً

orang-orang yang menentang. Engkau juga telah berkata sebelumnya, dan telah menganugerahkan nikmat-nikmat ini atas kedermawanan-Mu,

اَفَمَنْ كانَ مُؤْمِناً كَمَنْ كانَ فاسِقاً لا يَسْتَوُونَ اِلهى وَ سَيِّدى

seraya Kau katakan, “Apakah orang yang beriman sama dengan orang fasik? Sungguh berbeda.” Ya Ilahi, wahai junjunganku,

فَاَسْئَلُكَ بِالْقُدْرَةِ الَّتى قَدَّرْتَها وَ بِالْقَضِيَّةِ الَّتى حَتَمْتَها وَ حَكَمْتَها

maka aku memohon dengan kekuatan yang telah Kau kudratkan, dan dengan keputusan yang telah Kau putuskan dan pastikan,

وَ غَلَبْتَ مَنْ عَلَيْهِ اَجْرَيْتَها اَنْ تَهَبَ لى فى هذِهِ اللَّيْلَةِ وَ فى هذِهِ

dan telah Kau menangi siapapun yang Kau berlakukan itu atasnya, agar Kau memberikan daku di malam ini,

السّاعَةِ كُلَّ جُرْمٍ اَجْرَمْتُهُ وَ كُلَّ ذَنْبٍ اَذْنَبْتُهُ وَ كُلَّ قَبِيحٍ اَسْرَرْتُهُ وَ كُلَّ

dan detik ini juga, anugrah maaf atas segala kejahaan yang telah kujalani, juga dosa yang telah kulakukan, keburukan yang telah kusembunyikan, dan segala

جَهْلٍ عَمِلْتُهُ كَتَمْتُهُ اَوْ اَعْلَنْتُهُ اَخْفَيْتُهُ اَوْ اَظْهَرْتُهُ وَ كُلَّ سَيِّئَةٍ اَمَرْتَ

kebodohan yang telah kulakukan; baik diam-diam atau terang-terangan; kusembunyikan atau kutampakkan; dan segala nista yang telah kau perintahkan

بِاِثْباتِهَا الْكِرامَ الْكاتِبينَ الَّذينَ وَكَّلْتَهُمْ بِحِفْظِ ما يَكُونُ مِنّى

para malaikat mulia untuk mencatatnya, yang Kau percaya untuk mengingat apa yang telah kukerjakan

وَ جَعَلْتَهُمْ شُهُوداً عَلَىَّ مَعَ جَوارِحى وَ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقيبَ عَلَىَّ مِنْ

dan Kau jadikan mereka saksi atas apa yang dilakukan anggota tubuhku. Engkau juga selalu ada di

وَراَّئِهِمْ وَالشّاهِدَ لِما خَفِىَ عَنْهُمْ وَ بِرَحْمَتِكَ اَخْفَيْتَهُ وَ بِفَضْلِكَ

belakang mereka, dan menyaksikan apa yang tidak mereka saksikan. Karena rahmat-Mu pula semua keburukan itu Kau tutupi.

سَتَرْتَهُ وَ اَنْ تُوَفِّرَ حَظّى مِنْ كُلِّ خَيْرٍ اَنْزَلْتَهُ اَوْ اِحْسانٍ فَضَّلْتَهُ اَوْ بِرٍّ

Aku juga memohon agar memenuhi nasibku ini dengan segala kebaikan yang Kau turunkan, cinta dan kasih sayang yang Kau anugerahkan;

نَشَرْتَهُ اَوْ رِزْقٍ بَسَطْتَهُ اَوْ ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ اَوْ خَطَاءٍ تَسْتُرُهُ يا رَبِّ يا رَبِّ

lingkupi aku dengan kebaikan yang Kau tebar, rizki yang kau gelar, pengampunan atas dosa, juga tutupi kejelekanku ini. Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi.

يا رَبِّ يا اِلهى وَ سَيِّدى وَ مَوْلاىَ وَ مالِكَ رِقّى يا مَنْ بِيَدِهِ

Ya Allah wahai Tuhanku, Tuanku, dan pemilik diriku, wahai yang

ناصِيَتى يا عَليماً بِضُرّى وَ مَسْكَنَتى يا خَبيراً بِفَقْرى وَ فاقَتى

menguasai ikhtiarku, wahai yang tahu buruk dan malangnya aku, wahai yang mendengar fakir dan miskinnya hambamu ini,

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ اَسْئَلُكَ بِحَقِّكَ وَ قُدْسِكَ وَ اَعْظَمِ صِفاتِكَ

ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi, aku memohon pada-Mu demi hak-Mu, kudus-Mu, dan sifat-sifat agung-Mu…

وَ اَسْماَّئِكَ اَنْ تَجْعَلَ اَوْقاتى مِنَ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ بِذِكْرِكَ مَعْمُورَةً

juga dengan nama-nama-Mu, agar Kau jadikan waktu-waktuku di malam dan siang hari penuh dengan dzikir pada-Mu

وَ بِخِدْمَتِكَ مَوْصُولَةً وَ اَعْمالى عِنْدَكَ مَقْبُولَةً حَتّى تَكُونَ اَعْمالى

khidmat untuk-Mu selalu, dan Kau terima amal-amalku; sehingga segala yang kulakukan

وَ اَوْرادى كُلُّها وِرْداً واحِداً وَ حالى فى خِدْمَتِكَ سَرْمَداً يا سَيِّدى يا

bagaikan wirid-wirid yang satu, dan aku selalu dalam keadaan berkhidmat untukmu.

مَنْ عَلَيْهِ مُعَوَّلى يا مَنْ اِلَيْهِ شَكَوْتُ اَحْوالى يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ

Wahai sandaranku, wahai tempatku mengadukan kondisiku, ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi,

قَوِّ عَلى خِدْمَتِكَ جَوارِحى وَاشْدُدْ عَلَى الْعَزيمَةِ جَوانِحى وَ هَبْ لِىَ

kuatkanlah tubuh hambamu untuk berkhidmat, kokohkan tekatku, berilah aku

الْجِدَّ فى خَشْيَتِكَ وَالدَّوامَ فِى الاِْتِّصالِ بِخِدْمَتِكَ حَتّى اَسْرَحَ اِلَيْكَ

kesungguhan dalam berkhusyuk, istiqamah untuk selalu terus menerus berkhidmat, sehingga aku dapat bergegas menuju-Mu

فى مَيادينِ السّابِقينَ وَ اُسْرِعَ اِلَيْكَ فِى الْبارِزينَ وَ اَشْتاقَ اِلى

di medan-medan para kekasih-Mu yang menuju, menyusul menjadi yang terdepan, merindukan

قُرْبِكَ فِى الْمُشْتاقينَ وَ اَدْنُوَ مِنْكَ دُنُوَّ الْمُخْلِصينَ وَ اَخافَكَ مَخافَةَ

kedekatan dengan-Mu seperti para perindu lainnya, menjadi lebih dekat sebagaimana orang-orang yang ikhlas, takut akan azab-Mu

الْمُوقِنينَ وَ اَجْتَمِعَ فى جِوارِكَ مَعَ الْمُؤْمِنينَ اَللّهُمَّ وَ مَنْ اَرادَنى

seperti takutnya mereka yang yakin, lalu aku berkumpul di sisi-Mu dengan orang-orang yang beriman. Ya Allah, siapapun yang menginginkan keburukan untukku

بِسُوَّءٍ فَاَرِدْهُ وَ مَنْ كادَنى فَكِدْهُ وَاجْعَلْنى مِنْ اَحْسَنِ عَبيدِكَ نَصيباً

maka tolaklah, siapapun yang dengki padaku dengkilah padanya, dan jadikan aku hamba yang paling bagus nasibnya di sisi-Mu

عِنْدَكَ وَ اَقْرَبِهِمْ مَنْزِلَةً مِنْكَ وَ اَخَصِّهِمْ زُلْفَةً لَدَيْكَ فَاِنَّهُ لا يُنالُ ذلِكَ

dn paling dekat kedudukannya dengan-Mu, yang paling istimewa martabatnya di hadapan-Mu. Sungguh itu semua tidak akan dapat digapai

اِلاّ بِفَضْلِكَ وَ جُدْلى بِجُودِكَ وَاعْطِفْ عَلَىَّ بِمَجْدِكَ وَاحْفَظْنى

kecuali dengan karunia-Mu. Bermurah hatilah padaku dengan kemurah-hatian-Mu, torehkan perhatian-Mu padaku dengan keagungan-Mu

بِرَحْمَتِكَ وَاجْعَلْ لِسانى بِذِكْرِكَ لَهِجاً وَ قَلْبى بِحُبِّكَ مُتَيَّماً وَ مُنَّ

dengan rahmat-Mu jadikan lidah ini senantiasa menyebut-Mu dengan nyata, dan hatiku penuh cinta-Mu

عَلَىَّ بِحُسْنِ اِجابَتِكَ وَ اَقِلْنى عَثْرَتى وَاغْفِرْ زَلَّتى فَاِنَّكَ قَضَيْتَ

karuniakan daku jawaban doa, kurangi ketergelinciranku, ampuni kesalahanku. Sesungguhnya Engkau telah

عَلى عِبادِكَ بِعِبادَتِكَ وَ اَمَرْتَهُمْ بِدُعاَّئِكَ وَ ضَمِنْتَ لَهُمُ الاِْجابَةَ

memerintahkan hamba-hamba-Mu untuk menyembah-Mu, menyuruh mereka berdoa, dan Kau janjikan jawaban serta ijabah

فَاِلَيْكَ يا رَبِّ نَصَبْتُ وَجْهى وَ اِلَيْكَ يا رَبِّ مَدَدْتُ يَدى فَبِعِزَّتِكَ

maka kini kutengadahkan wajahku pada-Mu, dan kepada-Mu ya Tuhan kuangkat kedua tanganku,

اسْتَجِبْ لى دُعاَّئى وَ بَلِّغْنى مُناىَ وَ لا تَقْطَعْ مِنْ فَضْلِكَ رَجاَّئى

demi kesucian-Mu, jawablah doaku ini, sampaikan aku kepada harapanku, jangan Kau potong harapan ini terhadap kemurahan-Mu,

وَاكْفِنى شَرَّ الْجِنِّ وَالاِْنْسِ مِنْ اَعْدآئى يا سَريعَ الرِّضا اِغْفِرْ لِمَنْ لا

jagalah aku dari keburukan jin dan manusia, dari golongan musuh-musuhku… Wahai Tuhan yang cepat ridha-Nya, ampuni hamba

يَمْلِكُ اِلا الدُّعاَّءَ فَاِنَّكَ فَعّالٌ لِما تَشاَّءُ يا مَنِ اسْمُهُ دَوآءٌ وَ ذِكْرُهُ

yang tidak memiliki apapun selain doa. Sesungguhnya Engkau maha melakukan apapun yang Kau inginkan. Wahai yang nama-Nya adalah obat, dan mengingat-Nya

شِفاَّءٌ وَ طاعَتُهُ غِنىً اِرْحَمْ مَنْ رَأسُ مالِهِ الرَّجاَّءُ وَ سِلاحُهُ الْبُكاَّءُ يا

adalah kesembuhan, taat padanya adalah kekayaan, kasihi orang yang modalnya hanya harapan, senjatanya adalah tangisan, wahai

سابِغَ النِّعَمِ يا دافِعَ النِّقَمِ يا نُورَ الْمُسْتَوْحِشينَ فِى الظُّلَمِ يا عالِماً

yang selalu memberi nikmat, mencegah keburukan, wahai cahaya orang yang mencari pelita di kegelapan, wahai yang mengetahui

لا يُعَلَّمُ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَافْعَلْ بى ما اَنْتَ اَهْلُهُ

tanpa diberi tahu, curahkanlah shalawat-Mu pada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan perlakukan daku sebagaimana menurutmu layak Kau perlakukan.

 وَ صَلَّى اللّهُ عَلى رَسُولِهِ وَالاْئِمَّةِ الْمَيامينَ مِنْ الِهِ وَ سَلَّمَ تَسْليماً كَثيراً

Semoga Allah senantiasa menyampaikan salam sejahtera shalawat kepada utusan-Nya dan para imam dari keluarganya sebanyak-banyaknya.

———————-

Untuk mendownload doa kumail dalam bentuk mp3, silahkan » klik disini

About these ads
Kategori:Uncategorized
  1. 28 Agustus 2012 pukul 4:34 pm

    inilah doa orang syiah,pendusta agama

    • 12 September 2012 pukul 9:39 am

      apa yg benarnya saudaraku??apakah engkau sang maha benar sehingga engaku beranggapan penulis ini pendusta??apakah ada penjamin dalam al quran abdul khalid itu benar ataupun penulisnya benar???alangkah baik kita mohon petunjuk kpd Allah krna hanya Allah yg Maha benar!ambil saja kebaikan dari tulisan ini! buang jika engkau tidak setuju….jgn hujad saudaramu semama muslim…sesungguhnya kita itu bersaudara….yg tidak baik itu adalah menimbulkan pertikaian sesama muslim krna masing2 kita mempunyai suatu dalil non muslim akan tertawa krn pertikaian yg sedikit membuat kita terpecah belah…ingatlah kebenaran itu milik Allah sedangkan kita tidak pernah menyaksikan lansung masa2 lapau dari nabi Allah!

    • aki
      3 Oktober 2012 pukul 10:08 am

      Ya,,Allah,,berilah umat nabi muhammad saw…itu ber kasih sayang,,,,mengenai sesat dan tidak,,,,,,jgn gampang menuduh,,,kita juga belum tentu benar ,,saudaraku,,,salam

    • paganblackmetal
      2 Desember 2012 pukul 2:31 pm

      ini doa nabi khidir bos bukan orang syiah,soal orAang syiah doa pake lagu ini beda lagi urusannya ,itu urusan yg diatas ,jgn lah karena benci kita menjadi kehilangan akal sehat

    • Muhammad Aryo
      24 Februari 2013 pukul 8:10 pm

      hehehee…..abdul khalid inilah contoh orang dungu, gegabah semua perbuatan kehidupannya sehari-hari pasti gk pernah pakai hati nurani & akal sehat, hehehee…

    • hambaNya
      27 Agustus 2013 pukul 2:44 pm

      Abdul Khalid..takutlah engkau akan kesaksian dari perkataanmu sendiri…

    • debu di bumi
      4 Maret 2014 pukul 8:46 am

      Abdul khalid : smg Allah memberi kita petunjukNya agar dpt membedakan mana yg sesat mana yg benar..sadarilah dlm sehari semalam 17 kali selama hidup kita masih meminta ihdinasshiroothol mustaqiim..?

  2. 1 Oktober 2012 pukul 12:43 pm

    ALANGKAH BAIKNYA MANUSIA ITU MENGAKU TIDAK TAU DARI MENUDUH SESUATU YANG TIDAK BAIK PADA SESAMA UMAT ISLAM……….

  3. Yaya Rusyana
    19 Oktober 2012 pukul 2:29 am

    aamiin Ya Robbal A’lamin

  4. tyiok
    26 Oktober 2012 pukul 5:17 pm

    ijin copas,,. syukron

  5. zulfikri
    5 November 2012 pukul 11:34 am

    Janganlah saling berpecah belah di antara kita, jangan saling menghujat, jangan saling menyalahkan, jangan saling membenci, perbedaan itu adalah rahmat dan sunnatullah, bukankah Allah SWTmenciptakan manusia itu penuh dengan keragaman: budaya, bahasa, warna kulit, dan sebagainya yang semuanya berasal dari diri yang satu yaitu Nabi Adam AS. Semua itu agar kita saling mengenal dan merenungkan bahwa betapa Maha Kaya nya Allah SWT sehingga bisa menambah keimanan dan ketakwaan kita. Ingatlah bahwa jika kebencian merasukimu maka sesungguhnya iblis sudah merasukimu dan mencoba mengendalikanmu melalui kebencian itu. Dan dialah sebenarnya musuh kita anak cucu Adam, yang sudah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Maka dari itu semua, mari kita jadikan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai penguji segala keraguan untuk membuktikan benar atau salahnya segala hal dan sebagai petunjuk dalam hidup kita.

  6. karen
    17 Desember 2012 pukul 9:20 pm

    ingatlah wahai saudaraku islam terbagi menjadi 73 golongan tapi yang benar cuma 1

  7. 31 Desember 2012 pukul 2:25 pm

    assalamu ‘alaikum,,,
    saya izin copas teks doanya dan download MP3 nya,,
    mudah-mudahan menjadi kebaikan buat kita semua…
    aamiin

    • kampoengsufi
      31 Desember 2012 pukul 6:22 pm

      Wass wr wb…
      Silakan Mas,, semua disajikan untuk berbagi…
      Salam

  8. Yaya Rusyana
    6 Januari 2013 pukul 10:17 pm

    Alhamdulillah …..

  9. L.Najib kazwani
    15 Januari 2013 pukul 10:39 am

    yaAlloh hindarkan kami dari suuzzon,

  10. 25 Januari 2013 pukul 4:44 pm

    Sy terharu sekali. Subhanallah begtu indah puji2 nabiyullah hingga air matapun menetes.. Ya Robbi, Ya Robbi.. Ampunilah umat Muhammad

  11. mikey
    13 Mei 2013 pukul 7:02 pm

    bijaklah jadi orang … jika memang salah alangkah baiknya dimana titik permasalahan tersebut … jangan asal maen tuduh gtoooo broooo …
    semoga kita selalu diberikan hidayah agar menjadi umat yang selalu dalam ridhoNya …

  12. 3 Maret 2014 pukul 5:16 pm

    izin copy ya.

  1. 21 Agustus 2012 pukul 4:25 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: