Beranda > Uncategorized > Pohon Kurma Menangis

Pohon Kurma Menangis

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa pada masa itu masjid Rasulullah saw beratap batang pohon kurma. Jika Rasulullah saw berkhotbah, beliau berdiri di atas salah satu batang pohon kurma. Karena jumlah umat Islam bertambah, maka dibuatlah mimbar agar jamaah majelis yang berada di belakang dapat melihat Rasulullah saw ketika berkhutbah. Para sahabat pun membuat mimbar dari kayu. Setelah beres, Rasulullah saw datang menuju mimbar untuk berkhotbah. Namun, ketika naik mimbar terdengarlah rintihan seperti rintihan unta dan goncangan tanah yang terus bergetar sehingga para sahabat pun bertanya-tanya.

Rasulullah saw tersenyum. Rasulullah saw turun  dari mimbar dan mendatangi pohon kurma yang tak jauh dari mimbar tersebut. Rasulullah saw meletakkan tangan pada batang pohon kurma dan mengusap-usap dengan perlahan-lahan.

Rasulullah saw  berkata pada pohon kurma itu: “Jika engkau mau, aku akan jadikan engkau dinding masjid ini, akarmu tumbuh lagi, tubuhmu hidup lagi dan engkau berbuah lagi. Atau jika engkau mau, engkau aku tanam di surga, supaya para wali Allah dapat memakan buah buahmu.”

Batang kurma itu menjawab: “Saya memilih untuk ditanam di surga sehingga wali wali Allah dapat memakan buahku dan saya berada di tempat di dalamnya saya kekal.”

Goncangan tanah dan suara rintihan pun berhenti. Rasulullah saw kemudian kembali pada mimbar dan menyampaikan kejadian tersebut kepada para sahabatnya. Rasulullah saw berkata: “Ia (pohon kurma) memilih negeri yang kekal dibandingkan negeri yang fana!”

Inilah kisah batang kering dari pohon kurma yang menangis karena rindu kepada Rasulullah saw. Bayangkan sebatang pohon kurma tidak mau jauh dari Rasulullah saw, padahal cuma berjarak beberapa meter, tapi pohon kurma  tidak mau jauh dari Nabi Muhammad saw.

Bagaimana dengan Anda? Saya sendiri belum dapat membuktikan kecintaan dan kerinduan kepada Al-Mushthafa Muhammad saw. Belum mencintai sepenuh hati,  baru sebatas ucapan dan catatan-catatan. Maafkan aku ya Rasulullah saw….

 

Ya Rasulallah…. Ya Imamarrohmah

Ya wajihan indallah… isyfa’ lanaa indallah

Powered by Ama Salman al-Banjari

About these ads
Kategori:Uncategorized
  1. soehawk
    14 Oktober 2011 pukul 1:39 am

    ijin sharee Akhi….
    Syukron….

  2. 19 Februari 2012 pukul 9:40 pm

    boleh share bapak/

    • kampoengsufi
      20 Februari 2012 pukul 4:16 am

      Silakan…trims

  3. M.Soewoto
    1 April 2012 pukul 6:33 am

    Subhanallah, pohon kurma dan benda-benda yang kelihatannya tidak berhati dan tidak berakal, ternyata rindu dgn Rasulullah. Sedangkan kita ita ini yang mengaku sebagai umatnya, bisakah..?

  4. islah
    3 Agustus 2012 pukul 8:45 pm

    Subhanallah….aku ingin merindukanmu seperti kekuatan rindu onggokan pohon kurma itu Ya Rasulullah…

  5. 21 November 2012 pukul 8:44 pm

    Saya membaca buku “………………………………..” Karya : Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan ada juga tentang pohon kurma yang menangis

  6. 22 Mei 2014 pukul 2:35 pm

    My family members every time say that I am killing my time here at net,
    however I know I am getting know-how every day by reading thes good articles.

  1. 1 Oktober 2012 pukul 1:38 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: